Kompas.com - 22/04/2020, 20:34 WIB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo (kanan) bersama Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pemerintah menyatakan status keadaan tertentu darurat penanggulangan virus corona atau COVID-19 berlaku sampai 29 Mei 2020, sementara jumlah pasien positif COVID-19 tercatat sebanyak 172 kasus hingga Selasa (17/3). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
 ADITYA PRADANA PUTRAKepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo (kanan) bersama Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pemerintah menyatakan status keadaan tertentu darurat penanggulangan virus corona atau COVID-19 berlaku sampai 29 Mei 2020, sementara jumlah pasien positif COVID-19 tercatat sebanyak 172 kasus hingga Selasa (17/3). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Data dan Infomasi BNPB Agus Wibowo mengimbau masyarakat dapat menahan diri untuk tidak pulang kampung atau mudik untuk sementara waktu.

Sebab, dikhawatirkan para pemudik ini justru akan menularkan virus corona ke sanak saudaranya yang ada di kampung halama sehingg  penyebaran Covid-19 semakin meluas.

"Banyak data, orang yang pulang dari Jakarta, menyebarkan kasus di daerah. Kita lihat di Gunung Kidul, di daerah saya, ada satu kasus positif tapi dia tidak tahu. Lalu ada kondangan ke sana ke mari menularkan banyak orang," kata Agus dalam sebuah diskusi secara virtual di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: Viral Video Bapak Tutup Pagar Saat Anaknya Mudik karena Takut Corona, Ini Faktanya

Menurut dia, hampir 43 persen orang yang dinyatakan positif Covid-19 itu tidak memiliki gejala atau orang tanpa gejala (OTG). 

Orang dengan kondisi seperti inilah yang justru berbahaya karena ia tidak sadar justru menjadi pembawa virus dan berpotensi menyebarkannya ke orang lain.

Pemudik asal Jakarta yang merupakan wilayah episentrum penyebaran Covid-19 rentan menyebarkan virus corona di daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi ini berbahaya bila di kampung halaman terdapat orang tua maupun saudara yang sedang dalam kondisi tidak sehat.

"Karena yang lebih berbahaya untuk orang tua. Kalau yang muda bahaya juga, tetapi yang muda bisa sehat lagi," ujar dia. 

Kalau masyarakat masih tetap nekat mudik, kata dia, pemerintah harus menerapkan protokol mudik yang ketat, misalnya, menjalani pemeriksaan kesehatan, mengisi formulir keterangan dari dan tujuan kepulangan secara jujur, mengantongi rekomendasi Gugus Tugas Daerah dan ijin kades.

Baca juga: Ada Larangan Mudik, Antrean Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Sempat Menumpuk

Kemudian, bersedia menjalani isolasi dan karantina mandiri serta bersedia untuk tidak kembali ke kota.

"Di daerah, persiapan-persiapan juga sudah sampai di tingkat RT/ RW. Mereka sudah menyiapkan ruang isolasi. Jadi kalau ada pemudik yang mau masuk, lapor dulu, lalu isolasi 14 hari. Itu protokol yang sudah disiapkan," ujar dia. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.