Hal-hal yang Mesti Dipakai dan Dilakukan jika Terpaksa Naik KRL atau MRT

Kompas.com - 17/06/2020, 12:35 WIB
Penumpang dengan berjaga jarak duduk di kereta MRT tujuan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang dengan berjaga jarak duduk di kereta MRT tujuan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Junior Doctor Network Edward Faisal mengatakan, ada sejumlah protokol kesehatan yang wajib dilakukan masyarakat saat bepergian dengan transportasi umum seperti KRL, bus, maupun MRT.

Protokol kesehatan itu hendaknya dipersiapkan sejak dari rumah.

"Kalau dari sisi kesehatan, persiapannya harus pakai pelindung diri. Bisa memakai topi agar virus tidak mengenai kepala kita. Lalu wajib memakai masker," ujar Edward dalam talkshow daring yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (17/6/2020).

Masker yang disarankan adalah masker kain. Masyarakat juga diharapkan menyediakan beberapa masker cadangan untuk dibawa.

Baca juga: Larangan Dicabut, Masker dan APD Kini Boleh Diekspor Lagi

Sebab, penggunaan masker harus diganti secara berkala setiap empat jam sekali atau saat masker telah lembab.

Edward melanjutkan, langkah penting selanjutnya yakni menanamkan pola pikir positif dan menerapkan protokol kesehatan saat tiba di stasiun KRL, MRT maupun halte busway.

"Kita harus punya mindset bahwa selalu menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan saat antre masuk ke sarana tansportasi yang ada," tuturnya.

Edward menjelaskan, jarak aman untuk menjaga jarak di stasiun transportasi minimal satu meter.

Baca juga: Cerita Satpol PP soal Ibu Bermobil Dihukum Menyapu Jalan karena Tak Pakai Masker

Jarak tersebut disarankan sebab saat orang batuk, droplet bisa jatuh hingga sejauh satu meter.

"Hindari berdesakan dan menyela antrean. Sebab, bisa saja ada orang tanpa gejala (OTG), sehingga jika berdesakan atau menyela antrean, potensi terpapar Covid-19 lebih besar," tegasnya.

Saat berada di dalam KRL, busway atau MRT, masyarakat diminta tetap menjaga jarak aman minimal 1 meter.

Masyarakat diminta menghindari mengobrol dengan penumpang lain, bahkan dengan kolega dekat.

Baca juga: Pemerintah: Penggunaan Masker di Masa Pandemi Wajib

Edward menyarankan agar obrolan diganti dengan memberikan isyarat.

Pasalnya, ada risiko penyebaran droplet saat penumpang saling mengobrol. Bahkan, droplet bisa bertahan hingga 15 menit di udara.

Selanjutnya, masyarakat disarankan tidak menggunakan handphone ketika berada di KRL, busway maupun MRT.

Sebab, material handphone berupa logam atau plastik, yang mana jika virus penyebab Covid-19 (virus corona) menempel di atasnya bisa bertahan hingga lima hari.

Baca juga: Panduan Kemendikbud, Guru: Normal Baru Bukan Sekadar Belajar Pakai Masker

"Sehingga risiko menularkan menjadi besar. Demi keamanan diri kita dan keluarga di rumah, sebaiknya handphone jangan dikeluarkan saat berada di KRL, busway maupun MRT," tutur Edward.

Setelah sampai di tempat tujuan atau di kantor, masyarakat diminta segera mencuci tangan sebelum menyentuh wajah, mata, hidung atau mulut.

Setelah mencuci tangan memakai sabun, disarankan untuk tidak memegang benda-benda lainnya.

"Jika ingin memegang wajah atau makanan, hendaknya hati-hati. Setelah cuci tangan, jangan memegang benda-benda lain," tegas Edward.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Bantah Lempar Tanggung Jawab soal Nasib 75 Pegawai yang Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

KPK Bantah Lempar Tanggung Jawab soal Nasib 75 Pegawai yang Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Nasional
Kapolri: Daerah Zona Merah Covid-19 Tak Boleh Buka Tempat Wisata

Kapolri: Daerah Zona Merah Covid-19 Tak Boleh Buka Tempat Wisata

Nasional
Pimpinan KPK Pastikan Tak Ada Pegawai yang Diberhentikan karena Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Pimpinan KPK Pastikan Tak Ada Pegawai yang Diberhentikan karena Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Nasional
UPDATE 9 Mei: 8,6 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 9 Mei: 8,6 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Beredar Permintaan Dana Mengatasnamakan KPK, Masyarakat Diimbau Hati-hati

Beredar Permintaan Dana Mengatasnamakan KPK, Masyarakat Diimbau Hati-hati

Nasional
UPDATE 9 Mei: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 86.846 Orang

UPDATE 9 Mei: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 86.846 Orang

Nasional
Mendagri Wanti-wanti Kepala Daerah Cegah Kerumunan Jelang Lebaran: Jangan Sampai Lengah

Mendagri Wanti-wanti Kepala Daerah Cegah Kerumunan Jelang Lebaran: Jangan Sampai Lengah

Nasional
Kaji Pertanyaan Tes Pegawai KPK, Komnas Perempuan Minta Akses Langsung ke BKN

Kaji Pertanyaan Tes Pegawai KPK, Komnas Perempuan Minta Akses Langsung ke BKN

Nasional
UPDATE 9 Mei: Ada 98.395 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

UPDATE 9 Mei: Ada 98.395 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

Nasional
UPDATE 9 Mei: 3.922 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Masih Tertinggi

UPDATE 9 Mei: 3.922 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Masih Tertinggi

Nasional
Kemenkes: Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet dalam Proses

Kemenkes: Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet dalam Proses

Nasional
Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tolak Masuknya Seluruh WNA ke Indonesia di Tengah Pelarangan Mudik

Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tolak Masuknya Seluruh WNA ke Indonesia di Tengah Pelarangan Mudik

Nasional
UPDATE 9 Mei: Bertambah 170, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 47.012 Orang

UPDATE 9 Mei: Bertambah 170, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 47.012 Orang

Nasional
UPDATE 9 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.568.277 Orang

UPDATE 9 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.568.277 Orang

Nasional
UPDATE: Tambah 86.846 Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.201.727

UPDATE: Tambah 86.846 Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.201.727

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X