Covid-19 Dapat Menular Lewat Udara, Epidemiolog: Gunakan Masker di Luar dan Dalam Gedung

Kompas.com - 11/07/2020, 12:03 WIB
Warga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan Virus Corona di kawasan Bantul, Yogyakarta, Selasa (23/6/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu mengingatkan warga agar waspada terhadap Covid-19 sekaligus mendukung perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOWarga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan Virus Corona di kawasan Bantul, Yogyakarta, Selasa (23/6/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu mengingatkan warga agar waspada terhadap Covid-19 sekaligus mendukung perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan, masyarakat harus semakin waspada menyusul pernyataan World Health Organization (WHO) yang menyebut Covid-19 dapat menular lewat udara.

Pandu menuturkan, pernyataan WHO tersebut mesti mendorong masyarakat untuk semakin disiplin menggunakan masker baik di dalam ruangan dan di luar ruangan.

"Dengan adanya WHO mengakui kemungkinan ada penularan melalui aerotransmission ini, itu sebenarnya mengesahkan untuk memperkuat tekad kita harus menggunakan masker baik di luar gedung maupun di dalam gedung," kata Pandu dalam sebuah diskusi, Sabtu (11/7/2020).

Baca juga: Pernyataan WHO soal Penularan Covid-19 Lewat Udara dan Tanggapan Pemerintah...

Pandu menjelaskan, risiko penularan di dalam ruangan lebih tinggi dari ruang terbuka. Apalagi, jika berada di ruangan tertutup yang memiliki sirkulasi dan ventilasi buruk.

Ia mencontohkan, penularan Covid-19 dapat terjadi dalam sebuah pusat kebugaran dengan sirkulasi udara yang tertutup.

"Karena ventilasinya tidak sebaik yang seharusnya diharapkan, udaranya masih berputar di sekitar situ-situ saja, kalau di antara peserta ada yang membawa virus ya kemungkinan besar peserta kebugaran terinfeksi," kata Pandu.

Pandu menambahkan, kewaspadaan juga tidak hanya berlaku di tempat umum melainkankan juga di tempat tinggal pribadi.

"Tempat tinggal pribadi bisa juga, kalau tempat tinggal pribadi closed, semuanya pakai pendingin dan tidak ada ventilasi, kalau satu anggota keluarga kena bisa satu keluarga kena," kata Pandu.

Baca juga: 72.347 Kasus Covid-19 Indonesia dan Ancaman Penularan Lewat Udara...

Diberitakan sebelumnya, WHO mengakui "bukti yang muncul" tentang penyebaran virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 lewat udara dalam briefing media di Jenewa, Selasa (7/7/2020).

Maria Van Kerkhove, pemimpin teknis pandemi Covid-19 di WHO, mengatakan bahwa mereka telah membicarakan mengenai kemungkinan transmisi lewat udara dan transmisi aerosol (partikel virus melayang di udara) sebagai salah satu bentuk transmisi dari Covid-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X