Pasien Positif Covid-19 Akui Tertekan dengan Pemberitaan yang Masif

Kompas.com - 03/03/2020, 17:26 WIB
Ilustrasi pasien koma menjalani pemulihan. Ilustrasi pasien koma menjalani pemulihan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang pasien positif corona atau Covid-19 mengaku tertekan atas sejumlah pemberitaan terkait penyakit yang diidapnya.

Pasien yang kini tengah diisolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso itu menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui positif virus tersebut hingga akhirnya diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, Senin (2/3/2020).

Hal ini terungkap dalam wawancara khusus kepada Kompas yang ditayangkan dalam Kompas.id yang tayang hari ini, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: Pasien Baru Tahu Mengidap Covid-19 Setelah Diumumkan Presiden Jokowi

Melalui saluran telepon, Kompas mewawancarai sang pasien yang sedang di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Selasa (3/3/2020) siang.

Wawancara lengkapnya dapat dibaca di Kompas.id dalam tautan berikut: Wawancara Khusus Kompas: Pasien Covid-19 Mengaku Tertekan

“Saya tertekan walau bukan karena sakitnya. (Saya) sampai sekarang baik-baik saja, buktinya bisa teleponan walau masih batuk-batuk kecil,” ucap perempuan berusia 64 tahun itu.

Saat ini, ia tengah menjalani perawatan intensif bersama anaknya yang berusia 31 tahun. Keduanya diisolasi di kamar berbeda di rumah sakit tersebut.

Ia mengaku, hingga kini memutuskan untuk tidak membaca berita atau pun menonton televisi yang menayangkan pemberitaan mengenai dirinya.

“Saya stres. Konon beritanya heboh, rumah saya diberi police line, disemprot disinfektan, saya diisolasi, tetapi tidak diberi tahu secara resmi,” ujarnya.

“Saya tertekan karena pemberitaan yang menstigma saya dan anak saya. Kasihan, kan, foto-fotonya diekspos kayak gitu. Ini, kan, bikin heboh,” imbuh dia.

Baca juga: Pasien Baru Tahu Positif Corona Usai Diumumkan Jokowi, Ini Penjelasan Istana

Ia menambahkan, sejak diisolasi, sejauh ini dokter dan perawat baru datang dua kali. Ia juga tidak diberi obat untuk diminum, kecuali infus.

Meski demikian, ia mengaku, jika kondisinya kini cukup baik. Ia juga tidak dapat memastikan sampai kapan dirinya akan menjalani proses isolasi ini.

“Saya baik-baik, bisa beraktivitas di ruangan walau masih diinfus. Kadang masih batuk-batuk kecil,” ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X