PBNU Minta Perburuan Buronan Kakap Tak Berhenti Sampai Djoko Tjandra

Kompas.com - 04/08/2020, 11:51 WIB
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud di kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (4/8/2018) malam.   Reza JurnalistonKetua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud di kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (4/8/2018) malam.
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) berharap, perburuan terhadap buronan tidak berhenti hanya pada terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Djoko Tjandra.

Menurut Ketua PBNU Marsudi Syuhud, masih banyak buronan kelas kakap lain yang hingga kini masih belum menjalani proses hukum atas perkara pidana yang mereka lakukan.

"Kali ini penegak hukum didorong political will Presiden Joko Widodo, mampu menangkap Djoko Tjandra yang telah menghilang selama 11 tahun," kata Marsudi seperti dilansir dari Antara, Selasa (4/8/2020).

Ia pun mengapresiasi kinerja Polri, khususnya Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah berhasil menangkap Djoko Tjandra.

Menurut dia, penangkapan itu berimplikasi positif dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri dalam memburu buronan kelas kakap.

"Keberhasilan ini didorong oleh political will Presiden Jokowi sehingga penegakan hukum akan lebih baik lagi," kata dia.

Baca juga: Djoko Tjandra Pilih Otto Hasibuan Jadi Pengacaranya, Ini Kasus yang Pernah Ditangani...

Apresiasi, imbuh dia, juga diberikan kepada Polri lantaran telah mencopot Brigjen Prasetijo Utomo dari jabatannya sebagai Kepala Biro Korwas PPNS Polri dan menetapkannya sebagai tersangka.

Prasetijo sebelumnya diduga turut membantu memuluskan urusan Djoko Tjandra selama berada di Indonesia dengan menerbitkan surat jalan.

Selain Prasetijo, Polri juga telah mencopot Kepala Divisi Hubungan Internasional Irjen Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Pol Nugroho Wibowo dari jabatannya masing-masing.

Kini keduanya tengah menjalani pemeriksaan oleh Divisi Propam Polri.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengapresiasi kinerja Polri yang telah berhasil menangkap Djoko Tjandra. Dengan penangkapan tersebut, masih ada 39 buronan korupsi yang yang belum tertangkap hingga saat ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Covid-19: Kami Tak Toleransi Aktivitas Pilkada yang Timbulkan Kerumunan

Satgas Covid-19: Kami Tak Toleransi Aktivitas Pilkada yang Timbulkan Kerumunan

Nasional
Angka Kematian Pasien Covid-19 Naik 18,9 Persen dalam Sepekan

Angka Kematian Pasien Covid-19 Naik 18,9 Persen dalam Sepekan

Nasional
Satgas: Kantor Pemerintah dan Swasta Masih Lengah Terapkan Protokol Kesehatan

Satgas: Kantor Pemerintah dan Swasta Masih Lengah Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Ketua Komisi I DPR RI: Pelibatan TNI Atasi Terorisme Bukan Hal Baru

Ketua Komisi I DPR RI: Pelibatan TNI Atasi Terorisme Bukan Hal Baru

Nasional
Bawaslu Minta Pimpinan Parpol Ikut Cegah Kerumunan Selama Pilkada

Bawaslu Minta Pimpinan Parpol Ikut Cegah Kerumunan Selama Pilkada

Nasional
Mahfud Ajak Parpol Sosialisasikan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di Pilkada

Mahfud Ajak Parpol Sosialisasikan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di Pilkada

Nasional
BNPB: September, Kualitas Udara di DKI Lebih Baik Salah Satunya karena Pandemi

BNPB: September, Kualitas Udara di DKI Lebih Baik Salah Satunya karena Pandemi

Nasional
50 Kabupaten/Kota Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Rawan Tinggi Terkait Covid-19

50 Kabupaten/Kota Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Rawan Tinggi Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 September: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 58.788

UPDATE 22 September: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 58.788

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Perusahaan Tes Swab Rutin Karyawan

Satgas Covid-19 Minta Perusahaan Tes Swab Rutin Karyawan

Nasional
Ribuan Tenaga Medis Positif Covid-19 dan Ratusan Meninggal Dunia Selama Pandemi

Ribuan Tenaga Medis Positif Covid-19 dan Ratusan Meninggal Dunia Selama Pandemi

Nasional
Karhutla Landa 532,59 Hektar, Polisi Tetapkan 139 Tersangka

Karhutla Landa 532,59 Hektar, Polisi Tetapkan 139 Tersangka

Nasional
Menteri PPPA: Rancangan PP tentang Kebiri Kimia Sedang Berproses di Setneg

Menteri PPPA: Rancangan PP tentang Kebiri Kimia Sedang Berproses di Setneg

Nasional
4.071 Kasus Baru Covid-19 Tersebar 32 Provinsi, DKI Catat Penambahan Tertinggi

4.071 Kasus Baru Covid-19 Tersebar 32 Provinsi, DKI Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
Bawaslu: Penetapan Calon dan Pengambilan Nomor Urut Pilkada Rawan Kerumunan

Bawaslu: Penetapan Calon dan Pengambilan Nomor Urut Pilkada Rawan Kerumunan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X