Kompas.com - 22/06/2021, 17:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dimasukkan hasil pemeriksaan swab antigen dalam laporan kasus harian Covid-19 sudah dimulai sejak Februari 2021.

Nadia menegaskan bahwa keduanya merupakan alat untuk mendiagnosis Covid-19 atau sebagai alat pemeriksa.

"(Datanya) Sudah disertakan sejak Februari 2021. Baik swab antigen dan swab PCR keduanya bisa digunakan (untuk diagnosis) selama tujuan dari tes bukan untuk pelaku perjalanan," ujar Nadia saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Epidemiolog: Idealnya Testing Covid-19 dengan PCR, tapi WHO Juga Anjurkan Antigen

Menurut Nadia, apabila seseorang dinyatakan positif dalam tes antigen, yang bersangkutan dipastikan positif Covid-19.

Akan tetapi, apabila hasil swab antigen negatif tetapi individu menunjukkan gejala yang mengarah kepada Covid-19, dia harus dicek ulang dengan tes swab PCR.

Nadia juga membenarkan bahwa akurasi tes swab antigen bisa lebih rendah daripada tes swab PCR.

Namun, menurut dia, WHO sudah merekomendasikannya sebagai alat diagnosis. 

"Tetapi WHO sudah merekomendasikan ini sebagai alat diagnostik dan ini membantu mendeteksi dengan cepat terutama pada daerah yang memiliki keterbatasan pemeriksaan PCR," kata Nadia.

Baca juga: Akurasi Antigen Disebut Lebih Rendah dari PCR, Kemenkes: Sudah Direkomendasikan WHO

Terlebih, pada masa pandemi saat ini penting untuk segera menemukan kasus positif Covid-19 untuk segera dipisahkan dari populasi sehat.

Dengan demikian, dapat memutuskan rantai penularan termasuk varian baru virus corona penyebab Covid-19.

"Walau akurasi dibawah PCR tetapi masih cukup sensitif dan spesifik untuk mengenali kasus positif Covid-19," kata Nadia.

Saat disinggung apakah penggunaan swab antigen juga menjadi strategi pemerintah untuk menghemat biaya testing Covid-19, Nadia menampik hal itu.

Dia menegaskan bahwa pertimbangannya lebih kepada akses.

"Sebab tes swab PCR tidak mudah. Bukan hanya masalah alat, tetapi masalah SDM juga. Itu tidak mudah," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.