[NASIONAL SEPEKAN] Pengakuan Wahyu Setiawan | Jokowi Bela Yasonna

Kompas.com - 20/01/2020, 06:18 WIB
Komisioner KPU Wahyu Setiawan bersiap menaiki mobil tahanan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Rumah tahanan KPK setelah tersangkut kasus penerimaan suap terkait penetapan pergantian antar waktu anggota DPR RI.  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak AKomisioner KPU Wahyu Setiawan bersiap menaiki mobil tahanan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Rumah tahanan KPK setelah tersangkut kasus penerimaan suap terkait penetapan pergantian antar waktu anggota DPR RI. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.
Penulis Bayu Galih
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Kasus suap yang menjerat Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan menjadi pemberitaan paling menarik bagi pembaca Kompas.com sepanjang pekan lalu.

Sejak Senin (13/1/2020) hingga Minggu (19/1/2020), artikel tentang sejumlah nama yang disebut Wahyu Setiawan dalam sidang etik yang dilakukan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjadi yang terpopuler.

DKPP memberikan sidang untuk menentukan apakah Wahyu melakukan pelanggaran etik. Saat menjawab kronologi kasus suap yang melibatkan politisi PDI-P Harun Masiku, Wahyu Setiawan membuat sejumlah pengakuan.

Misalnya, dia sempat menyampaikan ke Ketua KPU Arief Budiman dan Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik perihal upaya Harun Masiku menjadi anggota DPR melalui mekanisme pergantian antar-waktu (PAW).

Hal ini Wahyu sampaikan ke Arief dan Evi, lantaran ia mencium adanya potensi "permakelaran" dalam permohonan yang disampaikan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

Wahyu juga menyebut nama politisi PDI-P Johan Budi SP. Saat itu, Wahyu menyebut Johan Budi tahu bahwa KPU menolak penetapan Harun Masiku sebagai anggota DPR melalui PAW.

Selengkapnya bisa dibaca: Sidang Kode Etik, Wahyu Setiawan Sebut Nama Arief Budiman hingga Johan Budi

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X