Kompas.com - 05/10/2022, 14:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku belum memikirkan kandidat calon wakil presiden (cawapres) yang bakal mendampinginya di kontestasi 2024.

Anies Baswedan menyampaikan, ia masih fokus bekerja untuk DKI Jakarta sampai 16 Oktober mendatang.

“Saya memang sedang menuntaskan di Jakarta. Jadi, hari-hari ke depan fokus urusan di Jakarta,” kata Anies ditemui di kantor Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Anies Baswedan juga masih enggan membicarakan soal berbagai langkah politik untuk mempersiapkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Baca juga: Anies: Banjir Jakarta Diselesaikan Secara Santifik, Bukan Politik

Walaupun, ia diketahui telah resmi dicalonkan sebagai calon presiden (capres) yang diusung Partai Nasdem.

“Karena itulah sejak Senin sampai sekarang belum memikirkan, belum membahas, nanti saja, karena waktunya masih panjang,” ujarnya.

Namun, Anies Baswedan mengaku puas atas keputusan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang memberikan keleluasaan padanya untuk menentukan cawapres.

Ia memandang, keleluasaan itu menjadi salah satu faktor yang memudahkan pekerjaannya menyongsong Pilpres 2024.

“Saya ingin sampaikan apresiasi, karena pengalaman-pengalaman Pilkada Gubernur, Walikota, Bupati, ketika hak dipercayakan (pada) calon maka penentuannya akan lebih memudahkan terjadinya kerja sama yang baik,” ujar Anies.

Baca juga: Anies dan Ganjar Dideklarasikan Jadi Capres, Pengamat Yakin Ada 3 Poros pada Pilpres 2024

Diketahui, Surya Paloh memberikan dua keleluasaan pada Anies Baswedan.

Pertama, Anies diberikan hak untuk menentukan cawapresnya sendiri.

Kedua, mantan Menteri Pendidikan ini tidak dipaksa untuk menjadi kader Partai Nasdem.

Selain itu, Surya Paloh memandang, Anies Baswedan sebagai figur capres terbaik untuk kontestasi elektoral mendatang.

"Kenapa Anies Baswedan? Jawabannya adalah why not the best? (mengapa tidak yang terbaik?)," ujar Surya di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, pada 3 Oktober 2022.

Baca juga: Dua Kader Mundur Setelah Nasdem Deklarasi Anies Capres, Waketum: Ini Seleksi Alam

Meskipun demikian, sesuai ketentuan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold Partai Nasdem tak bisa mengusung capres-cawapresnya sendiri.

Partai Nasdem meski membentuk koalisi bersama partai politik (parpol) lain untuk bisa membawa Anies berkontestasi pada Pilpres 2024.

Saat ini, Partai Nasdem tengah melakukan penjajakan koalisi bersama Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Namun, ketiga parpol hingga kini belum menemukan titik kesepakatan.

Baca juga: Nasdem Usung Anies Jadi Bakal Capres, Ini Komentar Ketum PAN

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Hakim Agung Sebut Mahfud MD Belum Lakukan Perintah Jokowi Reformasi Bidang Hukum

Mantan Hakim Agung Sebut Mahfud MD Belum Lakukan Perintah Jokowi Reformasi Bidang Hukum

Nasional
Laksamana Yudo Margono Diharap Tak Lupakan Agenda Reformasi Peradilan Militer

Laksamana Yudo Margono Diharap Tak Lupakan Agenda Reformasi Peradilan Militer

Nasional
Menteri Bahlil Bantah Jokowi Berusaha Takuti Masyarakat dengan Isu Resesi Global

Menteri Bahlil Bantah Jokowi Berusaha Takuti Masyarakat dengan Isu Resesi Global

Nasional
Airlangga Jadi Cawapres Paling Unggul di Musra Hongkong

Airlangga Jadi Cawapres Paling Unggul di Musra Hongkong

Nasional
Laksamana Yudo Margono Diharap Lanjutkan Kebijakan Hapus Tes Keperawanan dan Keturunan PKI Boleh Daftar TNI

Laksamana Yudo Margono Diharap Lanjutkan Kebijakan Hapus Tes Keperawanan dan Keturunan PKI Boleh Daftar TNI

Nasional
Calon Panglima TNI Diharap Mau Utamakan Kemanusiaan Tangani Konflik Papua

Calon Panglima TNI Diharap Mau Utamakan Kemanusiaan Tangani Konflik Papua

Nasional
Jurus Calon Panglima TNI Jaga Netralitas Jelang Pemilu Bakal Disorot

Jurus Calon Panglima TNI Jaga Netralitas Jelang Pemilu Bakal Disorot

Nasional
Ganjar Jadi Capres Urutan Pertama Hasil Musra Hongkong

Ganjar Jadi Capres Urutan Pertama Hasil Musra Hongkong

Nasional
Bharada E Sebut Ricky Rizal Sempat Ingin Tabrakkan Mobil yang Ditumpangi Bersama Yosua

Bharada E Sebut Ricky Rizal Sempat Ingin Tabrakkan Mobil yang Ditumpangi Bersama Yosua

Nasional
Kritik Menkes, Kuasa Hukum Korban Gagal Ginjal: Kerusakan Permanen, Jauh dari Sembuh!

Kritik Menkes, Kuasa Hukum Korban Gagal Ginjal: Kerusakan Permanen, Jauh dari Sembuh!

Nasional
Soal Yudo Margono Calon Panglima, Pimpinan DPR Soroti Peran Aktif TNI Hadapi Dampak Ekonomi Global

Soal Yudo Margono Calon Panglima, Pimpinan DPR Soroti Peran Aktif TNI Hadapi Dampak Ekonomi Global

Nasional
Ridwan Kamil Disarankan Tidak Gabung Partai Politik jika Maju Cawapres 2024

Ridwan Kamil Disarankan Tidak Gabung Partai Politik jika Maju Cawapres 2024

Nasional
Eks Hakim Agung Minta Ketua MA Tunda Putusan Gazalba Saleh: Karena Ini Jual Beli Perkara

Eks Hakim Agung Minta Ketua MA Tunda Putusan Gazalba Saleh: Karena Ini Jual Beli Perkara

Nasional
Jamin Kualitas SDM Aparatur, LAN Serahkan Sertifikat Akreditasi kepada 44 Lembaga Pelatihan

Jamin Kualitas SDM Aparatur, LAN Serahkan Sertifikat Akreditasi kepada 44 Lembaga Pelatihan

Nasional
Keluarga Korban Harap Penyakit Ikutan Gagal Ginjal Bisa Dirawat Intensif dan Tak Dibebankan Administrasi

Keluarga Korban Harap Penyakit Ikutan Gagal Ginjal Bisa Dirawat Intensif dan Tak Dibebankan Administrasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.