Nadiem: KH Hasyim Asy’ari adalah Kiai, Guru, dan Panutan dalam Sejarah Pendidikan Indonesia

Kompas.com - 21/04/2021, 15:26 WIB
Tangkapan layar Mendikbud Nadiem Makarim saat Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI. DOK. KOMPAS.com/DIAN IHSANTangkapan layar Mendikbud Nadiem Makarim saat Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, KH Hasyim Asy’ari merupakan seorang guru dan panutan dalam sejarah pendidikan di Indonesia.

Nadiem menyampaikan itu saat memberikan klarifikasi terkaiit tidak dicantumkannya nama tokoh pendiri Nadlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"KH Hasyim Asy’ari adalah kiai, guru, dan panutan yang telah menorehkan sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia,” ucap Nadiem dalam pernyataan videonya yang diunggah di Instagram @nadiemmakarim pada Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Kamus Sejarah Disusun 2017 Sebelum Saya Menteri

Nadiem juga menegaskan organisasi NU lahir menjadi organisasi islam terbesar di Tanah Air akibat pemikiran KH Hasyim Asy’ari.

Menurut dia, masyarakat berhak mengetahui tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam proses pembangunan bangsa ini.

"Dan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang lahir dari buah pemikiran beliau akan senantian menjadi pilar terpenting dalam setiap lini kemajuan bangsa," ucapnya.

Bahkan, Nadiem mengatakan Kemendikbud juga pernah membuat museum Hasyim Asy’ari di Jombang serta menerbitkan buku KH Hasyim Asyari Pengabdian Kiai Untuk Negeri.

Baca juga: Kemendikbud: Kamus Sejarah Indonesia Sudah Ditarik

Selain itu, Nadiem berharap proses penyempurnaan penyusunan Kamus Sejarah Indonesia dapat dilanjutkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga telah meminta tim di kemeneriannya untuk melibatkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak Nadlatul Ulama (NU).

"Saya perintahkan langsung tim kemendikbud untuk melakukan penyempurnaan kamus yang sempat terhenti dilanjutkan dengan lebih cermat secara teknis dan lebih mewadahi masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk NU," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Kamus Sejarah Indonesia menjadi kontroversi karena tidak adanya keterangan terkait kiprah pendiri Nahdlatul Ulama Hasyim Asy'ari.

Padahal, Hasyim Asy'ari dikenal sebagai pahlawan nasional yang mendorong tercapainya kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: KH Hasyim Asy’ari Tak Ada dalam Draf Kamus Sejarah, Kemendikbud Akui Kealpaan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X