Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/02/2021, 14:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta Bank Syariah Indonesia menjadi bank yang universal dan inklusif.

Ia ingin agar Bank Syariah Indonesia lebih banyak menjangkau nasbah, tak sebatas umat Islam.

Hal ini Jokowi sampaikan dalam acara peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Mulai Beroperasi Hari Ini

 

Adapun Bank Syariah Indonesia merupakan penggabungan dari tiga bank syariah BUMN, yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah.

"Jadi jangan berpikir Bank Syariah Indonesia ini hanya untuk umat Muslim saja, yang non-Muslim pun juga harus diterima dan disambut baik menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia," kata Jokowi.

"Semua yang mau bertransaksi atau yang berinvestasi secara syariah harus disambut sebaik-baiknya," ucap dia. 

Tak hanya itu, untuk memperluas jangkauan nasbah, Jokowi juga meminta Bank Syariah Indonesia menarik minat generasi milenial.

Ia mengatakan, jumlah generasi muda di Indonesia saat ini sangat besar yakni mencapai 25,87 persen dari total 270 juta penduduk di Tanah Air.

Baca juga: Bagaimana Nasib Rekening dan Deposito Nasabah Bank Syariah BUMN Usai Merger?

Bank Syariah Indonesia juga diharapkan mampu memaksimalkan penggunaan teknologi digital agar dapat menjangkau seluruh kalangan.

"Keempat, produk dan layanan keuangan syariah dari BSI (Bank Syariah Indonesia) ini harus kompetitif, harus memenuhi kebutuhan berbagai segmen konsumen, mulai dari UMKM korporasi sampai retail dan mampu memfasilitasi nasabah agar cepat naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi negara kita Indonesia," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, sektor ekonomi syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun.

Berdasar data The State of Global Islamic Economy Indicator Report, tahun 2018 ekonomi syariah di Tanah Air menduduki peringkat ke-10 dunia.

Tahun 2019 peringkat ini naik di urutan ke-5, dan tahun 2020 naik di peringkat 4.

Di tengah krisis akibat pandemi Covid-19, menurut Jokowi, kinerja perbankan syariah Indonesia tetap mencatat pertumbuhan yang stabil.

Baca juga: Pasca-merger, BSI Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah

Bahkan, pertumbuhan bank syariah lebih tinggi dibandingkan dengan perbankan konvensional.

Dari sisi aset, perbankan syariah naik 10,97 persen secara tahunan. Sementara itu, kenaikan aset bank konvensional hanya 7,7 persen.

Terkait pertumbuhan dana pihak ketiga, perbankan syariah tumbuh 11,56 persen secara tahunan.

Angka ini sedikit di atas bank konvensional yang kenaikannya tumbuh mencapai 11,49 persen.

Baca juga: Tiga Bank Syariah Merger, Ini Perubahan Layanan Nasabah di Masa Transisi

Kemudian, dari sisi pembiayaan, perbankan syariah tumbuh 9,42 persen secara tahunan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan bank konvensional yang hanya tumbuh 0,55 persen.

Dengan adanya indikator-indikator tersebut, Jokowi yakin ekonomi syariah di Tanah Air akan tumbuh sangat cepat.

"Akan berkontribusi besar dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan masyarakat kita," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Memudarnya Upaya Konsolidasi Demokrasi dan Semangat Antikorupsi

Memudarnya Upaya Konsolidasi Demokrasi dan Semangat Antikorupsi

Nasional
IDAI: Kanker pada Anak Tak Dapat Dicegah, tetapi Bisa Disembuhkan

IDAI: Kanker pada Anak Tak Dapat Dicegah, tetapi Bisa Disembuhkan

Nasional
KPK: Untuk Penasihat Hukum Lukas Enembe, Stop Narasi Kontraproduktif

KPK: Untuk Penasihat Hukum Lukas Enembe, Stop Narasi Kontraproduktif

Nasional
Lukas Enembe Minta Berobat ke Singapura, KPK: RSPAD Masih Memadai Sejauh Ini

Lukas Enembe Minta Berobat ke Singapura, KPK: RSPAD Masih Memadai Sejauh Ini

Nasional
KPK: Tak Ada yang Dijanjikan ke Lukas Enembe

KPK: Tak Ada yang Dijanjikan ke Lukas Enembe

Nasional
Selain Anies, Prabowo dan Gatot Nurmantyo Akan Diundang ke Rakernas Partai Ummat

Selain Anies, Prabowo dan Gatot Nurmantyo Akan Diundang ke Rakernas Partai Ummat

Nasional
IDAI Ungkap Penyebab Rendahnya Angka Harapan Hidup Anak Pengidap Kanker di Indonesia

IDAI Ungkap Penyebab Rendahnya Angka Harapan Hidup Anak Pengidap Kanker di Indonesia

Nasional
Ini Gejala Umum Kanker pada Anak Menurut IDAI

Ini Gejala Umum Kanker pada Anak Menurut IDAI

Nasional
UPDATE 4 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 186, Totalnya Jadi  6.730.964

UPDATE 4 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 186, Totalnya Jadi 6.730.964

Nasional
Jadi Bakal Capres Favorit Partai Ummat, Anies Diundang ke Rakernas

Jadi Bakal Capres Favorit Partai Ummat, Anies Diundang ke Rakernas

Nasional
Polri: Hoaks, Video Tentara China Dijemput Mobil Polisi

Polri: Hoaks, Video Tentara China Dijemput Mobil Polisi

Nasional
Ribuan Anak Indonesia Idap Kanker Sepanjang 2022, Paling Banyak Leukimia

Ribuan Anak Indonesia Idap Kanker Sepanjang 2022, Paling Banyak Leukimia

Nasional
Kunjungi Menhan Turki, Prabowo Tandatangani Rencana Aksi Kerja Sama Pertahanan

Kunjungi Menhan Turki, Prabowo Tandatangani Rencana Aksi Kerja Sama Pertahanan

Nasional
Kementerian KP Latih Peserta Didik lewat Festival Kewirausahaan

Kementerian KP Latih Peserta Didik lewat Festival Kewirausahaan

Nasional
Anak Buah Sambo Beberkan Budaya Sulit Tolak Perintah Atasan, Kompolnas: Sekarang Bukan Zaman Orde Baru

Anak Buah Sambo Beberkan Budaya Sulit Tolak Perintah Atasan, Kompolnas: Sekarang Bukan Zaman Orde Baru

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.