Kemenag Minta Buka Puasa Bersama Ditiadakan Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 10/04/2020, 11:11 WIB
Para pekerja PT Freeport Indonesia berbuka puasa bersama selama bulan Ramadhan 2019 di Masjid Baabul Munawwar yang terletak 1.700 meter dari permukaan bumi. Dok. Humas InalumPara pekerja PT Freeport Indonesia berbuka puasa bersama selama bulan Ramadhan 2019 di Masjid Baabul Munawwar yang terletak 1.700 meter dari permukaan bumi.


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agama meminta kegiatan buka puasa bersama di bulan suci Ramadhan mendatang ditiadakan, mengingat pandemi virus corona di dalam negeri yang kini sudah menyebar ke hampir seluruh provinsi di tanah air.

"Dalam pelaksanaan ibadah puasa tersebut, kita berharap pelaksanaan buka puasa bersama ditiadakan," kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin, di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Selain itu, ibadah shalat tarawih hingga tadarus Al Quran juga diimbau dilaksanakan di rumah masing-masing.

Baca juga: Kementerian Agama Imbau Umat Buddha Rayakan Waisak dari Rumah

Kamaruddin berharap imbauan ini dapat dipatuhi agar pelaksanaan pembatasan fisik atau physical distancing selama wabah Covid-19 berjalan baik.

"Shalat tarawih dilaksanakan di rumah masing-masing, Nuzulul Quran juga akan ditiadakan, begitu juga tadarus di masjid ditiadakan," ujarnya.

Menurut Kamaruddin, pelaksanaan ibadah puasa dan lain-lainnya yang dilakukan di rumah saja tidak akan mengurangi kualitas ibadah di bulan Ramadhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Wabah Virus Corona, Ini Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri dari Kemenag

Dia mengatakan melaksanakan ibadah di rumah ini merupakan bagian dari usaha untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

"Pelaksanaan ibadah kita di rumah masing-masing Insya Allah tidak akan mengurangi kualitas ibadah, tidak mengurangi pahala, karena kita sedang dalam keadaan darurat. Insya Allah tentu Allah SWT akan sangat memahami," ucapnya.

Dia pun meminta dalam pelaksanaan ibadah dan aktivitas sehari-hari di rumah, umat Islam tidak melupakan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah terkait pengendalian Covid-19.

Kamaruddin juga mengingatkan agar tidak ada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menjelang Idul Fitri.

Baca juga: Jokowi: Tidak Bisa Begitu Saja Melarang, Ada yang Mudik karena Alasan Ekonomi

"Kami pesankan dalam pelaksanaan ibadah dan aktivitas sehari-hari, mari kita terus mengikuti protokol kesehatan. Cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, menjaga jarak, stay at home," kata dia.

"Dan kali ini kita ibadah di rumah dan tidak mudik menjelang Idul Fitri," tegas Kamaruddin.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.