Pemerintah: Penggunaan Masker di Masa Pandemi Wajib

Kompas.com - 16/06/2020, 17:30 WIB
Tim komunikasi publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro

Dok. BNPBTim komunikasi publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota tim komunikasi publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, semua anggota masyarakat wajib menggunakan masker dalam masa pandemi Covid-19.

"Maka, penggunaan masker yang baik dan benar sangat dianjurkan. Bahkan wajib di masa pandemi ini," kata Reisa dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Reisa menjelaskan, penyebaran virus corona dari satu individu ke individu lain dapat terjadi melalui kontak dekat apabila droplets yang berasal dari saluran pernapasan keluar saat batuk atau bersin.

Baca juga: Masker Face Respirator Tangkal Droplet hingga 99 Persen, Khusus Industri Rawan

Droplets itu, kata dia, dapat mengenai tangan dan permukaan benda lain sehingga menjadi sumber baru virus.

"Dan apabila percikan itu tersentuh oleh tangan, atau jatuh di permukaan benda di sekitar orang lain, maka besar kemungkinannya dapat menjadi sumber penularan bagi orang lain," ujarnya.

Oleh karena itu, Reisa meminta masyarakat rajin mencuci tangan dengan sabun dan menerapkan jaga jarak aman agar tidak tertular atau menularkan virus.

Baca juga: Dokter: Masker Kain Masih Bisa Menahan Droplet

"Tentunya cuci tangan dengan sabun, dan air mengalir atau cairan pencuci tangan yang mengandung alkohol. Dan yang paling penting adalah jaga jarak bisa mencapai jarak 1-2 meter," ucapnya.

Lebih lanjut, Reisa mengatakan, apabila sedang batuk atau ingin bersin, sebaiknya menjaga jarak aman dengan orang lain antara 3-5 meter.

"Misalnya batuk atau bersin jaraknya bisa lebih jauh lagi 3-5 meter, maka sekali lagi kita harus saling jaga jarak. Ingat, protokol kesehatan yang efektif akan ampuh memutuskan penularan Covid-19," pungkasnya.

Baca juga: Pemerintah Tambah Rumah Sakit untuk Perawatan Pasien Covid-19

Adapun hingga Selasa (16/6/2020), berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, ada penambahan 1.106 kasus baru Covid-19.

Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 40.400 kasus.

Dalam data yang sama, terjadi penambahan 580 pasien sembuh dari virus corona atau Covid-19, sehingga total jumlah pasien sembuh dari Covid-19 menjadi 15.703 orang.

Selain itu, tercatat ada 33 pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19, sehingga total jumlah pasien meninggal dunia mencapai 2.231 orang.

Lebih lanjut, ada 431 kabupaten/kota di 34 provinsi yang sudah terdampak Covid-19.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fadli Zon dan Fahri Hamzah Bakal Dapat Bintang Tanda Jasa, Ini Penjelasan Istana

Fadli Zon dan Fahri Hamzah Bakal Dapat Bintang Tanda Jasa, Ini Penjelasan Istana

Nasional
Ini 3 Bekal bagi Agen Perubahan di Tengah Pandemi Covid-19

Ini 3 Bekal bagi Agen Perubahan di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Kepala BNPB: Covid-19, Ancamannya Nyata, Bak Malaikat Pencabut Nyawa

Kepala BNPB: Covid-19, Ancamannya Nyata, Bak Malaikat Pencabut Nyawa

Nasional
Perusahaan Diminta Lengkapi Data Karyawan yang Penuhi Syarat Dapat Bantuan Rp 600.000 Per Bulan

Perusahaan Diminta Lengkapi Data Karyawan yang Penuhi Syarat Dapat Bantuan Rp 600.000 Per Bulan

Nasional
Kemendikbud Diminta Kaji Ulang Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning Covid-19

Kemendikbud Diminta Kaji Ulang Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning Covid-19

Nasional
Wakil Ketua MPR Nilai Jokowi Perlu Me-reshuffle Kabinet, Ganti Menteri yang Lemah

Wakil Ketua MPR Nilai Jokowi Perlu Me-reshuffle Kabinet, Ganti Menteri yang Lemah

Nasional
Masifkan Protokol Kesehatan, BNPB Harap Kepala Daerah Rekrut Orang Berpengaruh

Masifkan Protokol Kesehatan, BNPB Harap Kepala Daerah Rekrut Orang Berpengaruh

Nasional
Dua Saksi Dugaan Pidana Jaksa Pinangki Mangkir dari Panggilan Kejagung

Dua Saksi Dugaan Pidana Jaksa Pinangki Mangkir dari Panggilan Kejagung

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan 11 Eks Anggota DPRD Sumut

KPK Perpanjang Masa Penahanan 11 Eks Anggota DPRD Sumut

Nasional
Omnibus Law Atur HGU 90 Tahun, KPA: Lebih Parah dari Masa Penjajahan

Omnibus Law Atur HGU 90 Tahun, KPA: Lebih Parah dari Masa Penjajahan

Nasional
MA Tolak Gugatan Pembatalan Kenaikan Tarif BPJS, Pemohon: Rakyat Semakin Berat

MA Tolak Gugatan Pembatalan Kenaikan Tarif BPJS, Pemohon: Rakyat Semakin Berat

Nasional
Kasus Dugaan Pidana Jaksa Pinangki Naik Ke Penyidikan, Kejagung Belum Tetapkan Tersangka

Kasus Dugaan Pidana Jaksa Pinangki Naik Ke Penyidikan, Kejagung Belum Tetapkan Tersangka

Nasional
LPSK Imbau Korban Perkosaan Melapor, Bisa Melalui Jalur Ini...

LPSK Imbau Korban Perkosaan Melapor, Bisa Melalui Jalur Ini...

Nasional
Menpan RB: Pemangkasan Eselon di Lembaga Pemerintah Capai 68 Persen

Menpan RB: Pemangkasan Eselon di Lembaga Pemerintah Capai 68 Persen

Nasional
Ini Syarat bagi Karyawan Swasta agar Dapat Bantuan Rp 600.000

Ini Syarat bagi Karyawan Swasta agar Dapat Bantuan Rp 600.000

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X