Kompas.com - 02/02/2021, 17:51 WIB
Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung saat membawa ambulans yang mengangkut pasien positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) saat memasuki IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). Gubernur Anies Baswedan pada Sabtu pekan lalu mengatakan saat ini pasien terpapar Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala atau OTG akan dirawat di RSD Wisma Atlet, sebanyak 1.740 pasien Covid-19 yang dirawat inap hingga Rabu, 16 September 2020. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan menggunakan alat pelindung saat membawa ambulans yang mengangkut pasien positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) saat memasuki IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). Gubernur Anies Baswedan pada Sabtu pekan lalu mengatakan saat ini pasien terpapar Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala atau OTG akan dirawat di RSD Wisma Atlet, sebanyak 1.740 pasien Covid-19 yang dirawat inap hingga Rabu, 16 September 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga Selasa (2/2/2021), kini 58,49 persen.

Persentase tersebut mengalami penurunan dibanding beberapa hari belakangan ini.

"Kalau kita lihat minggu lalu, bahkan pernah 82 sampai 85 persen, kemudian turun 77 persen dan kemarin 58,7 persen dan hari ini 58,49 persen dari hunian yang disiapkan," ujar Koordinator RSD Covid-19 Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta, Selasa (2/2/2020).

Tugas menuturan, petugas sebelumnya berhasil memulangkan pasien dengan gejala ringan maupun sedang setelah melewati masa perawatan selama 15 hari.

Baca juga: Pasien Covid-19 Terus Membanjir, Depok Wacanakan Bentuk RS Darurat dan RS Khusus Covid-19

Sesuai pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mereka dipulangkan tiga hari setelah dinyatakan tidak lagi mempunyai gejala.

"Rata-rata dirawat di sana yang gejala ringan 15 hari, sesuai dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan dan ini dilakukan perawatan dengan baik sesuai standar yang sudah dibuat," kata Tugas.

Kendati mengalami penurunan jumlah penghuni, Tugas menyebut, rumah sakit dadakan tersebut tetap berkonsentrasi menangani pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang.

"Bahkan kita merawat yang berat, dipersiapkan untuk dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta. Untuk OTG ini memang kita siapkan di Tower 8 dan 9," imbuh dia.

Baca juga: Pemkot Bogor Mulai Operasikan RS Darurat di GOR Pajajaran

Berdasarkan data per Selasa (2/2/2021) pukul 08.00 WIB, ada 3.506 pasien yang tengah dirawat di rumah sakit tersebut.

3.506 pasien itu terdiri dari 1.804 laki-laki dan 1.702 perempuan. Mereka dirawat di empat tower, yakni Tower 4, 5, 6 dan 7. Adapun jumlah tempat tidur di keempat tower itu adalah 5.994 unit.

Hingga kini ada 2.488 tempat tidur yang masih tersisa atau 41,6 persen.

Sejak beroperasi 23 Maret 2020 hingga hari ini, akumulasi pasien yang dirawat di RS Wisma Atlet mencapai 56.235 orang.

Pasien yang sudah keluar sebanyak 52.729 orang dengan rincian 600 pasien dirujuk ke RS lain, 52.067 orang sembuh, dan 62 pasien meninggal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Ajak Masyarakat Berdoa untuk Pencarian KRI Nanggala-402

Jokowi Ajak Masyarakat Berdoa untuk Pencarian KRI Nanggala-402

Nasional
Jokowi: Pemerintah Seoptimal Mungkin Cari dan Selamatkan KRI Nanggala

Jokowi: Pemerintah Seoptimal Mungkin Cari dan Selamatkan KRI Nanggala

Nasional
UPDATE 22 April: 6.243 Kasus Baru Tersebar di 33 Provinsi, Jawa Barat Capai Tertinggi

UPDATE 22 April: 6.243 Kasus Baru Tersebar di 33 Provinsi, Jawa Barat Capai Tertinggi

Nasional
Jadi Syarat Umrah, Pemerintah Indonesia Desak China Segera Sertifikasi Vaksin Sinovac ke WHO

Jadi Syarat Umrah, Pemerintah Indonesia Desak China Segera Sertifikasi Vaksin Sinovac ke WHO

Nasional
Nadiem Makarim Minta Maaf ke PBNU

Nadiem Makarim Minta Maaf ke PBNU

Nasional
UPDATE 22 April: Tambah 78.593, Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 14.090.518

UPDATE 22 April: Tambah 78.593, Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 14.090.518

Nasional
Kemendagri: Kualitas Pelayanan Publik Harus Dirasakan Semua Kalangan Masyarakat

Kemendagri: Kualitas Pelayanan Publik Harus Dirasakan Semua Kalangan Masyarakat

Nasional
Kasus Investasi Ilegal EDCCash, Polisi Sita Miliaran Uang Tunai hingga Senjata Api

Kasus Investasi Ilegal EDCCash, Polisi Sita Miliaran Uang Tunai hingga Senjata Api

Nasional
Wapres Minta 2 Menteri Lobi Saudi dan China soal Jemaah Umrah dan Vaksin Sinovac Tersertifikasi WHO

Wapres Minta 2 Menteri Lobi Saudi dan China soal Jemaah Umrah dan Vaksin Sinovac Tersertifikasi WHO

Nasional
UPDATE 22 April: 6.488.197 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 11.432.711 Dosis Pertama

UPDATE 22 April: 6.488.197 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 11.432.711 Dosis Pertama

Nasional
Ketua MK: Saat Pandemi, Atensi Penyelenggara Negara Tegakkan Konstitusi Harus Ditingkatkan

Ketua MK: Saat Pandemi, Atensi Penyelenggara Negara Tegakkan Konstitusi Harus Ditingkatkan

Nasional
Satgas: Jika Tak Hati-hati, RI Bisa Alami Lonjakan Covid-19 Fatal

Satgas: Jika Tak Hati-hati, RI Bisa Alami Lonjakan Covid-19 Fatal

Nasional
UPDATE 22 April: Ada 63.422 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 April: Ada 63.422 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 April: Bertambah 5.993, Pasien Covid-19 yang Sembuh Jadi 1.626.812  Orang

UPDATE 22 April: Bertambah 5.993, Pasien Covid-19 yang Sembuh Jadi 1.626.812 Orang

Nasional
Ini Peran 6 Tersangka Kasus Investasi Ilegal EDCCash Menurut Polisi

Ini Peran 6 Tersangka Kasus Investasi Ilegal EDCCash Menurut Polisi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X