Tangani Covid-19, Menko PMK Ingin Keterlibatan Perguruan Tinggi Lebih Kuat

Kompas.com - 06/07/2020, 10:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Rapat yang juga diikuti Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membahas penanggulangan defisit dana jaminan sosial BPJS Kesehatan dan perbaikan tata kelola sistem layanan kesehatan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
 ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Rapat yang juga diikuti Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membahas penanggulangan defisit dana jaminan sosial BPJS Kesehatan dan perbaikan tata kelola sistem layanan kesehatan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menginginkan keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan Covid-19 lebih kuat.

Pasalnya, perguruan tinggi merupakan salah satu unsur yang dilibatkan dalam strategi pentaheliks yang diterapkan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Sebagai langkah penguatan, Muhadjir Effendy pun melakukan rapat dengan rektor perguruan tinggi se-Jawa Timur dalam kunjungannya ke Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/7/2020).

"Memang saya lihat di Jawa Timur sudah melibatkan perguruan tinggi, perkembangannya cukup signifikan dalam penanganan Covid-19 ini," kata Muhadjir, dikutip dari siaran pers, Senin (6/7/2020).

Baca juga: Menko PMK: Kalau Kasus Covid-19 Tinggi tetapi yang Meninggal Sedikit, Itu Masih Bagus

Menurut Muhadjir, keterlibatan perguruan tinggi di Jawa Timur menjadi pelopor baik dalam bentuk filantropi maupun hasil riset.

Ditambah lagi, hasil riset dari perguruan tinggi di Jawa Timur bisa digunakan di tingkat nasional.

"Tapi apa yang telah disumbangkan ini belum cukup menumpas Covid-19 di Jawa Timur," ucap Muhadjir.

"Kedisplinan terhadap protokol kesehatan dasar seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan hindari kerumunan masih menjadii soal utama," kata dia.

Baca juga: 63.749 Kasus Covid-19 di Indonesia, Persentase Kematian Lebih Tinggi Dibanding Global

Oleh karena itu, pihaknya pun meminta agar Pemprov Jawa Timur mengoordinasikan perguruan tinggi untuk melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat.

Adapun Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki angka kasus Covid-19 yang tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah pusat pun berupaya memberikan dukungan dalam percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

Baca juga: Jawa Timur: Paling Sedikit Periksa Spesimen, Catat Kasus Covid-19 Tertinggi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X