Kompas.com - 20/03/2021, 06:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai, partisipasi dari organisasi masyarakat (ormas) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) sangat diperlukan untuk memenangkan Pemilu 2024.

Untuk itu, usai melantik kepengurusan MKGR periode 2020-2025, Airlangga mempertanyakan kembali kesediaan dan kesiapan MKGR guna mewujudkan pemenangan Pemilu.

"Partisipasi MKGR diperlukan agar kita bisa memenangi pemilihan legislatif (pileg), pemilihan presiden (pilpres), dan pemilihan kepala daerah (pilkada) di tahun 2024," kata Airlangga dalam acara pelantikan yang dipantau secara daring, Jumat (19/3/2021) malam.

"Apakah saudara siap memenangkan Pileg 2024? Apakah saudara-saudara siap memenangkan pilpres 2024? Apakah saudara-saudara siap memenangi pilkada 2024? Alhamdulillah," ujar dia, diiringi jawaban para peserta yang menyatakan siap memenangkan pemilu.

Baca juga: Waketum Golkar: Aspirasi Kader Ingin Airlangga Jadi Capres 2024

Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan sejumlah hal dalam strategi memenangkan Pemilu 2024.

Menurut dia, Partai Golkar mampu memenangkan pemilu apabila berhasil meraih dukungan suara dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Untuk itu, dia meminta seluruh jajaran partainya agar bersatu padu memprioritaskan suara dari masyarakat khususnya mereka yang bergerak di bidang UMKM.

"Jadi bagaimana Partai Golkar melalui MKGR, dan ormas Kosgoro maupun Soksi bisa memperoleh suara dari UMKM," ucapnya.

Airlangga juga menjelaskan mengapai partainya perlu meraih lebih banyak suara dari UMKM.

Sebab, ia melihat bahwa selama masa pandemi, sektor UMKM mampu menjadi penopang kestabilan perekonomian.

Baca juga: Tutup Rapimnas Golkar, Airlangga Tegaskan Tolak Revisi UU Pemilu

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan bagi Polisi saat Melakukan Penggeledahan

Larangan bagi Polisi saat Melakukan Penggeledahan

Nasional
Tanggal 27 Mei Memperingati Hari Apa?

Tanggal 27 Mei Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 25 Mei Memperingati Hari Apa?

Tanggal 25 Mei Memperingati Hari Apa?

Nasional
Upaya Paksa Kepolisian dalam Penyidikan Tindak Pidana

Upaya Paksa Kepolisian dalam Penyidikan Tindak Pidana

Nasional
Tanggal 26 Mei Memperingati Hari Apa?

Tanggal 26 Mei Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 24 Mei Memperingati Hari Apa?

Tanggal 24 Mei Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tahapan Dalam Proses Peradilan Pidana

Tahapan Dalam Proses Peradilan Pidana

Nasional
Kapabilitas Nasional dan Internasional dalam Sistem Politik

Kapabilitas Nasional dan Internasional dalam Sistem Politik

Nasional
Kapabilitas Simbolik dalam Sistem Politik

Kapabilitas Simbolik dalam Sistem Politik

Nasional
3 Jenis Acara Pemeriksaan Persidangan Perkara Pidana

3 Jenis Acara Pemeriksaan Persidangan Perkara Pidana

Nasional
Kapabilitas Responsif dalam Sistem Politik

Kapabilitas Responsif dalam Sistem Politik

Nasional
Kapabilitas Regulatif dalam Sistem Politik

Kapabilitas Regulatif dalam Sistem Politik

Nasional
Diskresi dalam Penegakan Hukum: Pengertian, Contoh dan Masalahnya

Diskresi dalam Penegakan Hukum: Pengertian, Contoh dan Masalahnya

Nasional
Terawan: Saya Bersaksi Achmad Yurianto Orang Baik...

Terawan: Saya Bersaksi Achmad Yurianto Orang Baik...

Nasional
Jokowi Sebut Indonesia Sudah Tidak Impor Beras Selama 3 Tahun

Jokowi Sebut Indonesia Sudah Tidak Impor Beras Selama 3 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.