Kompas.com - 09/02/2022, 22:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kasus harian Covid-19 di Indonesia  tercatat 46.843 dalam 24 jam terakhir per Rabu (9/2/2020).

Nadia juga mengatakan, hingga Rabu pukul 16.30 WIB, bed occupancy ratio (BOR) secara nasional mencapai 26,3 persen.

"Sampai sejauh ini pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit masih terkendali dibanding kenaikan kasus harian yang naik menjadi 46.843 hari ini," kata Nadia dalam keterangan tertulis melalui laman resmi Kemenkes RI, Rabu.

Baca juga: Ivermectin dan Plasma Konvalesen Dicabut dari Pedoman Medis Covid-19

Nadia mengatakan, meskipun jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit masih terkendali, pihaknya terus memperkuat fasilitas layanan kesehatan agar mampu menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Ia mengatakan, fasilitas layanan kesehatan menjadi krusial selama lonjakan kasus demi meminimalisasi risiko terberat yang hadapi pasien Covid-19, khususnya gejala sedang, berat dan kritis.

"Saat ini kesiapan layanan kesehatan nasional masih terkendali jika dibandingkan dengan kasus konfirmasi harian. Ini membuktikan sejauh ini strategi kita masih bisa berjalan efektif dan efisien dalam penanganan pasien," ujarnya.

Nadia menekankan, pasien yang diprioritaskan dirawat di rumah sakit adalah pasien dengan gejala sedang hingga kritis.

Di samping itu, ia mengatakan, untuk mengendalikan kasus Covid-19 varian Omicron, pihaknya memperkuat beberapa layanan kesehatan di antaranya, meningkatkan aktivitas testing dan tracing, memenuhi kebutuhan obat-obatan, oksigen dan menjamin keamanan serta kesehatan tenaga kesehatan yang berisiko tinggi terpapar virus.

“Kebutuhan obat di 34 Provinsi sudah mencukupi, Favivirapir, Remdesivir, Tocilizimah 400mg/20ml, multivitamin, IVIg 5 persen/50ml total 4.958.599, sedangkan stoknya mencapai 23.663.526. Sementara ketersediaan oksigen di 20 Kabupaten/Kota besar di Jawa-Bali mencukupi rata-rata kebutuhan hingga lebih dari 48 jam,” tuturnya.

Baca juga: 4 Jenis Obat Antivirus untuk Pengobatan Covid-19

Lebih lanjut, Nadia mengatakan, masyarakat dapat berpartisipasi dalam menekan lonjakan kasus Covid-19 dengan melakukan isolasi mandiri di rumah apabila terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala.

Namun, jika tidak memungkinkan untuk isoman, isolasi terpusat bisa dilakukan di tempat-tempat yang sudah disediakan pemerintah.

"Masyarakat terus kami imbau untuk memperketat protokol kesehatan dan segera melengkapi vaksinasi untuk memperkecil peluang dirawat dengan gejala berat hingga kritis akibat terinfeksi Covid-19," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.