Kompas.com - 09/04/2020, 15:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempersiapkan tiga tower tambahan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Penambahan tiga tower itu untuk menambah daya tampung pasien dan tim medis di rumah sakit dadakan tersebut.

"Tiga tower yang akan dipersiapkan antara lain tower 2, 4, dan 5 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: UPDATE 9 April: Bertambah 16, RSD Wisma Atlet Rawat 334 Pasien Covid-1

Khalawi mengatakan, ada sejumlah persiapan yang harus dilakukan dalam pembangunan RSD Covid-19 Wisma Atlet tahap kedua itu.

Selain menambah daya tampung, pembangunan tahap dua sekaligus mengupayakan hunian yang layak bagi para tim medis, seperti dokter dan perawat yang bertugas selama 24 jam di RS Darurat Covid-19 tersebut.

Para dokter dan perawat nantinya akan menghuni tower 2. 

Adapun tower tersebut memiliki kapasitas 886 ruang dan mampu menampung sebanyak 2.458 orang tim paramedis.

Selain hunian untuk tim paramedis, Kementerian PUPR akan menambah ruang rawat inap bagi pasien di RS Darurat Covid-19 di tower 4 dan 5.

"Masing-masing tower memiliki kapasitas 886 unit dan mampu menampung 2.458 pasien," kata Khalawi.

Kementerian PUPR juga akan melakukan sejumlah perubahan fungsi bangunan di Wisma Atlet berupa peningkatan fungsi tower 6 sebagai ruang rawat inap menjadi rumah sakit.

Baca juga: Update 8 April, Pasien di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet 527 Orang

Pada tower 6 di lantai 1 akan dibangun Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), lantai 2 juga akan dibangun Ruang ICU, dan lantai 3 sebagai ruang pemulihan.

Menurut dia, berdasarkan site plan yang ada di RS Darurat Covid-19, 24 lantai lainnya di tower 6 akan digunakan sebagai ruang isolasi pasien.

"Pada tahap ini menjadi poin yang sangat penting karena harus sangat diperhatikan dalam pembangunannya dan menghasilkan ruangan dengan tekanan negatif atau negative pressure," ucap dia.

Diawali memprediksi, pengerjaan tambahan tiga tower tersebut akan selesai pada pekan depan.

"Kami memperkirakan pekerjaan persiapan tambahan tiga tower untuk RS Darurat Covid-19 ini akan selesai pada pekan depan, yakni sekitar hari Sabtu tanggal 18 April 2020 mendatang," kata dia. 

Kementerian PUPR bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan sejumlah kementerian dan lembaga telah menyiapkan sebanyak empat tower di Wisma Atlet sebagai RSD Covid-19.

Baca juga: Mirip Wisma Atlet, Depok Siapkan Rumah Singgah Khusus ODP dan PDP Ringan Covid-19

Penetapan operasional Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo sekitar dua pekan lalu pada 23 Maret 2020.

Pada tahap pertama Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR menyelesaikan pekerjaan renovasi RSD Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran tahap pertama dalam jangka waktu sekitar tiga hari.

Sebelumnya, tower yang dimanfaatkan sebagai RSD pada tahap 1 adalah tower 1 sebagai Posko Sub Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, serta tower 3 diperuntukkan tempat tinggal para dokter, perawat, dan tim paramedis.

Sementara itu, tower 6 dan tower 7 diperuntukkan untuk RS Darurat Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paket Diduga Bom Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo, Densus 88 Bergerak

Paket Diduga Bom Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo, Densus 88 Bergerak

Nasional
Pengacara Pastikan Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK Besok

Pengacara Pastikan Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK Besok

Nasional
Musra II Relawan di Makassar, Jokowi Dicurigai Jadi Capres Paling Unggul Lagi

Musra II Relawan di Makassar, Jokowi Dicurigai Jadi Capres Paling Unggul Lagi

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Bertolak ke Jepang Hadiri Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe

Wapres Ma'ruf Amin Bertolak ke Jepang Hadiri Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe

Nasional
Pengacara Ungkap Tito Karnavian dan Bahlil Lahadlia Pernah Temui Lukas Enembe, Minta Paulus Waterpau jadi Wagub Papua

Pengacara Ungkap Tito Karnavian dan Bahlil Lahadlia Pernah Temui Lukas Enembe, Minta Paulus Waterpau jadi Wagub Papua

Nasional
BIN Bantah Terlibat Kriminalisasi Lukas Enembe

BIN Bantah Terlibat Kriminalisasi Lukas Enembe

Nasional
PKB Tunggu Siapa Capres yang Ingin Diusung PDI-P di Pilpres 2024

PKB Tunggu Siapa Capres yang Ingin Diusung PDI-P di Pilpres 2024

Nasional
Akal-akalan Lukas Enembe, Izin Berobat demi Judi di Luar Negeri

Akal-akalan Lukas Enembe, Izin Berobat demi Judi di Luar Negeri

Nasional
Nasdem-PKS-Demokrat Tak Kunjung Berkoalisi, Anies Dinilai Tak Cukup jadi Perekat

Nasdem-PKS-Demokrat Tak Kunjung Berkoalisi, Anies Dinilai Tak Cukup jadi Perekat

Nasional
Pengamat: Anies Lengser Oktober 2022, Mengusungnya Jadi Capres Bakal Tambah PR Parpol

Pengamat: Anies Lengser Oktober 2022, Mengusungnya Jadi Capres Bakal Tambah PR Parpol

Nasional
Jejak 'Private Jet' yang 3 Kali Dipakai Lukas Enembe ke Luar Negeri

Jejak "Private Jet" yang 3 Kali Dipakai Lukas Enembe ke Luar Negeri

Nasional
Pengacara Duga Penetapan Tersangka Lukas Enembe Tak Lepas dari Agenda Politik Tito Karnavian dan Budi Gunawan

Pengacara Duga Penetapan Tersangka Lukas Enembe Tak Lepas dari Agenda Politik Tito Karnavian dan Budi Gunawan

Nasional
Soal Dewan Kolonel Puan Maharani, PDI-P: Hanya 'Kongkow'

Soal Dewan Kolonel Puan Maharani, PDI-P: Hanya "Kongkow"

Nasional
Puan Bicara 'Sinyal' Koalisi PDI-P dengan PKB

Puan Bicara "Sinyal" Koalisi PDI-P dengan PKB

Nasional
Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.