Tanggapi Kasus Rahmat Effendi, Wapres: Kepala Daerah Kerja yang Baik, Jangan Sampai Ditangkap KPK

Kompas.com - 06/01/2022, 18:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan para kepala daerah untuk bekerja dengan baik agar jangan sampai ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus dugaan korupsi.

Hal ini disampaikan Ma'ruf merespons operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

"Ya kita sudah minta kepala daerah semua untuk supaya ya bekerja dengan baik, jangan sampai mengalami hal yang seperti itu, jangan sampai terkena KPK-lah," kata Ma'ruf di Palu, Kamis (6/1/2022), dikutip dari keterangan video.

Menurut Ma'ruf, KPK telah menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsi yang diamanatkan oleh undang-undang.

Baca juga: BREAKING NEWS: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Jadi Tersangka Suap

Oleh karena itu, ia berpesan agar seluruh kepala daerah juga bekerja sesuai dengan aturan yang ada.

"Ini saya kira sudah ada komitmen dari masing-masing pihak. Jadi KPK ya sebagai penegak hukum dia menjalankan tugasnya," kata Ma'ruf.

Diketahui, KPK menangkap Rahmat Effendi dalam rangkaian OTT pada Rabu (5/1/2022) dan menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan.

Total ada sembilan orang yang ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari empat orang pemberi suap dan lima orang penerima suap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.