Kompas.com - 14/12/2021, 15:14 WIB

KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas telah menandatangani Surat Edaran (SE) Nomor 33 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 dalam Pelaksanaan Ibadah dan Peringatan Hari Raya Natal, Minggu (12/1/2021).

Dalam SE Menag tersebut, terdapat sembilan poin ketentuan yang harus dilaksanakan oleh gereja dan seluruh pihak terkait.

Berikut ketentuan SE Menag tentang pencegahan dan penanggulangan dalam perayaan Natal 2021 saat pandemi Covid-19.

1. Melaksanakan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan (prokes) di gereja atau tempat yang difungsikan sebagai gereja dengan memberlakukan kebijakan sesuai aturan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

2. Gereja wajib membentuk Satuan Tugas (Satgas) Prokes Penanganan Covid-19 yang berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Daerah.

Baca juga: Satgas: Penanganan Covid-19 Akan Selalu Dinamis, Masyarakat Harus Adaptif

3. Pelaksanaan ibadah dan peringatan Hari Raya Natal 2021 hendaknya harus:

a. Dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah keluarga

b. Dilaksanakan di ruang terbuka

c. Apabila dilaksanakan di gereja, dianjurkan untuk diselenggarakan secara hybrid. Maksudnya secara berjamaah atau kolektif di gereja dan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja

d. Jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan Natal secara berjamaah atau kolektif tidak melebihi 50 persen dari kapasitas ruangan

Baca juga: Antisipasi Covid-19, Begini Aturan Perayaan Natal dan Tahun Baru di Sulut

e. Jam operasional gereja atau tempat yang difungsikan sebagai gereja paling lama sampai pukul 22.00 waktu setempat

4. Dalam pelaksanaan ibadah dan peringatan Hari Raya Natal 2021, pengelola gereja wajib:

a. Menyediakan petugas untuk menginformasikan serta mengawasi pelaksanaan prokes 5M

Penerapan prokes tersebut akan lebih maksimal dengan penerapan 6M sesuai himbauan Satgas Penanganan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama (6M).

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Satgas Covid-19 Ingatkan Pemdes Pentingnya 3T dan Prokes 6M

b. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna gereja

c. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk setiap jemaah menggunakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun)

d. Menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir di pintu masuk dan pintu keluar gereja

e. Melakukan pembersihan dan desinfeksi secara berkala di area gereja

f. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari gereja serta hanya yang berkategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk

Baca juga: Imbauan PGI Lampung kepada Gereja Terkait Perayaan Natal

g. Mengatur arus mobilitas jamaah dan pintu masuk serta pintu keluar gereja guna memudahkan penerapan dan pengawasan prokes

h. Mengatur jarak antar jamaah paling dekat satu meter dengan memberikan tanda khusus pada lantai, halaman, atau kursi

i. Melakukan pengaturan jumlah umat atau pengguna gereja yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak

j. Menyediakan cadangan masker medis

k. Melarang jamaah dengan kondisi tidak sehat mengikuti pelaksanaan kegiatan peribadatan atau keagamaan

Baca juga: Jelang Nataru. Bupati Nunukan Larang Mudik dan Minta Satgas Khusus di Gereja Dibentuk

l. Menyarankan kepada jamaah yang berusia 60 tahun ke atas dan ibu hamil atau menyusui untuk beribadah di rumah

m. Kotak amal atau kantong kolekte ditempatkan pada tempat tertentu dan tidak diedarkan

n. Memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan peribadatan atau keagamaan dengan mengatur akses keluar dan masuk jamaah

o. Memastikan gereja atau tempat pelaksanaan ibadah memiliki sirkulasi udara yang baik dan sinar matahari dapat masuk. Apabila menggunakan air conditioner (AC) wajib dibersihkan secara berkala

Baca juga: 5 Pilihan Exhaust Fan untuk Melancarkan Sirkulasi Udara di Rumah

p. Tidak mengadakan jamuan makan bersama

q. Memastikan pelaksanaan khotbah memenuhi ketentuan:

1) Pendeta, pastur, atau rohaniwan memakai masker dan pelindung wajah (face shield) dengan baik dan benar

2) Pendeta, pastur, atau rohaniwan mengingatkan jamaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi prokes

5. Peserta peringatan Hari Raya Natal 2021 wajib:

a. Menggunakan masker dengan baik dan benar

b. Menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan menggunakan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer

c. Menjaga jarak dengan jamaah lain paling dekat satu meter d. dalam kondisi sehat (suhu badan di bawah 37 derajat Celsius)

e. Tidak sedang menjalani isolasi mandiri

f. Tidak baru kembali dari perjalanan luar daerah

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Riau Kembali Muncul dari Pendatang, Gubernur: Perketat Perjalanan Luar Daerah

g. Membawa perlengkapan peribadatan masing- masing

h. Menghindari kontak fisik atau bersalaman

6. Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka peringatan Hari Raya Natal 2021 yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar

7. Pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama pada Kementerian Agama (Kemenag) wajib melakukan:

a. Sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan

Baca juga: Cegah Covid-19, Satgas Imbau Masyarakat Tingkatkan Protokol Kesehatan

b. Himbauan kepada pegawai aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai non-ASN untuk tidak mudik pada Natal 2021 dan Tahun Baru 2022

c. Pemantauan peringatan Hari Raya Natal 2021 di tingkat pusat

d. Koordinasi dengan pimpinan kementerian dan lembaga, pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Satgas Penanganan Covid-19 serta tokoh masyarakat dan tokoh agama di tingkat pusat

e. Pelaporan hasil pemantauan kepada Menag melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag secara berkala atau sewaktu-waktu

Baca juga: Menag: Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Terbaik Pencegahan Covid-19

8. Rektor atau ketua perguruan tinggi keagamaan negeri Kristen dan Katolik, kepala kantor wilayah Kemenag provinsi, kepala kantor Kemenag kabupaten atau kota, satuan pendidikan keagamaan Kristen dan Katolik, dan penyuluh agama Kristen dan Katolik harus melakukan:

a. Sosialisasi dan edukasi prokes

b. Imbauan kepada pegawai ASN dan non-ASN untuk tidak mudik pada Natal 2021 dan Tahun Baru 2022

c. Pemantauan peringatan Hari Raya Natal 2021 pada instansi pemerintah daerah (pemda) di tingkat provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, dan kelurahan atau desa serta BUMN atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

d. Koordinasi dengan gubernur, bupati atau wali kota, camat, lurah atau kepala desa (kades), pimpinan TNI atau Polri setempat, pimpinan BUMDes, Satgas Penanganan Covid-19 serta tokoh masyarakat dan tokoh agama di tingkat daerah

Baca juga: Pemerintah Akan Larang Perayaan Tahun Baru, Epidemiolog: Perlu Didukung Tokoh Agama dan Masyarakat

e. Pelaporan hasil pemantauan oleh Kepala Kantor Kemenag kabupaten dan kota kepada Kepala Kantor Wilayah Kemenag provinsi secara berkala atau sewaktu-waktu dan berjenjang

f. Pelaporan hasil pemantauan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag provinsi kepada Menag melalui Sekjen Kemenag secara berkala

9. Kepala kantor wilayah Kemenag provinsi dan kepala kantor Kemenag kabupaten atau kota harus melakukan pemantauan tempat ibadah di rest area dan tempat perbelanjaan atau mal selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022

Menindaklanjuti pembatalan PPKM level 3

Pada kesempatan tersebut, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, diterbitkannya SE Nomor 33 Tahun 2021 guna menindaklanjuti pembatalan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh daerah saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Meski PPKM level 3 dibatalkan, kata dia, masyarakat harus tetap waspada dalam menjalankan aktivitas di tengah pandemi.

“Surat edaran itu dimaksudkan untuk mengatur upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di gereja atau tempat yang difungsikan sebagai gereja pada perayaan Natal 2021,” ujar Yaqut dalam keterangan pers, Selasa (14/12/2021).

Panduan yang diterbitkan tersebut dalam rangka mencegah, menanggulangi, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di gereja. Hal ini sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam perayaan Natal.

Baca juga: Natal dan Tahun Baru di Pekanbaru Tanpa Pawai dan Kemeriahan

Salah satu aturan yang tertuang dalam SE Nomor 33 Tahun 202,  yaitu melarang kegiatan pawai atau arak-arakan dengan melibatkan jumlah peserta dalam skala besar. Aturan ini sendiri berlaku mulai Jumat (24/12/2021) hingga Minggu (2/1/2022).

Tulisan ini telah tayang sebelumnya dengan judul "Menteri Agama Terbitkan Aturan Pencegahan Covid-19 Saat Ibadah Natal".

Penulis: Tsarina Maharani | Editor: Kristian Erdianto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasdem Usung Anies Jadi Bakal Capres, Ini Komentar Ketum PAN

Nasdem Usung Anies Jadi Bakal Capres, Ini Komentar Ketum PAN

Nasional
Hujan Kritik Pemberhentian Hakim Konstitusi Aswanto, DPR Tak Gubris

Hujan Kritik Pemberhentian Hakim Konstitusi Aswanto, DPR Tak Gubris

Nasional
Usai Sudrajad Dimyati jadi Tersangka, KY Perketat Seleksi Calon Hakim Agung

Usai Sudrajad Dimyati jadi Tersangka, KY Perketat Seleksi Calon Hakim Agung

Nasional
Nasdem Usung Anies jadi Capres, Gerindra: Mari Berkompetisi Sehat

Nasdem Usung Anies jadi Capres, Gerindra: Mari Berkompetisi Sehat

Nasional
AKBP Ferli Hidayat Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan, Anggota Komisi III: Apresiasi untuk Kapolri

AKBP Ferli Hidayat Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan, Anggota Komisi III: Apresiasi untuk Kapolri

Nasional
Kemendagri Minta Pemerintah Desa Ikut Kendalikan Inflasi di Wilayahnya

Kemendagri Minta Pemerintah Desa Ikut Kendalikan Inflasi di Wilayahnya

Nasional
KPK Masih 'Wait and See' Sebelum Kembali Panggil Lukas Enembe

KPK Masih "Wait and See" Sebelum Kembali Panggil Lukas Enembe

Nasional
Polri: Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo dkk Digelar di Bareskrim Besok Siang

Polri: Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo dkk Digelar di Bareskrim Besok Siang

Nasional
Kemendagri: 4 Kabupaten Sepakati Hibah untuk Papua Selatan

Kemendagri: 4 Kabupaten Sepakati Hibah untuk Papua Selatan

Nasional
DPR Bakal Gelar Parliamentary Speakers Summit Besok, Akan Dibuka Presiden Jokowi Lusa

DPR Bakal Gelar Parliamentary Speakers Summit Besok, Akan Dibuka Presiden Jokowi Lusa

Nasional
Pemerintah Akan Bentuk Konsep Besar Sistem Lembaga Peradilan Indonesia

Pemerintah Akan Bentuk Konsep Besar Sistem Lembaga Peradilan Indonesia

Nasional
UPDATE 4 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,98 Persen, Ketiga 27,20 Persen

UPDATE 4 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,98 Persen, Ketiga 27,20 Persen

Nasional
KPK Tahan Lagi Tersangka Penyuap Hakim Agung

KPK Tahan Lagi Tersangka Penyuap Hakim Agung

Nasional
Perdami: 80 Persen Gangguan Penglihatan di Indonesia Mestinya Bisa Ditangani

Perdami: 80 Persen Gangguan Penglihatan di Indonesia Mestinya Bisa Ditangani

Nasional
Heran Sepakbola Telan Korban Ratusan, Ketua DPR Desak Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan Komprehensif

Heran Sepakbola Telan Korban Ratusan, Ketua DPR Desak Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan Komprehensif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.