UPDATE 25 MARET: 790 Pasien Positif Covid-19 dan Ajakan Tiru Vietnam

Kompas.com - 26/03/2020, 05:58 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan wartawan seusai menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (25/3/2020). Berdasarkan data Pemerintah hingga Rabu (25/3/2020) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 790 orang dengan jumlah pasien sembuh mencapai 31 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 58 orang. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaJuru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan wartawan seusai menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (25/3/2020). Berdasarkan data Pemerintah hingga Rabu (25/3/2020) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 790 orang dengan jumlah pasien sembuh mencapai 31 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 58 orang. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Tiru Vietnam

Dalam kesempatan itu, Yurianto kembali menekankan, pentingnya melakukan isolasi mandiri dan physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Yuri mencontohkan, Vietnam yang mampu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menerapkan physical distancing dan isolasi mandiri yang menjadi kekuatan utama masyarakatnya.

"Di Vietnam mengedepankan bagaimana physical distancing, menjaga diri, menjaga jarak dan kemudian self isolation. Ini jadi kekuatan besar yang dilakukan masyarakat Vietnam, dia bisa mengendalikan penularan ini," kata Yuri.

Baca juga: Masyarakat Diminta Mencontoh Vietnam dalam Cegah Penyebaran Covid-19

Yuri mengatakan, melakukan physical distancing harus dilakukan tanpa menunggu seseorang terinfeksi Covid-19.

Oleh karenanya, ia kembali mengimbau, agar seluruh masyarakat bekerja sama untuk menghentikan mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menjaga kesehatan dan melakukan isolasi mandiri serta physical distancing.

"Ini jadi kerja kita bersama dan keberhasilannya tentu kembali lagi peran serta masyarakat, karena ini penyakit menular," ucapnya.

170.000 APD sudah didistribusikan

Sementara itu, Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Marsma Jorry S Koloay mengatakan, TNI telah mendistribusikan sebanyak 170.000 alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19 ke sejumlah daerah terdampak.

Pembagian APD dibagi menjadi dua tahap yaitu, pada tahap pertama Minggu (22/3/2020) pendistribusian diprioritaskan untuk DKI Jakarta yang menerima 40.000 APD dan Gudang logistik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang menerima 60.000 APD.

Selain itu, menurut Jorry, sebanyak 51.000 APD telah didistribusikan kepada provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sehingga tersisa sebanyak 7.900 APD yang dibagikan ke daerah-daerah lain.

Baca juga: TNI Distribusikan 170.000 APD untuk Penanganan Covid-19 ke Daerah Terdampak

Adapun pada tahap kedua, APD masuk pada Rabu (25/3/2020) sebanyak 70.000 APD dan langsung didistribusikan ke luar pulau Jawa dan Bali masing-masing daerah mendapatkan 2.000 APD.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X