Kelalaian Raffi Ahmad Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 yang Berujung Teguran Istana

Kompas.com - 15/01/2021, 08:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis sekaligus influencer, Raffi Ahmad ramai diperbincangkan warganet pada Rabu (13/1/2021) dan Kamis (14/1/2021).

Pada Rabu pagi, Raffi dibicarakan karena menjadi wakil anak muda yang mendapat kesempatan suntik vaksin Covid-19 perdana bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan.

Namun, pada Rabu malam, warganet menyoroti tindakan Raffi yang datang ke pesta dan tampak tidak mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Polisi: Raffi Ahmad dan Istri, serta Gading Marten Ada di Acara Diduga Langgar Prokes Covid-19

Raffi dikritik karena terlihat berkerumun dan tidak memakai masker setelah disuntik vaksin Covid-19.

Hal itu tampak dari unggahan instagram selebgram Anya Geraldine dan instagram Raffi sendiri @raffinagita1717.

Unggahan tersebut memancing sejumlah komentar termasuk dari aktris sekaligus penyanyi, Sherina Munaf.

Sherina yang sebelumnya sempat mengunggah kisah suaminya yang harus mengisolasi diri karena kontak erat dengan penderita Covid-19 menyayangkan tindakan Raffi tersebut.

Ia mengatakan bahwa Raffi Ahmad sebagai penerima vaksin Covid-19 pertama harusnya dapat menjadi contoh baik penerapan protokol kesehatan.

Ditegur Istana

Pihak Istana Kepresidenan mengaku telah menegur artis Raffi Ahmad lantaran tak menerapkan protokol kesehatan beberapa jam setelah menerima vaksinasi perdana bersama Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh lainnya.

Baca juga: Buntut Viral Foto Raffi Ahmad Langgar Prokes Setelah Divaksin, Minta Maaf hingga Penjelasan Polisi

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, pihaknya telah meminta Raffi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus.

"Sudah dinasihati, diingatkan kembali oleh tim komunikasi Covid-19 agar menaati protokol kesehatan," kata Heru saat dihubungi, Kamis (14/1/2021).

Heru pun berterima kasih atas informasi yang disampaikan masyarakat terkait kejadian ini.

Raffi sampaikan permintaan maaf

Pada Kamis, Raffi menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya menghadiri pesta dan tidak mematuhi protokol kesehatan pada Rabu malam.

Permintaan maaf itu ditujukan kepada Presiden Jokowi, Sekretariat Presiden, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) dan masyarakat Indonesia.

"Permohonan maaf dan klarifikasi Terkait peristiwa tadi malam. Di mana saya terlihat berkumpul dengan teman-teman tanpa memakai masker dan tanpa jaga jarak," ujar Raffi dalam unggahan Instagram resminya @raffinagita.

"Pertama saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi, Sekretariat Presiden, KPC PEN, dan juga kepada seluruh masyarakat Indonesia atas peristiwa tersebut," tutur dia.

Baca juga: Berkumpul Tanpa Masker Usai Vaksinasi Covid-19, Raffi Ahmad Minta Maaf ke Jokowi

Raffi jujur mengakui bahwa peristiwa datang ke pesta dan tidak menjaga jarak pada Rabu malam merupakan murni keteledorannya.

Dia pun mengaku salah atas tindakannya itu.

Ke depannya, Raffi berjanji akan lebih menaati protokol kesehatan, terutama menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

"Saya juga berharap teman-teman dan seluruh masyarakat Indonesia agar terus menjalankan protokol kesehatan, meskipun vaksinasi sedang berjalan. Vaksin dan protokol kesehatan adalah satu kesatuan," kata Raffi.

Ayah satu anak ini pun menyampaikan terima kasih untuk warganet dan masyarakat yang sudah mengingatkan kekeliruannya.

"Saya harap kita terus saling koreksi demi kesehatan kita, orang-orang yang kita sayangi dan buat Indonesia," ucap dia.

Baca juga: Ahok Terlihat di Pesta dengan Raffi Ahmad, Istana: Tokoh Publik Harus Jadi Contoh Masyarakat

Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sudah meminta Raffi memperbaiki perilaku dan lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Setelah kejadian tentunya kami berkomunikasi dengan tim komunikasi Covid-19. Prof Wiku dan kawan-kawan sudah menegur Raffi untuk memperbaiki," ujar Heru di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

"Tadi saya sampaikan harus lebih ditingkatkan lagi disiplin protokol kesehatan bagi yang sudah disuntik (vaksin). Mas Raffi ya harus lebih disiplin lagi," kata Heru.

Dengan demikian, menurut Heru, Raffi dapat menyosialisasikan kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan masker dan menjaga jarak meski sudah disuntik vaksin.

"Itu tujuan Istana," ucap dia.

Baca juga: Raffi Ahmad Foto Tanpa Masker Usai Vaksin Covid-19, Dokter Tirta: Para Nakes Kecewa

Terkait kejadian tersebut, Raffi telah menyampaikan permintaan maaf. Menurut Heru, permintaan maaf disampaikan Raffi kepada Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Nasihat Kemenkes

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi ikut menanggapi beredarnya foto-foto Raffi Ahmad menghadiri pesta usai disuntik vaksin Covid-19.

Menurut Nadia, Raffi sebaiknya tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Seharusnya tetap menjalankan protokol kesehatan. Sebab walau sudah divaksinasi, itu tidak cukup melindungi kita," ujar Nadia saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (14/1/2021).

Nadia pun mengingatkan, apabila sudah disuntik vaksin, tubuh masih memerlukan waktu untuk dapat membuat antibodi sehingga harus tetap menjalankan protokol kesehatan. 

Nadia pun menjelaskan alasan penunjukkan Raffi Ahmad sebagai salah satu individu yang mendapat suntikan vaksin pertama.

Baca juga: Jadi Polemik, Kemenkes Jelaskan Alasan Tunjuk Raffi Ahmad Jadi Peserta Vaksinasi Perdana

Menurut Nadia, Raffi terpilih untuk mewakili anak muda dan sebagai influencer. "Ini bukan hanya keutusan Kemenkes tapi bersama KPC-PEN ya," kata dia.

Ahok juga disorot warganet

Selain Raffi Ahmad, Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga menjadi perbincangan warganet karena menghadiri pesta yang sama.

Jika Raffi dikritik karena tidak menerapkan protokol kesehatan usai disuntik vaksin Covid-19, Ahok juga diperbincangkan karena sempat tampak melepas masker saat bernyanyi dalam acara pesta ulang tahun pembalap sekaligus pengusaha Ricardo Gelael itu.

Menanggapi hadirnya Ahok yang merupakan Komisaris BUMN dan tokoh publik, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, tokoh publik sebaiknya menjadi contoh bagi masyarakat.

Terlebih, saat ini kondisi pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda membaik.

"Selama pandami Covid-19 yang meningkat, maka sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah yang tidak perlu kecuali ke kantor," ujar Heru ketika dikonfirmasi, Kamis (14/1/2021).

"Dan (tokoh publik) harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat," kata dia.

Baca juga: Acara yang Dihadiri Raffi Ahmad Tak Ada Izin dari Pihak Kepolisian

Sebagaimana diketahui, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda membaik.

Pada Kamis, Indonesia kembali mencatatkan kasus harian Covid-19 tertinggi sejak virus corona terdeteksi masuk di Tanah Air pada 2 Maret 2020.

Berdasarkan laporan harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, pada Kamis, Indonesia melaporkan 11.557 kasus baru infeksi Covid-19 yang terkonfirmasi positif.

Jumlah ini kembali melampaui rekor tertinggi kasus baru harian Covid-19 di Indonesia yang sebelumnya pernah tercatat, yakni sebanyak 11.278 kasus pada Rabu (13/1/2021).


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu: Gugatan Sengketa Partai Republiku, PKP, Prima, dan Parsindo Tak Bisa Diterima

Bawaslu: Gugatan Sengketa Partai Republiku, PKP, Prima, dan Parsindo Tak Bisa Diterima

Nasional
Arahan Jokowi ke Relawan Soal Pilih Presiden: Dari yang Senang Blusukan hingga Rambut Penuh Uban

Arahan Jokowi ke Relawan Soal Pilih Presiden: Dari yang Senang Blusukan hingga Rambut Penuh Uban

Nasional
Jokowi Lempar Jaket G20, Relawan Heboh Berebutan

Jokowi Lempar Jaket G20, Relawan Heboh Berebutan

Nasional
BNPB: Korban Hilang Gempa Cianjur Terisa 14 Orang

BNPB: Korban Hilang Gempa Cianjur Terisa 14 Orang

Nasional
Korban Gempa Cianjur Masih Bertambah: 318 Meninggal, 7.729 Luka-Luka

Korban Gempa Cianjur Masih Bertambah: 318 Meninggal, 7.729 Luka-Luka

Nasional
Cerita Jokowi yang Tak Minder Saat Bersalaman dengan Para Pemimpin G20

Cerita Jokowi yang Tak Minder Saat Bersalaman dengan Para Pemimpin G20

Nasional
BERITA FOTO: Relawan Jokowi Deklarasikan ''2024 Manut Jokowi''

BERITA FOTO: Relawan Jokowi Deklarasikan ''2024 Manut Jokowi''

Nasional
Lima Hari Pasca-gempa Cianjur, 73.525 Jiwa Masih Mengungsi

Lima Hari Pasca-gempa Cianjur, 73.525 Jiwa Masih Mengungsi

Nasional
Respons Pengacara Ferdy Sambo soal Isu Belanja Bulanan Kliennya Capai Rp 600 Juta

Respons Pengacara Ferdy Sambo soal Isu Belanja Bulanan Kliennya Capai Rp 600 Juta

Nasional
BERITA FOTO: Jokowi Temu Kangen Ribuan Relawan Se-Indonesia di GBK

BERITA FOTO: Jokowi Temu Kangen Ribuan Relawan Se-Indonesia di GBK

Nasional
Jokowi Ungkap Prinsip Paling Penting yang Harus Dimiliki Presiden Selanjutnya, Apa Itu?

Jokowi Ungkap Prinsip Paling Penting yang Harus Dimiliki Presiden Selanjutnya, Apa Itu?

Nasional
Di GBK, Relawan Jokowi Deklarasikan '2024 Manut Jokowi'

Di GBK, Relawan Jokowi Deklarasikan "2024 Manut Jokowi"

Nasional
Buntut Tambang Ilegal, Jatam Dorong Kapolri Konsistensi Bersih-Bersih Kepolisian

Buntut Tambang Ilegal, Jatam Dorong Kapolri Konsistensi Bersih-Bersih Kepolisian

Nasional
Buntut Isu Tambang Ilegal di Kaltim, Bareskrim Akan Layangkan Panggilan Kedua ke Ismail Bolong

Buntut Isu Tambang Ilegal di Kaltim, Bareskrim Akan Layangkan Panggilan Kedua ke Ismail Bolong

Nasional
Jatam Ungkap Peran Polisi dalam Kasus Tambang Ilegal, Mulai dari Beking hingga Jadi Pemodal

Jatam Ungkap Peran Polisi dalam Kasus Tambang Ilegal, Mulai dari Beking hingga Jadi Pemodal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.