Kompas.com - 24/01/2021, 08:31 WIB
Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (29/12/2020). DOKUMENTASI BNPBKetua Satgas Covid-19 Doni Monardo dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (29/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penularan kasus Covid-19 terus terjadi di Indonesia. Virus ini menyebar ke berbagai kalangan dan kelompok usia.

Kabar terbaru, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni  Monardo mengumumkan dirinya positif Covid-19.

Ia melakukan tes swab PCR pada Jumat (22/1/2021) malam dan dinyatakan positif Covid-19 keesokan harinya.

"Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif Covid-19 dengan CT Value 25," kata Doni Monardo dalam keterangan pers, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Doni Monardo Menduga Tertular Covid-19 Saat Makan, Imbau Hindari Makan Bersama

Doni mengaku tidak merasakan gejala apa pun.

Ia pun kini menjalani isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan bencana alam di berbagai daerah. 

"Saya sama sekali tidak merasakan gejala apa pun dan pagi ini tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki 8 kilometer," ujar dia. 

Menurut Doni, aktivitasnya selama sepekan terakhir memang padat. Ia memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan.

Salah satu staf Doni yang ikut mendampingi kunjungan kerja di Sulbar dan Kalsel pun dinyatakan positif Covid-19.

Tertular saat makan

Doni menduga, ia tertular Covid-19 ketika makan.

Sebab, Doni mengaku selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Namun, ketika makan, masker terpaksa dilepas.

“Jadi saya yakin pada saat melepas masker dan makan itulah saya tertular," ujar dia.

Baca juga: Sama-sama Terinfeksi Covid-19, Ini Beda Sikap Doni Monardo dan Airlangga Hartarto 

Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain demi mencegah penularan virus.

"Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah tertular atau menulari. Untuk sementara, makan bisa sendiri atau terpisah dari orang lain," kata dia. 

Doni juga meminta masyarakat agar tetap hati-hati dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Covid-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular," ucap Doni Monardo.

"Dengan kejadian ini, saya meminta masyarakat agar jangan kendur dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," kata dia.

Perkembangan Covid-19 di Indonesia

Secara keseluruhan, pada Sabtu (23/1/2021), penambahan 12.191 kasus baru Covid-19 dalam sehari.

Penambahan itu menyebabkan kasus Covid-19 di Tanah Air kini mencapai 977.474 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Baca juga: Positif Covid-19, Doni Monardo Belum Pernah Divaksin

Informasi ini disampaikan Satgas Covid-19 melalui data yang diterima wartawan pada Sabtu sore. Data juga bisa diakses publik melalui situs covid19.go.id.

Penambahan kasus baru terjadi di 34 provinsi. Penambahan tertinggi ada di DKI Jakarta sebanyak 3.285 kasus dalam sehari, disusul Jawa Tengah sebanyak 1.875 kasus.

Kemudian, Jawa Barat dengan 1.809 kasus, Jawa Timur dengan 919 kasus, dan Kalimantan Timur dengan 609 kasus.

Selain itu, berdasarkan data yang sama, ada penambahan 9.912 pasien Covid-19 sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona.

Baca juga: Positif Covid-19, Doni Monardo Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Mereka dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh kini berjumlah 791.059 orang sejak awal pandemi.

Akan tetapi, kabar duka juga disampaikan pemerintah dengan adanya penambahan kasus kematian akibat Covid-19.

Dalam 24 jam terakhir, dilaporkan ada 211 pasien Covid-19 yang tutup usia, sehingga total pasien Covid-19 yang meninggal dunia mencapai 27.664 orang di masa pandemi.

Dengan data tersebut, saat ini tercatat ada 158.751 kasus aktif Covid-19.

Adapun kasus aktif adalah pasien yang masih positif virus corona dan menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Pemerintah juga memperlihatkan bahwa saat ini ada 83.190 orang berstatus suspek.

Kasus baru yang didapat pemerintah pada 22-23 Januari 2021 didapat setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 68.343 spesimen dalam sehari.

Baca juga: Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto Positif Covid-19

Dalam periode itu, pemerintah juga mencatat ada 42.987 orang yang diambil sampelnya untuk pemeriksaan spesimen.

Secara kumulatif, pemerintah telah memeriksa 8.706.505 spesimen Covid-19 dari 5.813.504 orang yang diambil sampelnya.

Dengan catatan, satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas: Kita Menang atas Pandemi jika Seluruh Negara Terbebas Covid-19

Satgas: Kita Menang atas Pandemi jika Seluruh Negara Terbebas Covid-19

Nasional
Kriteria Subjek Uji Vaksin Nusantara, Belum Pernah Terpapar Virus Corona dan Divaksinasi

Kriteria Subjek Uji Vaksin Nusantara, Belum Pernah Terpapar Virus Corona dan Divaksinasi

Nasional
'Reshuffle Jangan Politik Dagang Sapi Lagi, Ini Sudah Periode Kedua...'

"Reshuffle Jangan Politik Dagang Sapi Lagi, Ini Sudah Periode Kedua..."

Nasional
Akhir Polemik Kewarganegaraan Orient Riwu, Diskualifikasi hingga Pemungutan Suara Ulang

Akhir Polemik Kewarganegaraan Orient Riwu, Diskualifikasi hingga Pemungutan Suara Ulang

Nasional
Satgas: Jika Penuhi Kriteria BPOM, Pemerintah Akan Dukung Vaksin Nusantara

Satgas: Jika Penuhi Kriteria BPOM, Pemerintah Akan Dukung Vaksin Nusantara

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 Dunia Naik 9 Persen, Salah Satunya Dipengaruhi Lonjakan di India

Satgas: Kasus Covid-19 Dunia Naik 9 Persen, Salah Satunya Dipengaruhi Lonjakan di India

Nasional
Perwakilan Arsitek dan Organisasi Profesi Konstruksi Minta Pembangunan Ibu Kota Negara Tak Tergesa-gesa

Perwakilan Arsitek dan Organisasi Profesi Konstruksi Minta Pembangunan Ibu Kota Negara Tak Tergesa-gesa

Nasional
Satgas: Pengembangan Vaksin Merah Putih Tetap Berjalan meski Kemenristek Dilebur

Satgas: Pengembangan Vaksin Merah Putih Tetap Berjalan meski Kemenristek Dilebur

Nasional
Merespons Pernyataan Ganjar, Satgas Tegaskan Larangan Mudik Berlaku 6-17 Mei

Merespons Pernyataan Ganjar, Satgas Tegaskan Larangan Mudik Berlaku 6-17 Mei

Nasional
KRI Tanjung Kambani-971 Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

KRI Tanjung Kambani-971 Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

Nasional
Konstruksi Perkara Dugaan Suap yang Menjerat Anggota dan Eks Anggota DPRD Jabar

Konstruksi Perkara Dugaan Suap yang Menjerat Anggota dan Eks Anggota DPRD Jabar

Nasional
[POPULER NASIONAL] Relawan Uji Klinis Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan | Penyuntikan Vaksin Nusantara di RSPAD Tak Berkaitan dengan BPOM

[POPULER NASIONAL] Relawan Uji Klinis Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan | Penyuntikan Vaksin Nusantara di RSPAD Tak Berkaitan dengan BPOM

Nasional
Panglima TNI: Dharma Pertiwi Turut Berpartisipasi dalam Pembangunan Nasional

Panglima TNI: Dharma Pertiwi Turut Berpartisipasi dalam Pembangunan Nasional

Nasional
Kalapas Gunung Sindur: Napi Teroris Awalnya Hormat Bendera Saja Tidak Mau

Kalapas Gunung Sindur: Napi Teroris Awalnya Hormat Bendera Saja Tidak Mau

Nasional
Dua Tersangka Kasus Korupsi di Bakamla Segera Disidang

Dua Tersangka Kasus Korupsi di Bakamla Segera Disidang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X