Kompas.com - 27/07/2021, 19:46 WIB
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian saat mengunjungi Kantor Bupati Bekasi, Jumat (23/7/2021). DOK. Kementerian Dalam NegeriMenteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian saat mengunjungi Kantor Bupati Bekasi, Jumat (23/7/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2020 segera beradaptasi mengatasi pandemi Covid-19.

Menurut dia, hal itu dapat dilakukan dengan mempelajari berbagai macam persoalan mengenai pandemi Covid-19.

"Jadi untuk kepala daerah yang hasil pilkada 270 daerah Pilkada 2020, tolong segera untuk menyesuaikan diri, mempelajari masalah pandemi Covid-19 ini dengan segala macam seluk-beluk persoalannya," kata Tito dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (27/7/2021).

Tito juga meminta kepala daerah melakukan koordinasi dengan semua stakeholder terutama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sehingga penanganan pandemi dapat diatasi bersama dengan menyusun strategi jitu, mulai dari hulu sampai ke hilir.

Baca juga: Soroti BOR Covid-19 di Tangsel Tak Kunjung Turun, Mendagri: Masyarakat Sulit Dapat Tempat Perawatan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan Kapolri ini melanjutkan, kepala daerah yang bukan berasal dari hasil Pilkada 2020 sudah memiliki pengalaman dalam mengendalikan pandemi Covid-19.

Namun ia mengingatkan bahwa penanganan pandemi di tahun 2021 berbeda. Sebab, saat ini varian delta yang diyakini memiliki kemampuan menyebar lebih cepat, telah menyebar di wilayah Tanah Air.

"Kali ini pakai maskernya harus lebih kencang lagi, maksudnya lebih disiplin lagi, karena kita berhadapan dengan varian baru yang mendominasi dunia, bukan hanya Indonesia," ungkapnya.

Tito juga menanti pemerintah daerah yang sukses membentuk tim tracing untuk melacak penularan Covid-19.

Baca juga: Mendagri Ajak Dunia Usaha dan Warga Mampu untuk Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Sebab, menurut dia, tugas tracing perlu didukung dengan pembentukan tim khusus yang hanya memiliki tugas melacak penularan.

"Pelacakan itu dilakukan dengan menelusuri orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien yang terkonfimasi positif Covid-19," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.