Efektifkan Tol Laut, Pemerintah Bakal Perbanyak Industri di Indonesia Timur

Kompas.com - 06/03/2020, 09:25 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan memperbanyak jumlah industri di Indonesia Timur untuk mengefektifkan keberadaan tol laut.

Caranya ialah dengan memberikan insentif pajak berupa tax holiday dan tax allowance bagi investor yang membuka industri baru di sana.

Hal itu merupakan keputusan rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

"Tol laut, kita lakukan evaluasi lima tahun terakhir ini mengenai manfaat dari tol laut. Dirasakan banyak manfaatnya. Trayeknya akan ditambah jadi 26. Kedua akan diberikan tax allowance dan tax holiday lebih panjang kepada industri yang dibangun di Indonesia Timur," ujar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan usai rapat.

"Ini untuk memenuhi kebutuhan Indonesia Timur, sehingga bisa jangan terlalu banyak dari Jawa diangkut ke sana lagi karena cost (lebih besar)," lanjut dia.

Baca juga: Infrastruktur Tuntas, Morotai Siap Jadi Pusat Logistik Indonesia Timur

Ia menambahkan, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memberikan tax allowance dan tax holiday agar mengurangi biaya distribusi barang dari Indonesia Barat ke Indonesia Timur.

Dengan adanya pusat-pusat industri baru di Indonesia Timur, Presiden berharap harga barang di sana menjadi lebih murah kareba biaya distribusi terpangkas.

"Tahun ini subsidi untuk itu dikeluarkan kira-kira Rp 400 miliar untuk memberikan subsidi tadi. Kemudian subsidi ini tidak hanya dari port ke port tapi juga sampai ke penerima," ujar Luhut.

"Keempat, nanti yang menjadi agen melakukan distribusi barang ini tidak hanya satu, tetap paling tidak dua-tiga sehingga tidak ada monopoli untuk satu perusahaan," lanjut dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X