Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/11/2022, 08:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PDI-P memberi peringatan keras terhadap Gerakan Nusantara Bersatu yang digelar oleh relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu (26/11/2022) lalu.

Kritik keras itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto. Ia bahkan mencium aroma upaya penjerumusan Jokowi dari pertemuan tersebut.

Hasto memandang apa yang para relawan Jokowi lakukan itu tidak berguna untuk rakyat. Menurutnya, kebaikan Jokowi telah dimanfaatkan.

Apalagi, kegiatan dilakukan di tengah situasi momen duka gempa bumi Cianjur masih berlangsung.

Baca juga: Relawan Jokowi Bantah Bohongi Peserta Acara di GBK dengan Undangan Pengajian

Oleh karenanya, Hasto pasang badan untuk Presiden Jokowi dan menyentil relawan-relawan yang mengundang kader PDI-P tersebut hadir di GBK.

PDI-P sesalkan

Hasto menyesalkan pertemuan bertajuk "Gerakan Nusantara Bersatu" di GBK itu.

Ia menduga, ada elite relawan yang memanfaatkan kebaikan Jokowi sehingga hadir dan dikhawatirkan berdampak pada citra presiden menjadi turun.

"Saya pribadi sangat menyesalkan adanya elite relawan yang dekat dengan kekuasaan, lalu memanfaatkan kebaikan Presiden Jokowi sehingga menurunkan citra Presiden Jokowi," ujar Hasto dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).

Hasto mengatakan, kehebatan kepemimpinan Jokowi di acara KTT G20 yang membanggakan di dunia, dan rakyat Indonesia, dikerdilkan hanya karena urusan gegap gempita di GBK.

Menurutnya, kepemimpinan Jokowi yang sudah mendunia dan menjadi inspirasi dunia, direduksi dengan cara-cara yang tidak elegan.

Baca juga: Pertemuan Jokowi dengan Relawan di GBK Dikritik, Istana Buka Suara

Presiden RI Joko Widodo menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022)KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Presiden RI Joko Widodo menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022)

Curiga relawan beri ancaman ke Jokowi

Hasto lantas mengungkapkan kecurigaannya terhadap relawan Jokowi tersebut.

Ia mengatakan, para relawan diduga mengancam bubar apabila Jokowi tidak mau menuruti permintaan mereka.

"Sepertinya elite relawan tersebut mau mengambil segalanya. Jika tidak dipenuhi, keinginannya mereka mengancam akan membubarkan diri, tetapi jika dipenuhi elit tersebut melakukan banyak manipulasi," katanya.

Sementara itu, menurut Hasto, banyak orang di sekitar Jokowi yang kurang paham bahwa elite relawan tersebut merupakan kumpulan dari berbagai kepentingan.

Baca juga: Jokowi: Jangan Sampai Kesepakatan Investasi G20 Tak Bisa Terealisasi

Padahal, kata Hasto, seharusnya mereka dekat karena menyangkut urusan bangsa dan negara.

"Apalagi pemimpin ke depan merupakan persoalan bersama yang harus dijawab dengan jernih, penuh pertimbangan, dan harus menjawab jalan kejayaan bagi bangsa dan negara Indonesia," ujar Hasto.

Relawan dijanjikan hal yang tidak sehat

Hasto turut menyentil cara elite relawan dalam mengumpulkan massa untuk bertemu dengan Jokowi.

Hasto mengatakan, elite relawan Jokowi itu menjanjikan sesuatu yang tidak sehat terhadap massa yang hadir.

"Apa yang terjadi dengan acara Nusantara Bersatu menjadi pelajaran politik yang sangat penting. Terlebih di dalam cara mobilisasi tersebut, sampai dilakukan cara-cara menjanjikan sesuatu yang tidak sehat," ujar Hasto.

Dalam acara temu kangen relawan Jokowi itu diketahui sempat dideklarasikan "2024 manut Jokowi". Bahkan, digaungkan "Jokowi tiga periode".

Baca juga: Buntut Panjang Acara Temu Relawan Jokowi, Dinilai Sarat Politik hingga Tuai Kecurigaan PDI-P

Minta ring 1 Jokowi tidak 'asal bapak senang'

Selanjutnya, Hasto mengimbau ring 1 Jokowi untuk tidak "asal bapak senang".

"PDI-P mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS)," kata Hasto.

Untuk itu, Hasto mengajak para relawan Jokowi mendukung dan berjuang keras bahwa kepemimpinan Jokowi kaya akan prestasi dan sudah on the track.

Menurutnya, Jokowi mencetak prestasi demi Indonesia dan dunia.

"Bukan untuk kelompok kecil yang terus melakukan manuver kekuasaan," ujar Hasto.

Baca juga: Pengamat Nilai Acara Reuni Relawan Jokowi Tak Perlu Digelar karena Kontraproduktif

Minta relawan tak lakukan manuver yang tidak berguna

Sementara itu, Hasto mengkritik manuver yang relawan Gerakan Nusantara Bersatu lakukan melalui pertemuan dengan Jokowi itu.

Hasto meminta para relawan tidak melakukan manuver tidak berguna ke masyarakat. Sehingga, citra baik Jokowi menjadi tereduksi.

"Tolong jangan reduksi keberhasilan Pak Jokowi dengan manuver yang tidak berguna untuk rakyat. Sebab, tantangan yang lain seperti intoleransi dan radikalisme yang semakin marak nyata di depan mata," ujar Hasto.

Hasto mengatakan, para relawan Gerakan Nusantara Bersatu hanya asyik-asyik melakukan manuver untuk capres-cawapres Pilpres 2024.

Ia menyebut bahwa kritik yang PDI-P layangkan ini merupakan upaya agar prestasi yang dituai Jokowi selama ini tidak dikerdilkan hanya karena acara reuni relawan tersebut.

"Semua kritik dilakukan dengan penuh kesadaran atas rasa hormat pada prestasi Pak Jokowi agar tidak dikerdilkan oleh berbagai manuver kekuasaan yang bisa mereduksi keberhasilan Pak Jokowi," kata Hasto.

Baca juga: Relawan Jokowi Bantah Bohongi Peserta Acara di GBK dengan Undangan Pengajian

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ngotot Dorong Sistem Pemilu Tertutup, PDI-P: Banyak Pemimpin Lahir dari Rakyat Biasa

Ngotot Dorong Sistem Pemilu Tertutup, PDI-P: Banyak Pemimpin Lahir dari Rakyat Biasa

Nasional
Mendagri Minta Pemda Kendalikan Harga Barang untuk Cegah Inflasi

Mendagri Minta Pemda Kendalikan Harga Barang untuk Cegah Inflasi

Nasional
[POPULER NASIONAL] Nasib Pencapresan Anies di Ujung Tanduk | Jaksa Tuding Pengacara Ferdy Sambo Tak Profesional

[POPULER NASIONAL] Nasib Pencapresan Anies di Ujung Tanduk | Jaksa Tuding Pengacara Ferdy Sambo Tak Profesional

Nasional
Tanggal 2 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 2 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
Perlindungan Hukum Rahasia Dagang di Indonesia

Perlindungan Hukum Rahasia Dagang di Indonesia

Nasional
Tanggal 1 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 1 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
Sekjen PDI-P: Kalau Anak Bandung Tak Punya Spirit Guncangkan Dunia, Kita Sia-siakan Sejarah

Sekjen PDI-P: Kalau Anak Bandung Tak Punya Spirit Guncangkan Dunia, Kita Sia-siakan Sejarah

Nasional
KPK Sebut Nilai Manfaat Akan Habis Jika Biaya Haji Tak Dinaikkan

KPK Sebut Nilai Manfaat Akan Habis Jika Biaya Haji Tak Dinaikkan

Nasional
PDI-P dan PBB Jajaki Koalisi, Belum Bahas Capres-Cawapres

PDI-P dan PBB Jajaki Koalisi, Belum Bahas Capres-Cawapres

Nasional
Gibran Digadang Nyagub, PDI-P Pilih Fokus Pileg dan Pilpres Terlebih Dulu

Gibran Digadang Nyagub, PDI-P Pilih Fokus Pileg dan Pilpres Terlebih Dulu

Nasional
Jaksa Bilang Sambo Ingin Limpahkan Semua Kesalahan Pembunuhan Brigadir J ke Bharada E

Jaksa Bilang Sambo Ingin Limpahkan Semua Kesalahan Pembunuhan Brigadir J ke Bharada E

Nasional
Pesan Ketum PBNU untuk Masyarakat yang Akan Hadiri Resepsi 1 Abad NU

Pesan Ketum PBNU untuk Masyarakat yang Akan Hadiri Resepsi 1 Abad NU

Nasional
Setiap Pekan, Polri Minta Kominfo Blokir 100 Situs Judi 'Online'

Setiap Pekan, Polri Minta Kominfo Blokir 100 Situs Judi "Online"

Nasional
Wapres Optimistis Target Angka Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Dapat Tercapai

Wapres Optimistis Target Angka Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Dapat Tercapai

Nasional
Wacana Kades 9 Tahun Berpotensi Menyuburkan Praktik Oligarki di Desa

Wacana Kades 9 Tahun Berpotensi Menyuburkan Praktik Oligarki di Desa

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.