KILAS
Kilas Daerah Jawa Tengah

Pantau Protokol Kesehatan, Ganjar Harap Sekolah Punya Satgas "Jogo Sekolah"

Kompas.com - 29/07/2020, 12:45 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat mengecek proses belajar daring di SMAN 11 Semarang, Rabu (29/7/2020). Dok. Humas Pemprov JatengGubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat mengecek proses belajar daring di SMAN 11 Semarang, Rabu (29/7/2020).


KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap, Satuan Tugas (Satgas) Jogo Sekolah ada di setiap sekolah untuk saling mengawasi dan memantau kepatuhan protokol kesehatan.

"Satgas Jogo Sekolah diperlukan untuk mengawasi anak-anak di jalan, transportasi umum dan saat berkumpul dengan temannya jika nantinya sekolah masuk," katanya saat mengecek proses belajar daring di Sekolah Menengah Atas (SMAN) 11 Semarang, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, Satgas Jogo Sekolah ini juga diperlukan untuk mengawasi dan mengecek kesiapan proses belajar mengajar jika suatu saat sekolah sudah masuk kembali.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan para guru yang mengajar daring dari sekolah untuk memperhatikan protokol kesehatan.

Baca juga: Berikut Syarat Pembukaan Kembali Sekolah di Tengah Pandemi

"Saat di dalam ruangan, tolong jendelanya dibuka, setelah satu jam bisa keluar ruangan dulu, kalau perlu pasang alat steril udara. Mejanya juga kalau bisa disorot atau dibersihkan sendiri setiap hari," kata Ganjar 

Tak hanya itu, Ganjar menyampaikan pula beberapa hal seperti anjuran pemakaian masker saat di dalam ruangan dan mulai membiasakan diri tidak membuka masker saat berbicara dengan orang lain.

Selain itu, ia pun menyarankan agar petugas keamanan di gerbang melakukan pengecekan kepada setiap ada orang yang hendak masuk.

"Masker dan hand sanitizer sudah lumayan bagus. Tapi jaga jarak ini yang masih belum bagus, kadang masih ada yang saling berdekatan atau bahkan menempel saat berkumpul," imbuhnya.

Baca juga: Masih Terjadi Pelanggaran, Sekolah Diminta Tidak Paksakan Pembelajaran Tatap Muka

Terlebih, menurut Ganjar, saat ini kondisi perkambangan Covid-19 di Semarang masih naik-turun.

Sementara itu, terkait proses belajar daring di SMAN 11 Semarang, ia menilai, relatif tidak ada masalah.

"Beberapa kendala yang sempat muncul seperti kuota dan anak yang tidak memiliki fasilitas gawai sementara ini sudah teratasi," kata Ganjar seperti dalam keterangan tertulisnya.

Misalnya untuk kesulitan kuota, Ganjar mengatakan, pihak sekolah memberikan bantuan berupa voucher internet senilai Rp 50.000.

Baca juga: Dana BOS di Jateng Boleh Dipakai untuk Beli Kuota Internet Siswa dan Guru

"Dari data sekolah ada sekitar 13 anak yang mendapat bantuan yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) tersebut," tuturnya.

Ganjar mengatakan, ada seorang siswa yang dipinjami smartphone milik kepala sekolah dan seorang siswa dipinjami laptop milik sekolah lantaran tidak memiliki gawai tersebut.

"Bantuan itu agar siswa dapat mengakses internet dan mengikuti kegiatan belajar mengajar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring," kata Ganjar.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu Ganjar juga melihat proses KBM daring di SMAN 5 Semarang dan SMKN 7 Semarang.

Baca juga: Curhat Siswa di Jateng Soal Belajar Daring, Mulai Sulit Sinyal hingga Tak Ada Kuota

Menurut Ganjar, di dua sekolah itu pula ada pemberian bantuan untuk kuota internet yang bersumber dari BOS dan BOP.

"Sekolah kan punya laptop untuk laboratorium Teknologi Informasi (TI), itu saja digunakan atau dipinjamkan dulu kepada anak yang tidak memiliki Hand Phone (HP)," kata Ganjar.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 5 Maret: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 11.047.351

UPDATE 5 Maret: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 11.047.351

Nasional
Diperpanjang Hingga 22 Maret, Begini Mekanisme Pelaksanaan PPKM Berskala Mikro

Diperpanjang Hingga 22 Maret, Begini Mekanisme Pelaksanaan PPKM Berskala Mikro

Nasional
UPDATE: Bertambah 129,  Pasien Covid-19 Meninggal Kini 37.026 Orang

UPDATE: Bertambah 129, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 37.026 Orang

Nasional
Lahan Tersangka Kasus Asabri Sonny Widjaja dan Adam Damiri Diblokir Kejagung

Lahan Tersangka Kasus Asabri Sonny Widjaja dan Adam Damiri Diblokir Kejagung

Nasional
UPDATE: Bertambah 6.971, Kasus Covid-19 Indonesia Kini Capai 1.368.069

UPDATE: Bertambah 6.971, Kasus Covid-19 Indonesia Kini Capai 1.368.069

Nasional
Profil Moeldoko: Dulu Panglima TNI Pilihan SBY, Kini Pimpin Demokrat Kubu Kontra AHY

Profil Moeldoko: Dulu Panglima TNI Pilihan SBY, Kini Pimpin Demokrat Kubu Kontra AHY

Nasional
Sambutan Moeldoko Setelah Ditetapkan sebagai Ketum Partai Demokrat Versi KLB Kontra-AHY

Sambutan Moeldoko Setelah Ditetapkan sebagai Ketum Partai Demokrat Versi KLB Kontra-AHY

Nasional
Marzuki Alie Jadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB Kontra AHY

Marzuki Alie Jadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB Kontra AHY

Nasional
Masuknya Virus Corona B.1.1.7: Tanggapan Jokowi, Satgas Covid-19, hingga Kemenkes

Masuknya Virus Corona B.1.1.7: Tanggapan Jokowi, Satgas Covid-19, hingga Kemenkes

Nasional
Mendesak Kontekstualisasi Pancasila

Mendesak Kontekstualisasi Pancasila

Nasional
Diklaim Tekan Kasus Harian Covid-19 hingga 50 Persen, Jadi Alasan Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro

Diklaim Tekan Kasus Harian Covid-19 hingga 50 Persen, Jadi Alasan Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro

Nasional
Moeldoko Terima Jadi Ketum Demokrat Setelah Tanya Apa KLB Sesuai AD/ART

Moeldoko Terima Jadi Ketum Demokrat Setelah Tanya Apa KLB Sesuai AD/ART

Nasional
Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Saya Berterima Kasih

Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Saya Berterima Kasih

Nasional
Jadi Ketua Dewan Pembina, Marzuki Alie: Saya dan Pak Moeldoko Akan Bergandengan Tangan

Jadi Ketua Dewan Pembina, Marzuki Alie: Saya dan Pak Moeldoko Akan Bergandengan Tangan

Nasional
Ditetapkan Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Oke, Kita Terima

Ditetapkan Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Oke, Kita Terima

Nasional
komentar di artikel lainnya