Jokowi: GDP Kita Peringkat 16 Dunia Masih Mengeluh, Jangan Kufur Nikmat!

Kompas.com - 21/02/2020, 17:47 WIB
Presiden Joko Widodo menerima aduan warga saat memberikan sertifikat perhutanan sosial di Tahura Sultan Syarif Hasyim, Siak, Riau KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIMPresiden Joko Widodo menerima aduan warga saat memberikan sertifikat perhutanan sosial di Tahura Sultan Syarif Hasyim, Siak, Riau

PELALAWAN, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo merasa heran dengan pihak yang menilai perekonomian Indonesia terus-terusan menurun. Menurut Jokowi, saat ini perekonomian Indonesia cukup baik.

Buktinya, kata Jokowi, saat ini Gross Domestic Product ( GDP) Indonesia berada di peringkat 16 dunia.

Jokowi menambahkan, bila dilihat dari power purchasing parity (PPP) Indonesia bahkan berada di peringkat tujuh.

Baca juga: Apa itu Gross Domestic Product (GDP)?

"Indonesia sekarang GDP nominal kalau dihitung kita berada di ranking 16. Kalau dihitung (GDP berdasarkan PPP) itu kita sudah berada di ranking 7 dunia. Ini masih banyak yang tidak mengerti, masih mengeluh namanya kufur nikmat itu," ujar Jokowi di sela kunjungan kerjanya di PT Asia Pacific Rayon, Pelalawan, Riau, Jumat (21/2/2020).

"Sudah diberi kenikmatan oleh Allah sebegitu gedenya tapi tidak disyukuri. Marilah kita syukuri diberikan apapun oleh Yang Maha Kuasa," lanjut Presiden.

Ia mengatakan, kenyataan tersebut menggambarkan Indonesia tak kalah dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Baca juga: Peran UMKM dalam Perekonomian Indonesia

Karenanya, Jokowi meminta semua pihak untuk memaksimalkan potensi yang ada di Indonesia agar bisa bersaing dengan negara-negara lain.

"Saya titip Menperin jangan sampai industri garmen kalah dari Vietnam. Kita sudah punya bahan baku sendiri sekarang dari sini. Karena persaingan kita ini sekarang persaiangan antarnegara bukan antarkabupaten, bukan antarprovinsi, bukan antarperusahaan," ujar Jokowi.

"Sekarang negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Bukan negara yang kaya mengalahkan negara yang miskin. Bukan negara besar mengalahkan yang kecil. Dan kita ingin menjadi negara yang cepat," lanjut dia.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X