Menkes: Lebih dari 500 Pasien Terpapar Omicron Dirawat di RS, 300 Sudah Sembuh

Kompas.com - 17/01/2022, 07:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, angka rawat inap di rumah sakit pasien Covid-19 akibat penularan varian Omicron lebih rendah dibandingkan varian Delta.

Ia mengatakan, saat ini, dari 500 pasien yang dirawat di rumah sakit akibat terinfeksi Omicron, sebanyak 300 orang sudah dinyatakan sembuh.

"Sampai sekarang sudah lebih dari 500 orang yang terkena Omicron yang dirawat di rumah sakit dan yang pulang sudah 300-an, yang butuh oksigen hanya 3 dan itu pun masuk kategori ringan, jadi tidak perlu sampai ventilator," kata Budi dalam konferensi pers secara virtual terkait Evaluasi PPKM, Minggu (16/1/2022).

Baca juga: Alarm Bahaya dari Jakarta, Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan dan Jadi Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

"Dari 3 orang yang diberikan oksigen, 2 di antaranya sudah sembuh dan sudah pulang," sambungnya.

Budi mengatakan, data dari beberapa negara yang sudah mengalami lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron, angka hospitalisasi sekitar 30-40 persen dari hospitalisasi varian Delta.

Namun, laju penularan kasus Covid-19 lebih cepat dan banyak.

"Sehingga minta tolong dikomunikasikan dengan baik kepada seluruh masyarakat nanti kalau ada kenaikan jumlah kasus yang cepat dan banyak, tidak usah panik, kita terus waspada, kita monitor ketat hospitalisasinya," ujarnya.

Baca juga: Hadapi Omicron, Menkes Percepat Vaksinasi Booster di Jabodetabek

Lebih lanjut, Budi mengatakan, hampir 90 persen kasus Omicron terdeteksi di DKI Jakarta.

Oleh karenanya, DKI harus bersiap menjadi Medan perang pertama dalam menghadapi lonjakan kasus.

"Walaupun kita tidak usah panik tapi harus hati-hati dan waspada, prokes di Jakarta harus tingkatkan, penggunaan PeduliLindungi juga harus diperketat testing, tracing dan isolasi terpusatnya harus kembali ditingkatkan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.