Marak Aksi KKB, Polri Tak Tambah Personel di Papua

Kompas.com - 09/03/2020, 19:52 WIB
Sejumlah warga sipil menaiki bus milik PT Freeport Indonesia saat evakuasi di perkampungan Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Jumat (6/3/2020). Ratusan warga dievakuasi ke wilayah perkotaan Timika karena akses logistik ke wilayah perkampungan terputus akibat baku tembak antara TNI/Polri dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/Sevianto Pakiding/wpa/aww. ANTARA FOTO/Sevianto PakidingSejumlah warga sipil menaiki bus milik PT Freeport Indonesia saat evakuasi di perkampungan Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Jumat (6/3/2020). Ratusan warga dievakuasi ke wilayah perkotaan Timika karena akses logistik ke wilayah perkampungan terputus akibat baku tembak antara TNI/Polri dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/Sevianto Pakiding/wpa/aww.
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri memutuskan untuk tidak menambah personel di Papua pasca-sejumlah aksi teror kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Tembagapura, Mimika.

"Kekuatan yang sampai hari ini berada di sana dan beberapa waktu lalu. Dengan kata lain, tidak ada penambahan," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

Asep menuturkan, terdapat 5.000 personel yang diturunkan di daerah tersebut.

Baca juga: Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pemerkosaan yang Dilakukan Oknum PNS Papua

Polri pun mengklaim bahwa situasi di Papua sudah aman dan terkendali. Asep menambahkan, aktivitas masyarakat juga mulai kembali normal.

Namun, ia mengatakan, aparat TNI-Polri tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Berdasarkan informasi dari Polda Papua, sampai dengan hari ini situasi dalam keadaan terkendali dan aman. Masyarakat juga sudah melaksanakan aktivitas normal sehari-hari. Namun, tingkat kewaspadaan TNI-Polri masih terus ditingkatkan," katanya.

Diberitakan, arus pengungsian warga yang sebelumnya tinggal di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, terus bertambah.

"Perlu diketahui bahwa total warga masyarakat yang telah diturunkan ke Timika dari Distrik Tembagapura sejak 6-9 Maret 2020 sebanyak 1.572 jiwa," ujar Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, melalui rilis, Senin (9/3/2020).

Baca juga: Polri Sebut Situasi di Papua Aman dan Terkendali

Warga di wilayah Tembagapura tersebut minta dievakuasi karena KKB dari berbagai wilayah di pegunungan Papua sudah berada di sekitar kampung, dan menebar teror dengan menembaki pos penjagaan TNI-Polri.

Aksi yang dilakukan KKB ini tentunya membuat warga merasa terancam.

Tak hanya itu, warga juga sudah mulai sulit mendapatkan kebutuhan sembako dan layanan kesehatan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X