PDI-P Ingin Ada Dialog Partai Politik Asia Afrika, Siap Jadi Tuan Rumah

Kompas.com - 04/03/2021, 09:46 WIB
Pertemuan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto dengan Duta Besar Suriah Abdul Mu’nim Annan, di kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2021). Nicholas Ryan AdityaPertemuan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto dengan Duta Besar Suriah Abdul Mu’nim Annan, di kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan, PDI-P siap menjadi tuan rumah dialog partai politik seluruh Asia dan Afrika.

Menurutnya, dialog partai politik merupakan langkah lanjut dari semangat Dasa Sila Bandung dalam Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955.

"Dialog partai politik lintas benua ini merupakan ajakan untuk membangun peradaban dan perdamaian yang bermartabat. Ini sebagai langkah lanjut yang sejalan dengan semangat Dasa Sila Bandung," kata Hasto, dalam keterangannya, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: PDI-P Belum Pikirkan Kandidat Pengganti Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Ia menjelaskan, Dasa Sila Bandung adalah hasil KAA 1955 yang digagas oleh Presiden Soekarno dan para pendiri bangsa.

Lanjut dia, Dasa Sila Bandung telah menyatukan negara-negara di Asia-Afrika untuk bersatu-padu dan lepas dari penjajahan serta kolonialisme.

Kesiapan tersebut disampaikan Hasto saat menerima serta berdiskusi dengan Duta Besar Suriah Abdul Mu’nim Annan, di kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2021) sore.

Sementara itu, Dubes Annan menilai, PDI-P adalah partai yang memiliki roh ideologis dan berakar kuat di masyarakat.

Dubes Annan meyakini PDI-P akan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang kuat dan aktif terlibat di kancah diplomasi Internasional.

Di sisi lain, Annan juga menyampaikan soal keamanan Suriah.

Ia menyampaikan keluhannya soal media massa yang cenderung melakukan distorsi pemberitaan terhadap situasi yang sebenarnya di Suriah.

“Kondisi Suriah tahun 2010 adalah Suriah yang modern dengan 65 persen kelas menengah. Pendidikan, kesehatan, air dan lainnya disediakan secara gratis oleh pemerintah," papar Annan.

"Semua itu hancur ketika tahun 2011, krisis dimulai dan Pemerintah terlibat dalam perang melawan terorisme," sambung dia.

Selain itu, Annan mengutarakan keinginan kerja sama dan undangan kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk berkunjung ke Damaskus.

Dia memastikan bahwa Damaskus aman untuk dikunjungi.

Gayung bersambut, Hasto menyatakan pihaknya menyambut baik tawaran kerja sama yang disampaikan.

Ia mengatakan, PDI-P terbuka untuk kerja sama dalam kerangka Party to Party Cooperation sebagai upaya bersama membangun peradaban.

Lanjutnya, kerja sama antar partai ini dapat dielaborasi lebih lanjut meliputi pelatihan kepemimpinan dan manajemen, kunjungan persahabatan, serta dialog antar pimpinan partai.

"Kami juga menawarkan bantuan partai untuk menjembatani komunikasi dengan pemerintah Indonesia," terang Hasto.

Baca juga: Konferensi Asia-Afrika, Saat Bandung Membuat Takjub Dunia...

Lebih jauh, Hasto bercerita soal demokrasi di Indonesia kepada Annan.

Menurutnya, demokrasi saat ini masih diwarnai praktik demokrasi liberal akibat krisis ekonomi tahun 1997 yang berdampak terjadinya reproduksi model demokrasi liberal.

Ia menilai, model demokrasi liberal itu sebenarnya tidak sesuai dengan Pancasila.

"Maka adalah tugas PDI Perjuangan untuk membumikan Pancasila, sehingga Pancasila tidak hanya jargon, tapi menjadi living ideology yang hidup dan berkembang di tengah rakyat,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

Nasional
Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Nasional
UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

Nasional
UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

Nasional
Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Nasional
UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

Nasional
Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Nasional
RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

Nasional
Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X