Kepada Tenaga Kesehatan, Kepala Sekretariat Wisma Atlet: Lelah Itu Biasa, tapi Tetap Harus Jaga Semangat

Kompas.com - 30/11/2020, 20:53 WIB
Petugas tenaga kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPetugas tenaga kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sekretariat RSD Covid-19 Wisma Atlet Kolonel Laut RM Tjahja Nurrobi tak memungkiri lonjakan kasus Covid-19 beberapa minggu belakangan membuat para tenaga kesehatan di Wisma Atlet kelelahan.

Namun, menurut dia, hal tersebut sudah menjadi risiko dari tenaga kesehatan untuk menemani dan menangani pasien Covid-19 hingga sembuh.

Untuk itu, ia berpesan kepada para tenaga kesehatan agar selalu menjaga semangat dalam melayani pasien.

"Kalau kelelahan itu hal yang menurut saya biasa. Karena mereka satu hari itu butuh 8 jam. Namun, yang penting di sini, itu semangatnya harus tetap terjaga. Karena itu sangat mempengaruhi imun kita," kata Nurrobi dalam dialog BNPB bertajuk 'Menyikapi Tren Kenaikan Kasus Covid-19', Senin (30/11/2020).

Sepanjang Maret hingga November, kata dia, sudah ada sekitar 6.000 tenaga kesehatan yang bertugas secara bergantian di Wisma Atlet.

Baca juga: IDI Sebut Tak Kurang dari 180 Dokter Meninggal Selama Pandemi Covid-19

Namun, hal yang patut menggembirakan adalah persentase tenaga kesehatan terpapar Covid-19 di Wisma Atlet masih terhitung rendah yaitu 1-2 persen.

Ia melihat, hal ini dikarenakan para tenaga kesehatan di Wisma Atlet disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan selama melayani pasien.

"Untuk angka positif Covid-19 di sana itu masih 1-2 persen. Masih kecil, itu pun akhir-akhir ini saja. Baru mulai meningkat, karena mereka rata-rata lebih disiplin, dan juga kita tekankan di sana itu senasib sepenanggungan," jelasnya.

Nurrobi menambahkan, para tenaga kesehatan sudah memiliki jiwa kebersamaan yang tinggi sehingga mampu menimbulkan semangat selama melayani.

Hal ini, kata dia, juga mampu membuat imun para tenaga kesehatan kuat dalam melaksanakan tugas penanganan pasien Covid-19.

Baca juga: Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19, Terjadi Juga di China dan Italia

Sebelumnya, kasus infeksi virus corona di Indonesia tercatat mencapai rekor lebih dari 6.000 kasus positif pada 29 November 2020.

Sejak diumumkan secara resmi pada 2 Maret lalu hingga 30 November 2020 pukul 15.51 WIB, kasus terkonfirmasi positif di Indonesia tercatat sebanyak 538.883 kasus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X