Ketua Satgas: Satu Menit Saja Lengah, Kita Bisa Terpapar Covid-19

Kompas.com - 16/03/2021, 18:01 WIB
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo memberikan keterangan pers di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKetua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo memberikan keterangan pers di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah potensi terpapar Covid-19.

Doni mengatakan, dirinya pun tak luput dari paparan Covid-19 meskipun telah disiplin dengan selalu menggunakan masker, termasuk ketika sedang tidur.

"Saya adalah orang yang sangat disiplin menjaga protokol kesehatan, saya tidak pernah melepas masker saya. Bahkan di kediaman Gubernur Sulawesi Barat saya tidur menggunakan masker tapi tetap kena Covid," kata Doni dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Selasa (16/3/2021).

"Jadi, jangankan cuma satu jam pak, satu menit saja kita lengah kita bisa terpapar Covid," ujar Doni.

Baca juga: Kemenkes: Sertifikat Vaksin Covid-19 Belum Jadi Syarat Pelaku Perjalanan

Doni menuturkan, kepatuhan terhadap protokol kesehatan pun tidak boleh kendur meski sudah mengikuti vaksinasi karena peluang terpapar Covid-19 masih mengintai.

Oleh sebab itu, Doni menegaskan, kampanye tentang perubahan perilaku yang dijalankan oleh pemerintah harus agar terus berjalan demi menciptakan masyarakat yang disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan, hal itu penting karena masih ada 17 persen warga Indonesia yang tidak percaya dan menganggap Covid-19 sebagai rekayasa dan konspirasi.

"Ini adalah kewajiban kita semua untuk melakukan berbagai langkah agar masyarakat sadar bahwa Covid ini sangat mematikan, Covid ini sangat berbahaya," kata Doni.

Baca juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Barang Penanganan Covid-19 di Bandung Barat

Diketahui, Doni sempat dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes swab PCR yang dilakukannya pada Jumat (22/1/2021) lalu.

Ia meyakini tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker.

Doni baru dinyatakan sembuh hampir tiga pekan setelahnya berdasarkan tes PCR yang dilakukan pada Jumat (12/2/2021).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.