Panglima TNI Minta Petugas Tracer Langsung Identifikasi Bila Temukan Kontak Erat Pertama Covid-19

Kompas.com - 08/08/2021, 08:28 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menyerahkan 100 unit laptop bagi petugas tracer yang berlangsung di Puskesmas Polowijen, Malang, Jawa Timur, Senin (2/8/2021). Puspen Mabes TNIPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menyerahkan 100 unit laptop bagi petugas tracer yang berlangsung di Puskesmas Polowijen, Malang, Jawa Timur, Senin (2/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI meminta petugas tracer dari Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas langsung melakukan identifikasi apabila menemukan kontak erat pertama Covid-19.

Hal itu disampaikan Hadi saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan Covid-19 bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Mapolda Sulawesi Selatan, Sabtu (7/8/2021).

"Bila ditemukan kontak terdekat pertama segera laporkan hasilnya melalui sistem aplikasi Silacak yang langsung terhubung ke server pusat, sehingga data tracing dapat langsung dipantau," ujar Hadi, Sabtu.

Baca juga: Panglima TNI Minta Petugas Kerja Keras Bantu Pemda Tanggulangi Covid-19

Selain itu, tracing kontak erat harus dibarengi dengan persiapan tempat isolasi terpusat (isoter) agar penyebaran kasus Covid-19 dapat ditanggulangi dengan lebih baik.

Penyebaran kasus juga dapat diminimalisir. 

"Persiapan isoter harus dimaksimalkan dan tentunya harus dengan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan bagi pasien yang melaksanakan isoter tersebut. Tracing kontak erat harus diawali dengan entry test dan diakhiri dengan exit test tentunya harus dengan hasil negatif," imbuh dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Latihan Gabungan Garuda Shield TNI AD-US Army Dipertanyakan

Berbagai fasilitas yang dibutuhkan di lokasi isoter tersebut, mulai dari obat-obatan hingga ketersediaan tabung oksigen, harus dipenuhi, tegas Hadi.

"Saya minta untuk dukungan obat dan logistik bagi masyarakat yang melaksanakan isoman harus terpenuhi. Selain itu agar dilengkapi fasilitas Isoter dan RS dengan tenaga kesehatan, alat kesehatan, O2 juga pengerahan bidan, relawan dan mahasiswa kedokteran".

 

Hadi juga mengingatkan bahwa petugas tracer tak hanya bertugas mencari kontak erat, melainkan juga memantau masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Tanggal Merah Tahun Baru Islam Digeser dari 10 Jadi 11 Agustus, Maulid Nabi dari 19 Jadi 20 Oktober

"Ingat para Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai tenaga tracing tugasnya tidak hanya menemukan kontak erat, tapi juga memantau isolasi mandiri serta kondisi para pasien," kata Hadi.

Lebih lanjut, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menegaskan bahwa kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar langsung melapor ke Puskesmas terdekat apabila badan mengalami demam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

Nasional
Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

Nasional
Saksi Polisi Ungkap Alasan Tidak Bawa Borgol Saat Kejar Anggota Laskar FPI

Saksi Polisi Ungkap Alasan Tidak Bawa Borgol Saat Kejar Anggota Laskar FPI

Nasional
Jokowi Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 300.000, Ini Kata Gakeslab

Jokowi Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 300.000, Ini Kata Gakeslab

Nasional
Prabowo Serahkan 2 Kapal Angkut Tank Buatan Dalam Negeri ke TNI AL

Prabowo Serahkan 2 Kapal Angkut Tank Buatan Dalam Negeri ke TNI AL

Nasional
Ketua DPR Minta Harga Tes PCR Tak Lebih Mahal dari Tarif Tiket

Ketua DPR Minta Harga Tes PCR Tak Lebih Mahal dari Tarif Tiket

Nasional
Empat Tersangka Tarik Pelanggan Judi 'Online' dengan 'Host' Wanita Seksi

Empat Tersangka Tarik Pelanggan Judi "Online" dengan "Host" Wanita Seksi

Nasional
Jokowi Dinilai Bisa Pertimbangkan Johan Budi dan Febri Diansyah sebagai Jubir

Jokowi Dinilai Bisa Pertimbangkan Johan Budi dan Febri Diansyah sebagai Jubir

Nasional
Kenang Sudi Silalahi, SBY: Surga Insya Allah, Beliau Orang Baik

Kenang Sudi Silalahi, SBY: Surga Insya Allah, Beliau Orang Baik

Nasional
Menkumham Serahkan 9 Kekayaan Intelektual ke Korpolairud Polri

Menkumham Serahkan 9 Kekayaan Intelektual ke Korpolairud Polri

Nasional
Polisi Diduga Tembak Polisi di Lombok, Polri: Motif Masih Didalami

Polisi Diduga Tembak Polisi di Lombok, Polri: Motif Masih Didalami

Nasional
Menko PMK: Pengentasan Stunting Harus Dilakukan Frontal

Menko PMK: Pengentasan Stunting Harus Dilakukan Frontal

Nasional
Anggota DPR Pertanyakan Rencana Tes PCR Jadi Syarat Perjalanan pada Semua Moda Transportasi

Anggota DPR Pertanyakan Rencana Tes PCR Jadi Syarat Perjalanan pada Semua Moda Transportasi

Nasional
UPDATE 26 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Ada 12.989

UPDATE 26 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Ada 12.989

Nasional
UPDATE 26 Oktober: Ada 7.061 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 26 Oktober: Ada 7.061 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.