Jokowi Sebut Proyek Food Estate Terkendala Kepemilikan Lahan

Kompas.com - 23/09/2020, 11:25 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau lahan yang akan dijadikan Food Estate atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). Pemerintah menyiapkan lumbung pangan nasional untuk mengantisipasi krisis pangan dunia. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APresiden Joko Widodo meninjau lahan yang akan dijadikan Food Estate atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). Pemerintah menyiapkan lumbung pangan nasional untuk mengantisipasi krisis pangan dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyatakan proyek Food Estate di Kalimantan Tengah masih terkendala kepemilikan lahan.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang Food Estate di Istana Merdeka, Jakarta, secara virtual, Rabu (23/9/2020).

"Sudah ada sejumlah progres di lapangan meskipun masih terdapat beberapa masalah yang perlu segera diselesaikan yaitu yang berkaitan dengan kepemilikan lahan di area Food Estate, kemudian ini menimbulkan sedikit masalah," kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi Akan Tambah Lokasi Food Estate di Sumsel, NTT dan Papua

"Tetapi saya yakin dan saya minta Menteri ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) ini bisa segera menuntaskan ini karena ini menyangkut sebuah area yang sangat luas," lanjut Presiden.

Ia mengatakan, proyek Food Estate sangat penting lantaran adanya ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19 dan perubahan iklim.

Selain itu, Jokowi mengatakan, proyek Food Estate juga penting bagi Indonesia untuk terlepas dari impor pangan.

Baca juga: Bertemu Wapres, Prabowo Sebut 4 Negara Tertarik Investasi Program Food Estate

Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan dua lokasi untuk proyek ini yaitu di Kalimantan Tengah dan di Sumatera Utara.

Di Kalimantan Tengah yakni Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Adapun lokasi di Sumatera Utara berada di Kabupaten Humbang Hasundutan.

"Ini yang ingin kita prioritaskan terlebih dahulu meskipun juga ada rencana akan kita lanjutkan setelah ini sudah mulai pengerjaan di lapangan untuk di provinsi yang lain yaitu di Papua maupun di NTT dan di Sumatera Selatan," lanjut Presiden.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X