Kementerian PPPA Sebut Pengasuhan Anak Penyandang Disabilitas di Rumah Jadi Kendala Keluarga yang Ekonominya Terganggu Covid-19

Kompas.com - 03/07/2020, 14:04 WIB
Ikatan Wanita Universitas Indonesia (IWK UI) menggelar kegiatan bakti sosial berupa pelatihan ?Urban Farming yang digelar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Nusantara di Beji, Depok pada Rabu (11/03/2020). Dok. Humas UIIkatan Wanita Universitas Indonesia (IWK UI) menggelar kegiatan bakti sosial berupa pelatihan ?Urban Farming yang digelar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Nusantara di Beji, Depok pada Rabu (11/03/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( Kementerian PPPA) Ciput Eka Purwianti mengatakan, pengasuhan anak penyandang disabilitas kemungkinan menjadi kendala bagi keluarga yang ekonominya terganggu akibat pandemi Covid-19.

Pasalnya, kata dia, saat pandemi Covid-19 merebak di Tanah Air, banyak orangtua yang menjemput anak-anak mereka dari panti.

Padahal, dalam mengasuh anak-anak disabilitas perlu disiapkan sarana dan prasarana yang baik serta ramah bagi mereka, termasuk di rumah.

"Ini (mengasuh di rumah) mungkin bisa menjadi kendala bagi keluarga anak penyandang disabilitas yang terkendala ekonomi akibat Covid-19," kata Ciput dalam diskusi daring, Jumar (3/7/2020).

Baca juga: Kemen PPPA: SLB Tak Miliki Sarana dan Prasarana Memadai Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Masalah ekonomi itulah, kata dia, yang akan membuat keluarga terkendala dalam memberikan layanan pengasuhan bagi anak penyandang disabilitas.

Terlebih jika kondisi rumah yang kecil atau sempit, akan membuat aktivitas anak penyandang disabilitas terbatas.

Ditambah lagi, menurunnya motivasi orangtua dalam membimbing anak penyandang disabilitasnya di rumah akibat kesulitan ekonomi tersebut.

Baca juga: 70 Persen Penyandang Disabilitas Belum Pahami Protokol Kesehatan Covid-19

Dilema semakin terjadi, kata dia, ketika panti juga kesulitan menerapkan social distancing antara penghuni dengan para staf dan petugasnya.

"Karena kebutuhan alami anak-anak penyandang disabilitas untuk diberikan perawatan langsung," kata dia.

Persoalan pengasuhan ini, kata dia, merupakan salah satu tantangan yang harus diselesaikan dalam menangani anak penyandang disabilitas pada masa pandemi Covid-19.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X