Kompas.com - 26/07/2020, 13:43 WIB
Foto dirilis Rabu (22/7/2020), memperlihatkan petugas Jogoboro memeriksa suhu tubuh pengunjung di Jalan Malioboro, DI Yogyakarta. Pihak pengelola dan penyedia jasa wisata di Yogyakarta mencoba kembali bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan melakukan simulasi untuk membiasakan tatanan era adaptasi kebiasaan baru. ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAHFoto dirilis Rabu (22/7/2020), memperlihatkan petugas Jogoboro memeriksa suhu tubuh pengunjung di Jalan Malioboro, DI Yogyakarta. Pihak pengelola dan penyedia jasa wisata di Yogyakarta mencoba kembali bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan melakukan simulasi untuk membiasakan tatanan era adaptasi kebiasaan baru.
Penulis Irfan Kamil
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta, Biwara Yuswantana mengatakan, saat ini Yogyakarta sedang melakukan uji coba pembukaan aktivitas masyarakat saat pandemi masih berlangsung.

Menurut Biwara, meskipun Yogyakarta memasuki fase tanggap darurat dalam penanganan Covid-19, namun obyek wisata, perhotelan, pusat perbelanjaan, aktivitas sosial, tempat ibadah mulai dibuka.

"Jadi kita statusnya tanggap darurat, tetapi kita sudah mulai uji coba aktivitas-aktivitas masyarakat,” kata Biwara dalam diskusi di Graha BNPB, Minggu (26/7/2020).

Baca juga: Gubernur Minta Permenkumham Ini Direvisi agar Bali Bisa Buka Pariwisata untuk Wisatawan Asing

Biwara mengatakan, dalam fase uji coba dibentuk tim untuk menilai persiapan penerapan protokol kesehatan di tempat wisata.

"Karena itu di gugus tugas ada tim verifikasi dan ada bidang penegakan hukum itu melakukan verifikasi ke hotel-hotel dan obyek-obyek (wisata) untuk menilai, mengevaluasi sejauh mana kesiapan dari perangkat-perangkat yang diperlukan untuk penerapan protokol kesehatan,” ujar Biwara.

Biwara menyebutkan, dalam uji coba, pengunjung yang datang ke tempat wisata dibatasi 50 persen dari kapasitas.

Hal itu, kata dia, untuk bahan evaluasi dalam mempersiapan sebuah sistem protokol kesehatan.

"Karena nanti kita ada evaluasi, bisa saja kemudian dibuka lebih luas atau justru kemudian perketat lagi," ujar Biwara.

"Jadi dari fase uji coba, ini karena pariwisata itu kan sebuah sistem dan di situ ada subsistem yang harus juga kita siapkan, subsistem obyeknya, subsistem perhotelan, subsistem transportasi," ucap dia.

Baca juga: Marsekal Hadi Tjahjanto: TNI dan Polri Akan Melaksanakan Pendisiplinan Protokol Kesehatan

Oleh karena itu, segala hal dipersiapkan secara baik agar tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.

"Kalau hotel siap, obyek wisata siap, tapi transportasi tidak siap, bisa saja di bus nanti jadi klaster (penyebaran Covid-19),” ucap Biwara.

"Artinya semua subsistem harus kita persiapkan, termasuk juga rumah makan itu juga harus kita siapkan, karena juga pasti habis mengunjungi obyek wisata, dia (pengunjung) akan menginap di hotel, dia akan makan di restoran. dia akan membeli suvenir, dan sebagainya jadi segala sesuatunya memamg harus betul-betul kita persiapkan," tuturnya.

Baca juga: Kemenparekraf Sebut Wisawatan Lokal Jadi Harapan Bangkitkan Pariwisata

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menegaskan tahapan-tahapan pembukaan objek pariwisata.

"Syarat utamanya, destinasi tersebut harus dalam kondisi kasus Covid-19 nya sudah membaik dengan berbagai macam parameter yang sudah disiapkan," kata Wishnutama dalam telekonferensi virtual, Kamis (28/5/2020).

Wishnutama menjelaskan tahapan yang harus dilakukan sektor pariwisata yaitu menaati standard operating procedure (SOP).

Kemenparekraf tengah menyusun SOP ini yang akan diterapkan kepada sektor industri pariwisata seperti hotel, restoran, dan lainnya.

"Termasuk sampai berbagai macam bidang di pariwisata maupun ekonomi kreatif," kata dia.

Kemudian, setelah SOP ditetapkan, akan ada simulasi dan sosialisasi. Setelah menerima SOP tersebut, sektor pariwisata akan mengadakan simulasi dari SOP sendiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X