Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Berdayakan Petani Lokal, Dompet Dhuafa Luncurkan Green House Lido yang Mampu Tampung 1.600 Tanaman

Kompas.com - 15/05/2023, 09:33 WIB
Inang Sh ,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lembagai filantropi Islam Dompet Dhuafa terus berupaya mengoptimalkan potensi pertanian Indonesia untuk menciptakan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, dan ekonomi nasional.

Salah satu ikhtiar itu dilakukan dengan meluncurkan program Wakaf Green House Lido di komplek Pesantren Tahfidz Green Lido (PTGL), Sukabumi, Kamis (11/5/2023).

Program tersebut menggarap subsektor hortikultura dengan metode budi daya hidroponik sehingga diharapkan mampu menghasilkan buah dan sayur yang berkualitas.

Penanggung jawab instalasi irigasi hidroponik Green House Lido Sahri menjelaskan, saat ini greenhouse sedang dalam proses pemasangan instalasi irigasi.

“Metode yang akan digunakan adalah hidroponik sistem irigasi tetes (drip system) dengan media tanam berupa cocopeat atau sabut kelapa,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (15/5/2023).

Baca juga: Gandeng Dompet Dhuafa, Jago Syariah dan Bibit Bagikan 250 Paket Buka Puasa di Terowongan Kendal

Sahri menjelaskan, Green House Lido memiliki luas 800 meter persegi (m2) dan mampu menampung sekitar 1.600 populasi atau tanaman.

“Sebenarnya jumlah populasi tersebut dapat lebih. Namun, menimbang kelembaban yang cukup tinggi, kami beri jarak lebih antarpopulasi agar pertumbuhannya optimal,” jelasnya.

Jenis buah yang akan ditanam di Green House berbasis wakaf produktif tersebut adalah jenis melon premium dengan varietas Fujisawa dan Talent.

Kedua varietas tersebut dipilih karena memiliki harga pasar yang bagus dan dapat dipanen dalam kurun waktu sekitar 75 hari.

Sahri memaparkan, keunggulan bercocok tanam dengan greenhouse ketimbang konvensional karena dapat menanam tanpa mengenal musim,dan efisiensi dari biaya sebab penanggulangan hama lebih terkendali.

Baca juga: Dompet Dhuafa Tebarkan Kebahagiaan di Kampung Cicangkuang Sukabumi

Selain itu, menanam di greenhouse membuat tanaman lebih terproteksi dari serangan hama yang terbang seperti belalang, menggunakan plastik ultraviolet (UV) sebagai atap yang mengandung tinuvin berfungsi untuk menahan UV sebesar 65 persen, dan kualitas buah yang baik serta lebih aman dikonsumsi.

Adapun program Green House Lido merupakan pengembangan pengelolaan wakaf produktif dengan investasi sosial sektor riil di bidang pertanian.

Manajer Program Pengembangan Wakaf Dompet Dhuafa Syafii mengatakan, Green House Lido dijalankan dengan mekanisme wakaf produktif untuk mewujudkan cita-cita Dompet Dhuafa, yaitu memberdayakan masyarakat, khususnya petani lokal di sekitar Green House Lido.

Dia menjelaskan, Green House Lido didesain sebagai revenue stream PTGL yang memberdayakan petani lokal sebagai mitra pengelolaannya sekaligus transfer skill dan knowledge pertanian modern.

“Harapannya, Green House Lido mampu menjadi destinasi eduwisata agro,” tutur Syafii.

Baca juga: Dompet Dhuafa Berikan Bantuan Bedah Rumah untuk Penyintas TBC Resisten Obat di Senen, Jakarta

Untuk diketahui, potensi sayur dan buah di Indonesia cukup besar. Hal ini berdampak pada roda perekonomian Indonesia di sektor pertanian, termasuk dalam menyerap tenaga kerja sehingga meminimalkan angka pengangguran.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada triwulan II-2022, distribusi penduduk yang bekerja di sektor pertanian mencapai 29,96 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tinggalkan KPK, Dirut Nonaktif PT Taspen Irit Bicara Sembari Bawa Sate

Tinggalkan KPK, Dirut Nonaktif PT Taspen Irit Bicara Sembari Bawa Sate

Nasional
Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Nasional
Pakar Ungkap 'Gerilya' Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Pakar Ungkap "Gerilya" Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Nasional
Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Nasional
Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Nasional
Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Nasional
'Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit'

"Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit"

Nasional
Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Nasional
PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

Nasional
Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Nasional
Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Nasional
Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Nasional
Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Nasional
KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com