Pemerintah Imbau Masyarakat Berobat Online agar Tak Perlu ke RS

Kompas.com - 06/04/2020, 12:53 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (tengah) didampingi pejabat terkait memberikan keterangan kepada media berita terkini mengenai kasus COVID-19 di Kantor Pusat BNPB, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Dalam keterangannya Doni menyampaikan bahwa kasus positif COVID-19 berjumlah 96 kasus per hari Sabtu (14/3/2020), dari total kasus yang tersebut 8 sembuh dan 5 meninggal dunia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc. MUHAMMAD ADIMAJAKetua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (tengah) didampingi pejabat terkait memberikan keterangan kepada media berita terkini mengenai kasus COVID-19 di Kantor Pusat BNPB, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Dalam keterangannya Doni menyampaikan bahwa kasus positif COVID-19 berjumlah 96 kasus per hari Sabtu (14/3/2020), dari total kasus yang tersebut 8 sembuh dan 5 meninggal dunia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi berobat online sehingga tidak perlu ke rumah sakit.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebutkan, saat ini setidaknya sudah ada 15 juta anggota masyarakat yang terdaftar di aplikasi berobat online, seperti Halodoc, Dokter Sehat, Sehat Pedia, dan program sejenis.

"Ini sangat membantu berkurangnya jumlah pasien yang datang ke rumah sakit. Kami berharap program telemedicine ini bisa jadi program prioritas nasional sehingga tidak banyak masyarakat yang berdatangan ke Rumah Sakit," kata Doni Monardo seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin (6/4/2020).

Baca juga: Telemedicine, Manfaatkan Teknologi Startup untuk Penanganan Covid-19

Doni menyebutkan, lewat aplikasi telemedicine itu, masyarakat yang sakit bisa mengonsultasikan penyakitnya kepada dokter hanya lewat sambungan internet.

Dokter pun bisa memberikan resep obat yang sesuai.

Dokter juga bisa memberi saran lain seperti cara mengisolasi diri, memberi anjuran makanan sehat, hingga memberi tips agar kesehatan psikologis pasien tetap terjaga.

"Ini bisa memberikan bantuan kepada masyarakat kita," kata Doni.

Baca juga: Gandeng Halodoc, Gojek Luncurkan Layanan Telemedik Covid-19

Doni pun mengingatkan bahwa pasien yang datang ke rumah sakit untuk berobat bisa jadi menjadi carrier meski tanpa gejala.

Pasien itu pun berpotensi menularkan virusnya kepada dokter dan tenaga medis.

"Ternyata pasien yang diperiksa bukan sebagai pasien Covid-19 pun bisa jadi carrier," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X