Sepekan, Angka Kematian Akibat Covid-19 Melonjak 35,6 Persen, Jawa Tengah Tertinggi

Kompas.com - 01/12/2020, 20:25 WIB
Warga mengikuti rapid test massal yang digelar di SD Negeri 01-03 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020). Total warga Petamburan yang ikut uji rapid test massal dari Polda Metro Jaya ini berjumlah 273 warga. Dari jumlah itu, hanya 5 yang dinyatakan reaktif Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga mengikuti rapid test massal yang digelar di SD Negeri 01-03 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020). Total warga Petamburan yang ikut uji rapid test massal dari Polda Metro Jaya ini berjumlah 273 warga. Dari jumlah itu, hanya 5 yang dinyatakan reaktif Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, angka kematian pasien Covid-19 mengalami kenaikan hingga 35,6 persen pada pekan ini.

"Angka kematian pada pekan ini mengalami kenaikan sebesar 35,6 persen atau dari 626 menjadi 835 kematian dalam satu minggu" kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020).

Wiku mengatakan, Jawa Tengah menjadi provinsi yang mencatatkan peningkatan kasus kematian Covid-19 tertinggi mencapai 134,1 persen.

"Jawa Tengah menjadi provinsi dengan kenaikan angka kematian tertinggi. Dalam waktu satu minggu naik 134,1 persen dari 82 sampai dengan menjadi 192," tuturnya.

Setelah Jawa Tengah, kenaikan angka kematian tertinggi terjadi di Jawa Timur. Di provinsi ini, kasus kematian pasien Covid-19 naik 67,2 persen, dari 134 menjadi 224 kasus.

Baca juga: UPDATE: Bertambah 5.092, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 543.975 Orang

Selanjutnya, Banten naik 17 kali lipat dari 0 menjadi 17 kasus, Kalimantan Timur naik 8 kali lipat dari 2 menjadi 18 kasus, lalu Kepulauan Riau naik 4 kali lipat dari 3 menjadi 15 kasus.

Wiku menegaskan, kenaikan ini menjadi indikasi negatif sehingga perlu mendapatkan perhatian dari seluruh pihak.

"Ini tentunya bukan prestasi yang baik. Kenaikan angka kematian menunjukkan bahwa treatment kepada mereka yang positif Covid-19 di fasilitas kesehatan masih belum memadai," ujarnya.

Wiku pun meminta kepala daerah yang wilayahnya mencatatkan peningkatan angka kematian untuk mengevaluasi kebijakan penanganan pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan.

Kepala daerah berkewajiban untuk memetakan masalah yang menghambat upaya penanganan pasien dan mencari jalan keluarnya.

"Jika terdapat kendala yang cukup sulit koordinasikan dengan pemerintah pusat dan Satgas pusat," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X