Mendag: Ekonomi Digital RI Akan Tumbuh 8 Kali Lipat Pada 2030

Kompas.com - 10/06/2021, 19:02 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (4/3/2021). Dok. KemendagMenteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (4/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, ekonomi digital Indonesia diperkirakan dapat tumbuh hingga delapan kali lipat pada 2030. Lutfi menyebutkan, ekonomi digital memiliki prospek sangat baik di Indonesia.

"Jadi kalau kita lihat pada 2020 ekonomi digital kita ini menghasilkan 4 persen dari GDP. Dan pada 10 tahun ke depan, 9 tahun ke depan di 2030, pertumbuhan GDP Indonesia akan tumbuh dari Rp 15.400 triliun hari ini menjadi Rp 24.000 triliun pada tahun 2030," ujar Lutfi dalam keterangan persnya usai rapat terbatas membahas ekonomi digital di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (10/6/2021).

"Tetapi pertumbuhan ekonomi digitalnya itu sendiri akan tumbuh 8 kali lipat dari Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun," lanjutnya.

Baca juga: Jokowi: ASEAN Harus Tumbuh jadi Kekuatan Besar Ekonomi Digital

Dari jumlah tersebut, e-commerce akan memerankan peran yang sangat besar yaitu 34 persen atau setara Rp 1.900 triliun.

Selanjutnya diikuti bussines to bussines dengan besaran 13 persen atau setara Rp 763 triliun.

Lalu, ada pula health-tech sebesar Rp 471,6 triliun atau 8 persen dari pertumbuhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi Bapak dan Ibu, ini adalah bagian-bagian yang kita bicarakan bahwa e-commerce kita memiliki level playing field yang sangat besar," tutur Lutfi.

"Online travel dengan Rp 575 triliun, online media juga dengan Rp 191 triliun, ride hailing seperti Gojek dan Grab dengan Rp 401 triliun pada 2030. Dan Fintech juga akan begitu," tuturnya.

Dengan demikian, diperkirakan Indonesia akan mempunyai GDP digital yang besar. Jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 55 persen GDP digital ASEAN atau setara dengan Rp 323 triliun dan akan tubuh menjadi Rp 417 triliun pada 2030.

Lutfi menjelaskan, dari berbagai capaian itu, pemerintah menyadari bahwa saat ini Indonesia sedang berada di urutan paling bawah dari kurva ekonomi digital. Saat ini, Indonesia baru memiliki 5 unicorn.

Lutfi lantas membandingkan dengan kondisi di Amerika Serikat yang memiliki 207 unicorn dan 21 triliun GDP. Artinya setiap triliunnya GDP, mempunyai 10 unicorn.

Baca juga: Jokowi Sebut Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia Tercepat di Asia Tenggara

Sehingga Lutfi mengingatkan bahwa ada beberapa hal yang mesti diperbaiki di masa yang akan datang.

"Yaitu digital dan communication infrastructure yang penting. Kemudian consumer digital protection yang penting. Tenaga kerja, SDM kerja yang berketrampilan khusus di bidang teknologi juga merupakan salah satu pilar dasar yang penting," ungkap Lutfi.

"Ekosistem inovasi juga penting untuk menghidupkan digital economy. Juga government dan public services digital economy, dan digital economy dan governance yang baik," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Alami Keterbatasan Personel saat Pandemi, Mobilitas Dikurangi, Program Kerja Beralih ke Daring

KPK Alami Keterbatasan Personel saat Pandemi, Mobilitas Dikurangi, Program Kerja Beralih ke Daring

Nasional
Ajak Masyarakat Peduli Nakes, Dompet Dhuafa Serukan Gerakan “Surat untuk Nakes”

Ajak Masyarakat Peduli Nakes, Dompet Dhuafa Serukan Gerakan “Surat untuk Nakes”

Nasional
Ombudsman: Kalau Tata Cara Peralihan Status Selesai di PP, Tak Ada Perdebatan Alih Status Pegawai KPK

Ombudsman: Kalau Tata Cara Peralihan Status Selesai di PP, Tak Ada Perdebatan Alih Status Pegawai KPK

Nasional
Periksa Saksi, KPK Dalami Pengeluaran Dana Sarana Jaya untuk Lahan di Munjul

Periksa Saksi, KPK Dalami Pengeluaran Dana Sarana Jaya untuk Lahan di Munjul

Nasional
YLBHI Sebut Ombudsman Berhasil Bongkar Adanya Skenario dalam Penyelenggaraan TWK

YLBHI Sebut Ombudsman Berhasil Bongkar Adanya Skenario dalam Penyelenggaraan TWK

Nasional
Stok Vaksin Covid-19 Ada 55 Juta Dosis: 40 Juta Bulk, Sisanya Vaksin Jadi

Stok Vaksin Covid-19 Ada 55 Juta Dosis: 40 Juta Bulk, Sisanya Vaksin Jadi

Nasional
Kader PAN Gugat Zulkifli Hasan, Tuntut Ganti Rugi Rp 100 Miliar

Kader PAN Gugat Zulkifli Hasan, Tuntut Ganti Rugi Rp 100 Miliar

Nasional
Menteri Trenggono Minta Politeknik Kementerian KP Perkuat Potensi Wirausaha Peserta Didik

Menteri Trenggono Minta Politeknik Kementerian KP Perkuat Potensi Wirausaha Peserta Didik

Nasional
MK Tolak Sengketa PSU Pilkada Kalsel, Begini Respons Denny Indrayana

MK Tolak Sengketa PSU Pilkada Kalsel, Begini Respons Denny Indrayana

Nasional
Soal ivermectin, ICW Masih Belum Terima Surat Somasi Moeldoko

Soal ivermectin, ICW Masih Belum Terima Surat Somasi Moeldoko

Nasional
Akan Polisikan ICW Pakai UU ITE Dinilai Langgengkan Praktik Kriminalisasi, Moeldoko Disarankan Pakai UU Pers

Akan Polisikan ICW Pakai UU ITE Dinilai Langgengkan Praktik Kriminalisasi, Moeldoko Disarankan Pakai UU Pers

Nasional
Irjen KKP: Kebijakan Ekspor Benur Dibuka Usai Studi Banding ke Australia

Irjen KKP: Kebijakan Ekspor Benur Dibuka Usai Studi Banding ke Australia

Nasional
Makna dan Pesan dari Maraknya Baliho Puan Maharani...

Makna dan Pesan dari Maraknya Baliho Puan Maharani...

Nasional
KSAU Resmi Copot Danlanud Johannes Abraham Dimara Merauke, Penggantinya Dilantik

KSAU Resmi Copot Danlanud Johannes Abraham Dimara Merauke, Penggantinya Dilantik

Nasional
Ketua DPR: Segera Bayarkan Insentif Tenaga Kesehatan

Ketua DPR: Segera Bayarkan Insentif Tenaga Kesehatan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X