Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/12/2022, 02:20 WIB
|


KOMPAS.comIdentitas nasional adalah ciri, tanda atau jati diri bangsa yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain.

Identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Ia menjadi identitas bersama karena merupakan kesepakatan bangsa yang ada di dalam negara.

Identitas-identitas dibuat dan disepakati oleh rakyat dari suatu bangsa sebagai identitas nasional.

Berikut ini beberapa contoh identitas nasional Indonesia.

Baca juga: Apa Itu Identitas Nasional?

Contoh identitas nasional Indonesia

Setiap bangsa di dunia memiliki identitas masing-masing sesuai dengan sifat, ciri, keunikan, serta karakter dari bangsa tersebut, termasuk Indonesia.

Bentuk identitas nasional dapat berupa adat istiadat, bahasa nasional, lambang negara, bendera negara, termasuk juga ideologi nasional.

Adapun contoh identitas nasional Indonesia yang membedakan dengan negara lain, yakni:

  • Lagu kebangsaan, yaitu Indonesia Raya.
    Indonesia Raya dinyanyikan untuk pertama kali sebagai lagu kebangsaan pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II.
  • Bahasa nasional, yaitu Bahasa Indonesia.
    Bahasa Indonesia berawal dari rumpun bahasa Melayu yang kemudian diangkat sebagai bahasa persatuan pada 28 Oktober 1928. Bangsa Indonesia sepakat bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional sekaligus identitas nasional Indonesia.
  • Lambang negara, yaitu Garuda Pancasila.
    Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan lambang negara Indonesia. Garuda Pancasila adalah lambang berupa burung Garuda yang dikenal melalui mitologi kuno, yaitu burung yang menyerupai elang rajawali. Garuda digunakan sebagai lambang negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.
  • Bendera negara, yaitu Bendera Merah Putih.
    Lambang merah putih sudah dikenal pada masa kerajaan di Indonesia yang kemudian diangkat sebagai bendera negara. Walaupun dikibarkan pertama kali pada tanggal 17 Agustus 1945, bendera Merah Putih telah ditunjukkan pada Kongres Pemuda II.
  • Semboyan negara, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
    Bhinneka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Semboyan ini menunjukkan kenyataan bahwa meskipun bangsa Indonesia adalah bangsa yang heterogen, namun tetap berkeinginan untuk menjadi satu bangsa, yaotu bangsa Indonesia.
  • Dasar falsafah negara, yaitu Pancasila.
    Pancasila merupakan identitas nasional yang berkedudukan sebagai dasar negara dan ideologi nasional Indonesia. Pancasila berisi lima nilai dasar yang dijadikan sebagai dasar filsafat dan ideologi negara Indonesia.
  • Konstitusi negara, yaitu UUD 1945.
    UUD 1945 merupakan hukum dasar tertulis yang menduduki tingkatan tertinggi dalam tata urutan perundangan di Indonesia, sekaligus dijadikan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan bernegara.
  • Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.
    Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk republik.sementara sistem politik yang digunakan adalah demokrasi yang berdasarkan kedaulatan rakyat.
  • Konsepsi wawasan nusantara.
    Wawasan nusantara menjadi cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
  • Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional.
    Berbagai kebudayaan dan kelompok bangsa di Indonesia merupakan kebudayaan nasional dan menjadi kebanggaan bangsa. Pada dasarnya, kebudayaan nasional adalah puncak dari kebudayaan daerah yang ada.

Contoh atau bentuk identitas nasional Indonesia tersebut merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan jati diri atau kepribadian Indonesia.

Identitas nasional ini menjadi ciri yang dimiliki Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain.

Baca juga: Fungsi dan Tujuan Identitas Nasional

 

Referensi:

  • Pratiwi, Emy Yunita Rahma. 2021. Kewarganegaraan. Solok: Insan Cendekia Mandiri.
  • Rosmawati dan Hasanal Mulkan. 2020. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Kencana.
  • Tomalili, Rahmanuddin. 2019. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Deepublish.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PBNU Kecam Pembakaran Al Quran oleh Rasmus Paludan, Sebut Tindakan Sia-sia

PBNU Kecam Pembakaran Al Quran oleh Rasmus Paludan, Sebut Tindakan Sia-sia

Nasional
Panglima TNI Minta Taruna AAU Tidak Mengeluh Selama Pendidikan

Panglima TNI Minta Taruna AAU Tidak Mengeluh Selama Pendidikan

Nasional
Korupsi Kepala Daerah dan Anomali Mendagri

Korupsi Kepala Daerah dan Anomali Mendagri

Nasional
Jokowi: Tahun Ini Akan Jadi Momen Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Jokowi: Tahun Ini Akan Jadi Momen Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Nasional
Hasil Pertemuan Jokowi-Surya Paloh Belum Disampaikan ke Publik, Pengamat: Tak Sesuai Keinginan Nasdem?

Hasil Pertemuan Jokowi-Surya Paloh Belum Disampaikan ke Publik, Pengamat: Tak Sesuai Keinginan Nasdem?

Nasional
Sekjen PDI-P: Saya Dengar, Pak Surya Paloh Sudah Lama Mau Ketemu Pak Jokowi

Sekjen PDI-P: Saya Dengar, Pak Surya Paloh Sudah Lama Mau Ketemu Pak Jokowi

Nasional
Tanam Pohon dan Bersih-bersih Kota Bandung, Sekjen PDI-P Sampaikan Pesan Megawati

Tanam Pohon dan Bersih-bersih Kota Bandung, Sekjen PDI-P Sampaikan Pesan Megawati

Nasional
Megawati Disebut Sudah Kantongi Nama Capres, Hasto: Tinggal Tunggu Momentum yang Tepat

Megawati Disebut Sudah Kantongi Nama Capres, Hasto: Tinggal Tunggu Momentum yang Tepat

Nasional
PDI-P Batal Gelar Konsolidasi di GBK 1 Juni: Ada Piala Dunia U-20, Digeser 24 Juni

PDI-P Batal Gelar Konsolidasi di GBK 1 Juni: Ada Piala Dunia U-20, Digeser 24 Juni

Nasional
Mengenal Inggit Ganarsih, Sosok yang Disinggung dalam Pesan Megawati ke Ridwan Kamil

Mengenal Inggit Ganarsih, Sosok yang Disinggung dalam Pesan Megawati ke Ridwan Kamil

Nasional
Di Tengah Isu Reshuffle, PDI-P Singgung Rabu Pon Momentum Ambil Keputusan Strategis

Di Tengah Isu Reshuffle, PDI-P Singgung Rabu Pon Momentum Ambil Keputusan Strategis

Nasional
Surya Paloh Bertemu Jokowi, Pengamat: Ada 2 Kemungkinan, Lepas Anies atau Pamitan

Surya Paloh Bertemu Jokowi, Pengamat: Ada 2 Kemungkinan, Lepas Anies atau Pamitan

Nasional
Soal Gugatan UU Desa ke MK, Apdes: Jangan Jadi Masalah Besar

Soal Gugatan UU Desa ke MK, Apdes: Jangan Jadi Masalah Besar

Nasional
Cerita PKN Dituding PKI Saat Proses Verifikasi Pemilu 2024

Cerita PKN Dituding PKI Saat Proses Verifikasi Pemilu 2024

Nasional
Partai Buruh Akan Gelar Aksi di DPR Tolak Perppu Cipta Kerja 6 Februari

Partai Buruh Akan Gelar Aksi di DPR Tolak Perppu Cipta Kerja 6 Februari

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.