Kompas.com - 14/08/2020, 20:57 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menyarankan agar kapasitas tempat tidur di rumah sakit ditambah.

Sebab, kata dia, banyak rumah sakit, terutama di DKI yang penuh dengan pasien Covid-19.

"Kalau bisa di rumah sakit itu tambah bed-nya," kata Zubairi kepada Kompas.com, Jumat (14/8/2020).

Ia mengatakan, saat ini tenaga kesehatan sedang dalam kondisi yang berat dengan penuhnya rumah sakit.

Baca juga: IDI Apresiasi Ucapan Terima Kasih Jokowi kepada Tenaga Medis

Menurut dia, penuhnya rumah sakit juga meningkatkan potensi penularan Covid-19 dari pasien ke tenaga kesehatan.

"Bahkan ada (pasien) yang masih menunggu di IGD untuk masuk agak sukar," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir membantah informasi yang menyebutkan bahwa tingkat hunian rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta sudah penuh.

Menurut dia, hingga saat ini ketersediaan tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 masih mencukupi.

"Kalau kita melihat jumlah tempat tidur, ada sekitar 4.700, tetapi yang terisi hanya sekitar 2.500 tempat tidur. Jadi isu RS penuh itu tidak benar," ujar Abdul Kadir sebagaimana dikutip dari siaran pers di laman Kemenkes, Kamis (13/8/2020).

Data yang menyebutkan bahwa tempat tidur di rumah sakit rujukan itu diduga bersumber dari RS online.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.