Jokowi Klaim Indonesia Sangat Serius dalam Pengendalian Perubahan Iklim

Kompas.com - 23/04/2021, 08:41 WIB
Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan petani Indramayu di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Rabu (21/4/2021) (DOK. SEKRETARIAT PRESIDEN)Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan petani Indramayu di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Rabu (21/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa dampak perubahan iklim dunia sangat nyata.

Ia mengaku sangat serius dalam isu ini sehingga mengajak warga dunia melakukan aksi nyata untuk mengendalikan perubahan iklim.

Hal ini Jokowi sampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Leaders Summit on Climate secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/4/2021).

"Indonesia sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim dan mengajak dunia untuk melakukan aksi-aksi nyata," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis.

Baca juga: Jokowi: Penebangan Hutan di Indonesia Menurun Paling Signifikan dalam 20 Tahun Terakhir

Sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan tropis, kata Jokowi, penanganan perubahan iklim menjadi kepentingan nasional Indonesia.

Melalui kebijakan pemberdayaan dan penegakan hukum, laju deforestisasi di Tanah Air berhasil turun, bahkan terendah dalam 20 tahun terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penghentian konversi hutan alam dan lahan gambut mencapai 66 juta hektare. Angka ini lebih besar dari gabungan luas Inggris dan Norwegia.

"Penurunan kebakaran hutan hingga sebesar 82 persen, di saat beberapa kawasan di AS, Australia, dan Eropa mengalami peningkatan terluas," ujar Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Pemerintah Seoptimal Mungkin Cari dan Selamatkan KRI Nanggala

Jokowi pun mengajak para pemimpin memajukan pembangunan hijau.

Menurut dia, Indonesia telah memutakhirkan kontribusi yang ditentukan secara nasional (nationally determined contributions/NDC) untuk meningkatkan kapasitas adaptasi dan ketahanan iklim.

Indonesia, kata Jokowi, menyambut baik penyelenggaraan Konvensi Kerangka Perubahan Iklim ke-26 di Inggris.

Indonesia juga menyambut baik target sejumlah negara menuju net zero emission tahun 2050.

Baca juga: Akibat Perubahan Iklim, Pulau-pulau Kecil di Indonesia Rentan Terendam

Namun, agar kredibel, komitmen tersebut mestinya dijalankan berdasarkan pemenuhan komitmen NDC tahun 2030.

"Negara berkembang akan melakukan ambisi serupa jika komitmen negara maju kredibel disertai dukungan riil. Dukungan dan pemenuhan komitmen negara-negara maju sangat diperlukan," ujar Kepala Negara.

Jokowi meminta agar kemitraan global terus diperkuat. Ia menyebut, kesepahaman dan strategi perlu dibangun dalam mencapai net zero emission dan menuju UNFCCC COP-26 Glasgow.

Pemerintah juga sedang melakukan rehabilitasi 620 ribu hektare hutan mangrove hingga 2024.

Indonesia sendiri saat ini tengah mempercepat pilot percontohan net zero emission, antara lain dengan membangun Indonesia Green Industrial Park seluas 12.500 hektare di Kalimantan Utara. Kawasan ini disebut bakal menjadi yang terbesar di dunia.

Baca juga: Jokowi Akan Terbitkan Perpres soal Badan Otorita Ibu Kota Negara Baru

Angka ini menjadi yang terluas di dunia dengan daya serap karbon mencapai 4 kali lipat dibanding hutan tropis.

"Indonesia terbuka bagi investasi dan transfer teknologi, termasuk investasi untuk transisi energi," kata Jokowi.

Selain itu, lanjut Jokowi, peluang besar juga terbuka bagi pengembangan bahan bakar nabati, industri baterai litium, dan kendaraan listrik.

Jokowi menegaskan bahwa presidensi Indonesia untuk G20 di tahun 2022 akan memprioritaskan penguatan kerja sama perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

"Indonesia juga terus mendukung upaya para sahabat kami di kawasan Pasifik. Kita harus terus melakukan aksi bersama, kemitraan global yang nyata, dan bukan saling menyalahkan, apalagi menerapkan hambatan perdagangan dengan berdalih isu lingkungan," katanya.

Untuk diketahui, KTT Leaders Summit on Climate dibuka secara resmi oleh Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden AS Kamala Harris. Konferensi ini diikuti oleh 41 kepala negara/kepala pemerintahan/ketua organisasi internasional.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komnas Perempuan Dorong Pemerintah Segera Ratifikasi Protokol Operasional Menentang Penyiksaan

Komnas Perempuan Dorong Pemerintah Segera Ratifikasi Protokol Operasional Menentang Penyiksaan

Nasional
ICJR: Korban Pemerkosaan Briptu Nikmal Harus Dapat Pemulihan Maksimal

ICJR: Korban Pemerkosaan Briptu Nikmal Harus Dapat Pemulihan Maksimal

Nasional
154 Orang Positif Covid-19, Sekjen DPR: Klasternya Bukan di Kompleks Parlemen

154 Orang Positif Covid-19, Sekjen DPR: Klasternya Bukan di Kompleks Parlemen

Nasional
Polri Selidiki Dugaan Jual-Beli Foto Selfie KTP

Polri Selidiki Dugaan Jual-Beli Foto Selfie KTP

Nasional
Ketua Komisi X Dorong Mahasiswa Kedokteran Jadi Vaksinator untuk Percepat Vaksinasi Covid-19

Ketua Komisi X Dorong Mahasiswa Kedokteran Jadi Vaksinator untuk Percepat Vaksinasi Covid-19

Nasional
Kementerian PPPA Sebut RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Ditunggu Banyak Pihak

Kementerian PPPA Sebut RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Ditunggu Banyak Pihak

Nasional
Ini Motif Praktik Penyiksaan oleh Aparat Menurut Catatan Kontras

Ini Motif Praktik Penyiksaan oleh Aparat Menurut Catatan Kontras

Nasional
Komnas Perempuan Usul agar Peran Pemantauan Lembaga HAM Diperkuat

Komnas Perempuan Usul agar Peran Pemantauan Lembaga HAM Diperkuat

Nasional
Menko PMK: Pandemi Jadikan Kita Kuasai Pembelajaran Virtual

Menko PMK: Pandemi Jadikan Kita Kuasai Pembelajaran Virtual

Nasional
Kontras Temukan 80 Kasus Penyiksaan dan Penghukuman Kejam dalam Satu Tahun Terakhir

Kontras Temukan 80 Kasus Penyiksaan dan Penghukuman Kejam dalam Satu Tahun Terakhir

Nasional
Jokowi Minta Menteri hingga Kepala Daerah Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK

Jokowi Minta Menteri hingga Kepala Daerah Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK

Nasional
Pengisian Posisi Wakil Panglima TNI Dinilai Tak Urgen

Pengisian Posisi Wakil Panglima TNI Dinilai Tak Urgen

Nasional
Sekjen Parpol Koalisi Pemerintahan Bertemu, Bahas RUU yang Masuk Prolegnas Prioritas hingga Silaturahmi

Sekjen Parpol Koalisi Pemerintahan Bertemu, Bahas RUU yang Masuk Prolegnas Prioritas hingga Silaturahmi

Nasional
Jokowi: Penanganan Pandemi Covid-19 Butuh Kesamaan Frekuensi

Jokowi: Penanganan Pandemi Covid-19 Butuh Kesamaan Frekuensi

Nasional
Menkes: Berapa Lama Pandemi, Berapa Banyak yang Masuk RS, Itu Semua Tergantung Kita

Menkes: Berapa Lama Pandemi, Berapa Banyak yang Masuk RS, Itu Semua Tergantung Kita

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X