Aksi Anti-Asia di AS, WNI di Luar Negeri Diimbau Melapor apabila Dirinya Terancam

Kompas.com - 08/04/2021, 13:27 WIB
Para aktivis sosial berjalan dari San Gabriel City Hall ke Alhambra City Hall di California, Amerika Serikat, Jumat (26/3/2021), dalam demo untuk menghentikan kebencian terhadap orang Asia. AFP PHOTO/FREDERIC J BROWNPara aktivis sosial berjalan dari San Gabriel City Hall ke Alhambra City Hall di California, Amerika Serikat, Jumat (26/3/2021), dalam demo untuk menghentikan kebencian terhadap orang Asia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (WNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha mengimbau WNI di luar Indonesia melapor apabila mendapatkan perlakuan kasar atau sentimen negatif yang membahayakan dirinya.

Terlebih lagi, saat ini di Amerika Serikat (AS) tengah marak aksi kekerasan bermotif rasialisme terhadap orang-orang Asia.

"Untuk mendapatkan pelindungan, WNI yang sedang berada di luar Indonesia diimbau melaporkan diri yang dapat dilakukan secara daring melalui portal peduli WNI," kata Judha, dikutip dari situs Kemeblu, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Trending Stop Asian Hate di Twitter, Apa yang Terjadi?

Judha mengatakan, perwakilan negara di luar negeri seperti Konsulat Jenderal RI (KJRI) merupakan kehadiran pemerintah untuk melindungi WNI di sana.

Dengan lapor diri, kata dia, maka pemerintah dapat mengetahui keberadaan WNI di suatu wilayah dan memberikan pelindungan.

"Kami dapat memberikan pelindungan sekiranya terjadi situasi darurat, force majeur, atau bencana lainnya," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Konsul Jenderal RI San Francisco, AS, Simon D.I. Soekarno mengimbau kepada masyarakat dan diaspora Indonesia di wilayanya untuk tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaannya.

Hal tersebut menyusul maraknya aksi kekerasan bermotif rasial terhadap komunitas Asia di negara tersebut.

Baca juga: Biden Kecam Kejahatan Rasial Asia-Amerika Selama Pandemi Covid-19

"Masyarakat diharapkan tidak bepergian sendiri dan diminta tidak ragu melapor kepada aparat setempat maupun KJRI atau Perwakilan RI terdekat jika menghadapi gangguan atau kekerasan bermotif rasial," ucap Simon.

Diketahui, belakangan peristiwa penyerangan terhadap warga Asia di Amerika tengah menjadi isu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rektor UPN Veteran Jakarta Diminta Investigasi Penyebab Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Rektor UPN Veteran Jakarta Diminta Investigasi Penyebab Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Nasional
Tanggapi Putusan MK Soal UU Cipta Kerja, Jimly Sebut 2 UU Perlu Direvisi

Tanggapi Putusan MK Soal UU Cipta Kerja, Jimly Sebut 2 UU Perlu Direvisi

Nasional
Saat Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu: Buat Main Drum dan Motor-motoran

Saat Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu: Buat Main Drum dan Motor-motoran

Nasional
4 Fakta Seputar Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire

4 Fakta Seputar Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire

Nasional
Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Tindak Pidana Terorisme Hari Ini

Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Tindak Pidana Terorisme Hari Ini

Nasional
Menko PMK Minta Masukan PGI Soal Kebijakan Libur Nataru

Menko PMK Minta Masukan PGI Soal Kebijakan Libur Nataru

Nasional
Saat Menag Ungkap Kesiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Belum Pastinya Haji dari Indonesia

Saat Menag Ungkap Kesiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Belum Pastinya Haji dari Indonesia

Nasional
UPDATE: 297 Kasus Harian Covid-19 dan 3 Skenario Pemerintah Terkait Gelombang Ketiga

UPDATE: 297 Kasus Harian Covid-19 dan 3 Skenario Pemerintah Terkait Gelombang Ketiga

Nasional
[POPULER NASIONAL] Sahroni Diminta Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E | Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

[POPULER NASIONAL] Sahroni Diminta Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E | Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

Nasional
DPR Berencana Revisi UU PPP, Pakar: Perintah MK Perbaiki UU Cipta Kerja

DPR Berencana Revisi UU PPP, Pakar: Perintah MK Perbaiki UU Cipta Kerja

Nasional
Varian Omicron Disebut Dapat Menular ke Penyintas Covid-19, Satgas: Jangan Panik, Hati-hati

Varian Omicron Disebut Dapat Menular ke Penyintas Covid-19, Satgas: Jangan Panik, Hati-hati

Nasional
Pegawai KPI Mulai Work from Home untuk Pulihkan Trauma

Pegawai KPI Mulai Work from Home untuk Pulihkan Trauma

Nasional
Gesekan antara TNI-Polri Tidak Perlu Terjadi jika...

Gesekan antara TNI-Polri Tidak Perlu Terjadi jika...

Nasional
Kaji Tata Kelola Pupuk, Ombudsman Temukan 5 Potensi Malaadministrasi

Kaji Tata Kelola Pupuk, Ombudsman Temukan 5 Potensi Malaadministrasi

Nasional
Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Pemulihan Ekonomi, BI Laksanakan Program Strategis dan 4 Transformasi

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Pemulihan Ekonomi, BI Laksanakan Program Strategis dan 4 Transformasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.