Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kajari Jakpus Anggap Desakan JPU Ajukan Kasasi Atas Vonis Pinangki Tidak Dibenarkan

Kompas.com - 08/07/2021, 21:24 WIB
Dani Prabowo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Riono Budisantoso menilai, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memeriksa dan mengadili perkara Pinangki Sirna Malasari secara benar dan tidak melampaui batas wewenangnya.

Hal itulah yang kemudian menjadi alasan bagi Kejari Jakarta Pusat untuk tidak mengajukan kasasi, meski vonis yang dijatuhkan kepada Pinangki dipangkas dari 10 tahun menjadi 4 tahun.

"Untuk itu, desakan agar JPU mengajukan permohonan upaya hukum kasasi sama artinya dengan meminta JPU untuk melakukan tindakan yang tidak memiliki dasar hukum. Hal itu tentu saja tidak dibenarkan," kata Riono seperti dilansir dari Antara, Kamis (8/7/2021).

Secara rinci, ia mengungkapkan bahwa vonis Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memenuhi tuntutan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum.

Baca juga: Soal Pinangki, Haris Azhar: Tak Heran, Kejaksaan Pasti Berdalih Vonis Sesuai Tuntutan JPU

"Selain tidak terdapat alasan untuk mengajukan permohonan kasasi sebagaimana ketentuan di dalam Pasal 253 Ayat (1) KUHAP," ungkapnya.

Di dalam pasal itu disebutkan bahwa permohonan kasasi secara limitatif ditentukan oleh beberapa hal.

Pertama, apakah benar suaru peraturan hukum tidak diterapkan atau diterapkan tidak sebagaimana mestinya.

Kedua, apakah benar cara cara mengadili tidak dilaksanakan menurut ketentuan undang-undang. Selanjutnya, apakah benar pengadilan telah melampaui batas wewenangannya.

Baca juga: Kilas Balik Kasus Jaksa Pinangki, dari Viral di Medsos hingga Keengganan JPU Ajukan Kasasi

Dalam putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta disebutkan bahwa ketentuan atau peraturan hukum yang menjadi dasar pertimbangan telah diterapkan secara benar dan tidak ada satu pun ketentuan atau peraturan yang telah ditetapkan tidak sebagaimana mestinya.

Oleh karenanya, Riono berpandangan bahwa JPU tidak menemukan alasan untuk mengajukan permohonan kasasi setelah mempelajari vonis tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kunjungi IKN, AHY: Kita Tak Ingin Asal Bangun, lalu Bermasalah Kemudian Hari

Kunjungi IKN, AHY: Kita Tak Ingin Asal Bangun, lalu Bermasalah Kemudian Hari

Nasional
Cerita Jimly soal Kebesaran Hati Megawati, Terima Kekalahan Lawan SBY dan Tak Gugat ke MK

Cerita Jimly soal Kebesaran Hati Megawati, Terima Kekalahan Lawan SBY dan Tak Gugat ke MK

Nasional
AHY Koordinasi dengan Panglima TNI soal Lahan-lahan yang Masih Jadi Sengketa

AHY Koordinasi dengan Panglima TNI soal Lahan-lahan yang Masih Jadi Sengketa

Nasional
KPK Dalami Penerbitan WIUP Tambang di Maluku Utara

KPK Dalami Penerbitan WIUP Tambang di Maluku Utara

Nasional
Cerita Jimly Sentil SBY yang Klaim Menang Pilpres Sebelum Pengumuman KPU

Cerita Jimly Sentil SBY yang Klaim Menang Pilpres Sebelum Pengumuman KPU

Nasional
Terima Uang Rp 40 M dalam Kasus BTS 4G, Achsanul Qosasi Diadili 7 Maret

Terima Uang Rp 40 M dalam Kasus BTS 4G, Achsanul Qosasi Diadili 7 Maret

Nasional
Pemuda Penyandang Disabilitas Kali Pertama Lolos Seleksi SIPSS Polri 2024

Pemuda Penyandang Disabilitas Kali Pertama Lolos Seleksi SIPSS Polri 2024

Nasional
Yusrizki Muliawan Divonis 2 Tahun Penjara di Kasus BTS 4G, Kejagung Banding

Yusrizki Muliawan Divonis 2 Tahun Penjara di Kasus BTS 4G, Kejagung Banding

Nasional
Lonjakan Suara PSI dan Penjelasan KPU yang Tidak Lugas

Lonjakan Suara PSI dan Penjelasan KPU yang Tidak Lugas

Nasional
Tanggal 5 Maret 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 5 Maret 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Suara PSI Tiba-tiba Melonjak, Grace: Kenapa yang Disorot Hanya PSI?

Suara PSI Tiba-tiba Melonjak, Grace: Kenapa yang Disorot Hanya PSI?

Nasional
Sudirman Said Sebut Pendukung Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud akan Lebih Sering Bertemu

Sudirman Said Sebut Pendukung Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud akan Lebih Sering Bertemu

Nasional
Rekapitulasi Suara KPU Sabtu Siang hingga Petang: Prabowo Menang di 6 PPLN, Ganjar 5, Anies 1

Rekapitulasi Suara KPU Sabtu Siang hingga Petang: Prabowo Menang di 6 PPLN, Ganjar 5, Anies 1

Nasional
Era Jokowi Tak Ada Hak Angket, Jimly: 10 Tahun Kok DPR-nya Memble

Era Jokowi Tak Ada Hak Angket, Jimly: 10 Tahun Kok DPR-nya Memble

Nasional
Kata KPU soal Suara PSI yang Tiba-tiba Melonjak di Situs 'Real Count'

Kata KPU soal Suara PSI yang Tiba-tiba Melonjak di Situs "Real Count"

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com