Politisi Nasdem: Ganjar hingga Ridwan Kamil Bisa Jadi Kompetitor Prabowo atau Berkolaborasi di Pilpres 2024

Kompas.com - 10/11/2020, 13:18 WIB
Saan Mustopa di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/12/2019). KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI Saan Mustopa di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Nasdem Saan Mustopa mengatakan, figur selain Prabowo Subianto bisa saja menjadi kompetitor Ketua Umum Partai Gerindra ini dalam Pemilu Presiden 2024.

Tak hanya Prabowo, hasil survei Populi Center juga menyebutkan nama Ganjar Pranowo hingga Ridwan Kamil sebagai tokoh yang diharapkan mencalonkan diri sebagai capres 2024.

"Figur-figur itu lah yang menurut saya ke depan mungkin akan berkontestasi, siapa yang akan menjadi kompetitor dan siapa yang mereka berkolaborasi ya. Itu akan terlihat ke depan," kata Saan saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Elektabilitas Prabowo Tinggi Menurut Survei, PAN: Berpeluang Besar Menangi Pilpres 2024

Untuk diketahui, di urutan kedua survei, ada nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 9,9 persen.

Setelah itu, di posisi ketiga yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas 9,5 persen.

Ada pula nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan perolehan angka 5,8 persen. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, dirinya belum bisa memprediksi siapa saja dan seperti apa dinamika politik ke depannya dari figur-figur tersebut.

Baca juga: Prabowo Populer di Survei Capres 2024, Politisi PDI-P: Masih Fluktuatuf

Sebab, ia melanjutkan, perjalanan politik menuju Pilpres 2024 masih terlalu panjang. Selain itu, para tokoh tersebut kini juga tengah fokus untuk memperkuat personal masing-masing.

"Dari sisi popularitas terus elektabilitas, akseptabilitas dari masyarakat atau penerimaan masyarakat, itu kan soal harapan kan atau yang diharapkan," ujarnya.

Menurut Saan, saat ini tokoh-tokoh selain Prabowo sedang berjuang untuk memperkuat ketiga hal itu di mata masyarakat.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komisi VIII: Akar Persoalan Penyelewengan Bansos adalah Data Bermasalah

Komisi VIII: Akar Persoalan Penyelewengan Bansos adalah Data Bermasalah

Nasional
Memaknai Gaya Marah-marah Menteri Risma

Memaknai Gaya Marah-marah Menteri Risma

Nasional
Website Sekretariat Kabinet Diretas, Polri Hingga BIN Turun Tangan

Website Sekretariat Kabinet Diretas, Polri Hingga BIN Turun Tangan

Nasional
Begini Cara Daftar Upacara Virtual HUT ke-76 RI Bersama Jokowi, Tersedia 40.000 Kuota

Begini Cara Daftar Upacara Virtual HUT ke-76 RI Bersama Jokowi, Tersedia 40.000 Kuota

Nasional
Terjadi Lonjakan Kasus di Sumatera, Ketua DPD Minta Pemprov Segera Antisipasi Penyebaran Covid-19

Terjadi Lonjakan Kasus di Sumatera, Ketua DPD Minta Pemprov Segera Antisipasi Penyebaran Covid-19

Nasional
Dilaporkan DPD Demokrat ke Polda Jawa Barat, Ini Respons Wamendes Budi Arie

Dilaporkan DPD Demokrat ke Polda Jawa Barat, Ini Respons Wamendes Budi Arie

Nasional
Istana Ajak Masyarakat Ikuti Upacara HUT ke-76 RI Secara Virtual

Istana Ajak Masyarakat Ikuti Upacara HUT ke-76 RI Secara Virtual

Nasional
44.550 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari, Tertinggi selama Pandemi, Lewati Angka Positif Harian

44.550 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari, Tertinggi selama Pandemi, Lewati Angka Positif Harian

Nasional
Luhut: Peningkatan Limbah Medis Mencapai 18 juta Ton, Sangat Membahayakan

Luhut: Peningkatan Limbah Medis Mencapai 18 juta Ton, Sangat Membahayakan

Nasional
KPK Alami Keterbatasan Personel saat Pandemi, Mobilitas Dikurangi, Program Kerja Beralih ke Daring

KPK Alami Keterbatasan Personel saat Pandemi, Mobilitas Dikurangi, Program Kerja Beralih ke Daring

Nasional
Ajak Masyarakat Peduli Nakes, Dompet Dhuafa Serukan Gerakan “Surat untuk Nakes”

Ajak Masyarakat Peduli Nakes, Dompet Dhuafa Serukan Gerakan “Surat untuk Nakes”

Nasional
Ombudsman: Kalau Tata Cara Peralihan Status Selesai di PP, Tak Ada Perdebatan Alih Status Pegawai KPK

Ombudsman: Kalau Tata Cara Peralihan Status Selesai di PP, Tak Ada Perdebatan Alih Status Pegawai KPK

Nasional
Periksa Saksi, KPK Dalami Pengeluaran Dana Sarana Jaya untuk Lahan di Munjul

Periksa Saksi, KPK Dalami Pengeluaran Dana Sarana Jaya untuk Lahan di Munjul

Nasional
YLBHI Sebut Ombudsman Berhasil Bongkar Adanya Skenario dalam Penyelenggaraan TWK

YLBHI Sebut Ombudsman Berhasil Bongkar Adanya Skenario dalam Penyelenggaraan TWK

Nasional
Stok Vaksin Covid-19 Ada 55 Juta Dosis: 40 Juta Bulk, Sisanya Vaksin Jadi

Stok Vaksin Covid-19 Ada 55 Juta Dosis: 40 Juta Bulk, Sisanya Vaksin Jadi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X