Selamat Jalan Kurniasari Aziza, Tempat Spesial untukmu di Sisi-Nya...

Kompas.com - 01/08/2020, 08:32 WIB
Wartawan Kompas.com Kurniasari Aziza (kedua dari kanan). KompascomWartawan Kompas.com Kurniasari Aziza (kedua dari kanan).

Kur bukan hanya membantu dalam pekerjaan, melainkan juga dalam segala hal lainnya di luar pekerjaan.

Kami teman kerja, kami sahabat, bahkan seperti saudara sendiri. Kur orang yang begitu perhatian, baik dalam dunia pekerjaan maupun pertemanan sehari-hari.

Seorang kawan berkata kepada saya, sosok Kur begitu melekat di hati teman-teman, termasuk teman-teman reporter.

Kepergiannya tak pernah disangka-sangka. Sampai saat ini saya pun masih yakin dia akan sembuh, keluar dari ICU rumah sakit, kembali ngobrol, berbagi cerita, dan menuntaskan janji kami untuk makan di restoran di tengah pandemi.

"Kangen makan sushi," kata Kur awal Juli di grup WhatsApp kami berempat. 

"Tulungggg jerawat dmn2 gara2 blm makan sushi," tulis Kur saat itu sambil menunjukkan foto jerawat di wajahnya.

Tingkah Kur memang ada-ada saja. Kalimat-kalimat dalam pesan WhatsApp yang ditulisnya suka bikin ketawa, apalagi kalau sudah share gif. Duh, lucu-lucu gif-nya. 

Hingga pada 10 Juli, saya dengar kabar bahwa dia sakit. Saya pun bertanya bagaimana kabarnya. Kur saat itu cuma menjawab "Alhamdulillah baikan Mba,".

Begitulah Kur, dia seolah enggak mau bikin orang sedih. Selalu memperlihatkan bahwa dia "Oke-oke saja".

Tak lama setelah itu, 14 Juli, Kur mengabarkan ke kami bahwa dia akhirnya masuk rumah sakit.

Dengan disertai foto tangannya yang diinfus, Kur membagikan kabar di grup WhatsApp bahwa dia harus dirawat di ICU dan tengah menunggu di IGD ketika itu.

"Loh Kur, katanya sudah baikan," kata saya saat itu. 

Mendengar kabar dia masuk ICU, saya mulai takut. Takut sekali terjadi apa-apa padanya. Apalagi, dia sakit di tengah sutuasi pandemi yang kita semua tahu, akibatnya, kabar duka kerap terdengar.

Saya takut, tetapi juga terus berdoa untuk kesembuhan Kur. Hampir setiap hari, sahabat saya yang lain, Rani, mengabarkan kondisi Kur.

Menurut info dari ibunya, Kur menderita infeksi di saluran kemih. Harus ada tindakan ini dan itu. Ventilator pun dipasang untuk membantunya bernapas karena Kur kesulitan bernapas.

Membayangkannya saja begitu ngeri. Kami enggak tega melihat Kur. Hari kedua dia di-ICU, kami sempat melihatnya melalui video call. 

Karena di tengah pandemi, keluarga dan penjenguk dibatasi untuk masuk ke ruang rawat pasien.

Bahkan, orangtua Kur setiap hari hanya boleh menungguinya dari luar dengan harap-harap cemas dan akhirnya tahu kabar sang anak dari video call. 

Setiap hari pun kami berdoa untuk perkembangan kesehatan Kur. Hingga suatu hari, saya begitu bersyukur dan gembira saat Rani bilang kondisi Kur membaik dari hari ke hari dan sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang HCU.

Namun, tak pernah saya saya sangka, pada 31 Juli, saya mendengar kabar yang tak pingin saya dengar sama sekali. 

Seorang teman kantor menelepon saya, bertanya soal kabar Kur setelah Rani menuliskan kalimat "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" di grup WhatsApp redaksi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Bentuk Unit Aduan Khusus Dugaan Tindak Pidana Terorisme

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Bentuk Unit Aduan Khusus Dugaan Tindak Pidana Terorisme

Nasional
PMI Apresiasi Relawannya yang Berjibaku Bantu Korban Bencana di Tengah Pandemi

PMI Apresiasi Relawannya yang Berjibaku Bantu Korban Bencana di Tengah Pandemi

Nasional
Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi, Epidemiolog: Ini Namanya Pandemi Tak Terkendali

Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi, Epidemiolog: Ini Namanya Pandemi Tak Terkendali

Nasional
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Kembangkan Daerah Percontohan Pencegahan Ekstremisme

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Kembangkan Daerah Percontohan Pencegahan Ekstremisme

Nasional
Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Diharapkan Tak Memicu Diskriminasi

Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Diharapkan Tak Memicu Diskriminasi

Nasional
Satgas: Jumlah Zona Merah Covid-19 Mencapai 108 Kabupaten/Kota

Satgas: Jumlah Zona Merah Covid-19 Mencapai 108 Kabupaten/Kota

Nasional
Jokowi Terbitkan Inpres Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Perbatasan

Jokowi Terbitkan Inpres Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Perbatasan

Nasional
Satgas: Vaksinasi Mandiri Covid-19 Harus Gunakan Vaksin yang Memiliki Izin BPOM

Satgas: Vaksinasi Mandiri Covid-19 Harus Gunakan Vaksin yang Memiliki Izin BPOM

Nasional
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Penceramah dan Pengelola Rumah Ibadah akan Diberi Pelatihan Pencegahan Ekstremisme

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Penceramah dan Pengelola Rumah Ibadah akan Diberi Pelatihan Pencegahan Ekstremisme

Nasional
Penyidik KPK Antar Saksi Ambil Dokumen Terkait Kasus Suap Bansos

Penyidik KPK Antar Saksi Ambil Dokumen Terkait Kasus Suap Bansos

Nasional
Kasus Gratifikasi, Mantan Pejabat Pemkab Subang Segera Disidang

Kasus Gratifikasi, Mantan Pejabat Pemkab Subang Segera Disidang

Nasional
Basarnas: Korban Meninggal Gempa Sulbar Bertambah Jadi 90 Orang

Basarnas: Korban Meninggal Gempa Sulbar Bertambah Jadi 90 Orang

Nasional
Positif Covid-19, Empat Relawan PMI Jalani Isolasi Mandiri di Mamuju

Positif Covid-19, Empat Relawan PMI Jalani Isolasi Mandiri di Mamuju

Nasional
Kemenkes: 2 Rumah Sakit dan KRI dr Soeharso Sudah Beroperasi di Mamuju

Kemenkes: 2 Rumah Sakit dan KRI dr Soeharso Sudah Beroperasi di Mamuju

Nasional
IDI Sarankan Pemerintah Tambah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 secara Berkala

IDI Sarankan Pemerintah Tambah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 secara Berkala

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X