FSGI: 632 Santri Positif Covid Selepas Liburan Semester

Kompas.com - 23/02/2021, 13:44 WIB
Puluhan ambulans Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mengevakuasi ratusan pasien Covid-19 klaster pesantren ke lokasi isolasi darurat di Hotel Crown Tasikmalaya, Selasa (16/2/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPuluhan ambulans Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mengevakuasi ratusan pasien Covid-19 klaster pesantren ke lokasi isolasi darurat di Hotel Crown Tasikmalaya, Selasa (16/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melakukan pemantauan kasus Covid-19 di pondok pesantren (ponpes) selepas liburan semester ganjil tahun ajaran 2020/2021.

Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo mengatakan, pada Januari 2021, semester genap dimulai dan para santri kembali ke pondok untuk belajar tatap muka.

Menurut Heru, kurang dari 2 bulan, tercatat munculnya klaster Covid-19 di pondok pesantren di Tasikmalaya (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah), Bangka (Bangka Belitung), dan Pekanbaru (Riau).

Baca juga: Klaster Pesantren Tasikmalaya Bertambah, Total Santri Positif Corona Jadi 383 Orang

Ia mengatakan, pada Januari sampai pertengahan Februari 2021, tercatat 632 santri positif Covid-19 dari 6 pondok pesantren setelah liburan semester.

"Yang terbanyak kasus adalah ponpes di Kota Tasikmalaya yang mencapai 375 kasus; di Boyolali 88 santri tertular Covid-19; di Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, santri yang positif Covid mencapai 125 orang; dan sebanyak 44 orang di Ponpes Dar el Hikmah Pekanbaru, terpapar Covid-19," kata Heru dalam keterangan tertulis, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Heboh Puluhan Ambulans Konvoi, Ternyata Angkut 375 Santri Positif Covid-19 di Tasikmalaya

Ia mengatakan, saking banyaknya santri yang terpapar Covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Tasikmalaya menyediakan beberapa bangunan darurat isolasi untuk menampung 375 santri.

"Karena ruang isolasi di pesantren tak mencukupi. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya terpaksa memilah sesuai kondisi santri positif Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi darurat dan isolasi mandiri terpusat di lingkungan pesantrennya," ujar dia. 

Sebelumnya, hasil pemantauan FSGI pada September 2020 menunjukkan, 1.449 santri terkonfirmasi covid-19.

Baca juga: 44 Santri di Pekanbaru Terpapar Covid-19

Sementara itu, pada Oktober 2020 tercatat 700 santri positif covid-19 dan pada bulan November 2020 mencapai 940 santri.

"Total dari data yang dikumpulkan FSGI mencapai lebih dari 3.000 kasus Covid-19, hanya dari klaster pondok pesantren dalam 3 bulan saja pada 20 pondok pesantren," kata Wasekjen FSGI Fahriza Marta Tanjung.

Berdasarkan hal tersebut, FSGI meminta, Kementerian Agama (Kemenag) memastikan infrastruktur adaptasi kebiasaan baru (AKB) serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan sesuai AKB, sehingga mencegah munculnya klaster baru di pondok pesantren.

Selain itu, meminta pemda dan Satgas Covid-19 melakukan intervensi ponpes terkait kesiapan infrastruktur fisik maupun kesanggupan penerapan protokol kesehatan Covid-19 melalui pendekatan dan komunikasi yang baik.

Terakhir, FSGI meminta setiap pondok pesantren menerapkan kewajiban testing Covid-19 untuk seluruh santri, pengelola dan pengajar untuk memastikan para santri dalam keadaan sehat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X