Kompas.com - 07/09/2020, 20:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Kejaksaan Agung kembali memeriksa Pungki Primarini, adik Jaksa Pinangki Sirna Malasari pada Senin (7/9/2020).

Pungki diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemufakatan jahat terkait pemberian suap kepada Pinangki dengan tersangka Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra serta Andi Irfan Jaya.

“Terdapat saksi yang diperiksa kembali oleh tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, yaitu saudari Pungki Primarini selaku adik Jaksa PSM,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono melalui keterangan tertulis, Senin.

Ini merupakan pemeriksaan kedua bagi Pungki. Ia sebelumnya diperiksa pada Kamis (3/9/2020).

Baca juga: Misteri Harta Pinangki

Selain itu, penyidik juga memeriksa enam orang saksi baru yaitu, Direktur Consumer Banking PT Bank Mega Tbk Gunawan, Kepala BCA Cabang Pembantu Jalan Panjang Gunito Wicaksono, Residence Manager The Pangkubowono Signature Hendri Utama.

Kemudian, teller pada Money Changer Dollar Asia Cabang Melawai Julia Rani, Teller Dolarindo Money Changer Paramelasarideli, dan Head Marketing Tritunggal The Falas Blok M Plaza Meliani Trikartika.

Secara keseluruhan, Kejagung telah menetapkan tiga orang tersangka terkait perkara ini. Para tersangka terdiri dari Djoko Tjandra, Pinangki, dan Andi Irfan Jaya.

Pinangki diduga menerima suap dari Djoko Tjandra. Sementara, Andi diduga menjadi perantara yang memberikan uang tersebut kepada Pinangki.

Baca juga: Kejagung Undang KPK Ikuti Gelar Perkara Kasus Jaksa Pinangki

Pinangki diduga menerima uang suap sebesar 500.000 dollar Amerika Serikat atau jika dirupiahkan sebesar Rp 7,4 miliar.

Kejagung menduga ada pemufakatan jahat terkait kepengurusan fatwa dari Mahkamah Agung (MA).

Fatwa tersebut diurus agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi dalam kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang menjeratnya.

Namun, temuan Kejagung mengungkapkan, pengurusan fatwa tersebut tidak berhasil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.