Kemenparekraf Sebut Wisawatan Lokal Jadi Harapan Bangkitkan Pariwisata

Kompas.com - 19/07/2020, 14:54 WIB
Wisatawan menggunakan masker saat bermain di Prosotan Pelangi di Dusun Semilir, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2020). Wisata Dusun Semilir yang berkonsep pedesaan tersebut menawarkan suasana tradisional dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit akhir pekan saat normal baru yang menerapkan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/aww. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana PutraWisatawan menggunakan masker saat bermain di Prosotan Pelangi di Dusun Semilir, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2020). Wisata Dusun Semilir yang berkonsep pedesaan tersebut menawarkan suasana tradisional dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit akhir pekan saat normal baru yang menerapkan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) mengincar wisatan dalam negeri dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata di tengah kebiasaan baru.

"Saat ini kita memang, maaf kata, tidak bisa berharap banyak pada wisatawan mancanegara. Oleh karena itu kita fokus di wisatawan nusantara," ujar Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu dalam diskusi di BNPB, Jakarta, Minggu (19/7/2020).

Vinsensius mengatakan, akibat pandemi Covid-19 telah berdampak langsung pada wisatawan mancanegara dan lokal.

Baca juga: Gubernur Erzaldi: Pembukaan Pariwisata Terbuka di Babel Dilakukan Bertahap

Namun, untuk membangkitkan sektor pariwisata ke depannya, pihaknya saat ini lebih mengutamakan wisatawan dalam negeri.

Kemenparekraf mencatat, pada 2019 terdapat pergerakan sekitar 300 juta wisatawan lokal.

Merujuk data tersebut, pemerintah memandang hal itu merupakan potensi besar untuk kembali menggeliatkan sektor pariwisata di Tanah Air.

Oleh karena itu, pemerintah menganggap wisatawan lokal menjadi satu-satunya harapan saat ini.

"Kita bersyukur, alhamdulillah, penduduk kita yang 260 juta lebih ini merupakan potensi yang luar biasa untuk wisatawan nusantara," kata Vinsensius.

Baca juga: Merasa Bisa Kendalikan Covid-19, Sumbar Intensifkan Promosi Pariwisata

Vinsensius mengatakan, pemerintah memiliki strategi dalam dua hingga tiga bulan depan untuk mengembalikan keyakinan masyarakat terhadap destinasi pariwisat.

Maka dari itu, pihaknya menekankan kepada wisatawan maupun pelaku pariwisata agar menerapkan pedoman protokol kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

"Kita mulai menerjemahkan protkol kesehatan lebih substantif ke sektor pariwisata," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Kasus Kerumunan dan Tes Usap Rizieq Shihab Akan Digelar di PN Jakarta Timur

Sidang Kasus Kerumunan dan Tes Usap Rizieq Shihab Akan Digelar di PN Jakarta Timur

Nasional
Kritik Perpres soal Investasi Miras, Sekum Muhammadiyah: Pemerintah Mestinya Bina Moral Masyarakat

Kritik Perpres soal Investasi Miras, Sekum Muhammadiyah: Pemerintah Mestinya Bina Moral Masyarakat

Nasional
Amien Rais Minta Jokowi Batalkan Perpres soal Investasi Miras

Amien Rais Minta Jokowi Batalkan Perpres soal Investasi Miras

Nasional
Irjen Napoleon Sebut Tak Ada Fakta yang Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Sebut Tak Ada Fakta yang Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Djoko Tjandra

Nasional
IDI Sarankan Cakupan Penerima Insentif Terkait Penanganan Covid-19 Diperluas

IDI Sarankan Cakupan Penerima Insentif Terkait Penanganan Covid-19 Diperluas

Nasional
KPU Siapkan Data Pemilih Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 untuk Vaksinasi Covid-19

KPU Siapkan Data Pemilih Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
Lembaga Eijkman: Pendonor Plasma Konvalesen Tak Akan Alami Efek Samping

Lembaga Eijkman: Pendonor Plasma Konvalesen Tak Akan Alami Efek Samping

Nasional
Dirut PT PAL Budiman Saleh Segera Diadili Terkait Korupsi di PT DI

Dirut PT PAL Budiman Saleh Segera Diadili Terkait Korupsi di PT DI

Nasional
Soal Pandemi Covid-19 Dapat Jadi Endemik, IDI: Masih Hipotesis

Soal Pandemi Covid-19 Dapat Jadi Endemik, IDI: Masih Hipotesis

Nasional
Doni Monardo Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Doni Monardo Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Nasional
Besok, KPU dan Kemenkes Teken MoU Akses Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

Besok, KPU dan Kemenkes Teken MoU Akses Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Kembali Ditunda

Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Kembali Ditunda

Nasional
Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan DPR Berjalan Tertib dan Sesuai Prokes

Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan DPR Berjalan Tertib dan Sesuai Prokes

Nasional
IDI: Vaksinasi Cara Paling Etis Capai Herd Immunity

IDI: Vaksinasi Cara Paling Etis Capai Herd Immunity

Nasional
Demokrat Anggap Jhoni Allen Memanipulasi Sejarah Pendirian Partai

Demokrat Anggap Jhoni Allen Memanipulasi Sejarah Pendirian Partai

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X